Perlindungan untuk kulit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Seorang ahli kecantikan mengoleskan masker wajah

Perawatan kulit adalah rangkaian dari berbagai penerapan yang mendukung keadaan integritas kulit, untuk meningkatkan sebuah penampilan dan mengubah kondisi kulit. Mereka dapat mengandung nutrisi, menghindari dari paparan sinar matahari yang berlebihan dan penggunaan produk kulit emolien yang tepat. Kegiatan yang dapat meningkatkan penampilan termasuk dalam penggunaan kosmetik, botulinum, pengelupasan kulit, pengisi, pelapisan ulang laser, mikrodermabrasi, pengelupasan kulit, terapi retinol dan perawatan kulit ultrasonik. [1] Perawatan kulit merupakan tata cara rutin yang dilakukan dalam sehari-hari untuk berbagai situasi, seperti kulit yang terlalu kering atau terlalu lembab, dan pencegahan dermatitis maupun pencegahan cedera kulit.

Perawatan kulit merupakan bagian dari pengobatan penyembuhan luka, terapi radiasi dan berbagai obat-obatan lainnya.

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Perawatan kulit terdapat pada tatap muka kosmetik, dan dermatologi, untuk sebuah tradisional medis ada beberapa hal yang tumpang tindih dengan masing-masing topik ini. [ <span title="This claim needs references to reliable sources. (August 2015)">rujukan?</span> ] Perundang-undangan Makanan, Obat-obatan, dan Kosmetik mendefinisikan bahwa kosmetik merupakan produk yang digunakan untuk membersihkan atau mempercantik diri (misalnya, sampo dan lipstik). Ada kategori tersendiri untuk obat-obatan, yang digunakan untuk mendiagnosis, menyembuhkan, mengurangi, mengobati, atau mencegah penyakit, atau untuk mempengaruhi struktur atau fungsi tubuh (misalnya, tabir surya dan krim jerawat), meskipun ada beberapa produk, seperti pelembab tabir surya dan sampo anti-ketombe, dapat diatur dengan dua kategori.

Perawatan kulit berbeda dengan dermatologi, seperti yang dilakukanan secara tradisional, untuk tambahan ruang lingkup namun hal itu kurang dimengerti dengan medis dan dalam para profesional non-dokter, seperti ahli kecantikan dan karyawan perawat untuk perawatan luka. Perawatan kulit dapat membentuk perubahan perilaku individu dan kondisi lingkungan kerja. Namun demikian, dermatologi sudah mengadopsi beberapa aspek perawatan kulit, terutama di AS, dan pada tingkat yang lebih rendah secara signifikan di tempat lain, seperti Inggris Tambahan dari [2] [3] [4]

Neonatus[sunting | sunting sumber]

Pedoman untuk perawatan kulit neonatal telah dikembangkan. Namun demikian, komunitas pediatrik dan dermatologis belum sampai dalam pengambilan keputusan tentang praktik pembersihan terbaik, karena bukti ilmiah berkualitas yang baik sudah jarang ditemui. Perendaman dalam air tampaknya lebih unggul daripada mencuci sendiri, dan penggunaan deterjen sintetis atau pembersih bayi cair tampaknya sebanding atau lebih unggul daripada menggunakan air saja. Tambah dari [5] [6]

Tabir surya[sunting | sunting sumber]

Seorang wanita menggunakan tabir surya

Perlindungan terhadap sinar matahari adalah aspek terpenting dari perawatan kulit. Meskipun sinar matahari bermanfaat agar tubuh manusia mendapatkan vitamin D setiap hariannya, sinar matahari yang berlebihan yang tidak melindungi kulit dapat menyebabkan kerusakan dan membahayakan pada kulit. Radiasi ultraviolet (UVA dan UVB) dalam sinar matahari dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini dan peningkatan risiko kanker kulit. [7] Paparan sinar UV dapat menyebabkan bercak warna pada kulit yang tidak rata dan dapat membuat kulit kering.

Ini bisa mengurangi elastisitas pada kulit bisa juga mengakibatkan kulit kendur dan berkerut. Tabir surya dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari; tabir surya harus digunakan setidaknya 20 menit sebelum terkena paparan, dan harus digunakan kembali setiap empat jam. Tabir surya harus digunakan ke semua area kulit yang akan terkena sinar matahari, dan untuk penggunaannya dapat digunakan setidaknya satu sendok makan (25   ml) harus dioleskan pada setiap anggota tubuh, wajah, dada, dan punggung, pastikan terlindungi secara menyeluruh. Sangat lembab berwarna, faundations dan primer sekarang ini sudah mengandung beberapa SPF.

Tabir surya dapat berbentuk krim, gel atau lotion, nomor pada SPF menunjukkan keefektifan mereka dalam melindungi kulit dari radiasi matahari. Ada tabir surya yang tersedia untuk memenuhi setiap jenis kulit; khususnya, mereka yang memiliki kulit berminyak harus memilih tabir surya non-komedogenik; mereka yang memiliki kulit kering harus memilih tabir surya dengan pelembab untuk membantu menjaga kulit tetap terhidrasi, dan mereka yang memiliki kulit sensitif harus memilih tabir surya tanpa aroma, hipoalergenik dan mencoba di tempat yang tidak mencolok (seperti bagian dalam siku atau di belakang telinga) untuk memastikan bahwa itu tidak menyebabkan iritasi kulit.

Tua[sunting | sunting sumber]

Penuaan kulit dikaitkan dengan peningkatan kerentanan. Masalah kulit termasuk pruritus sering terjadi pada orang tua namun sering tidak ditangani dengan baik. Sebuah tinjauan pustaka dari studi yang menilai pemeliharaan integritas kulit pada lansia menemukan paling rendahnya tingkat dari bukti tetapi ulasan tersebut menyimpulkan bahwa membersihkan kulit dengan deterjen sintetis atau surfaktan amfoterik dapat mengurangi kekeringan kulit dibandingkan menggunakan sabun dan air. Pelembab dengan humektan membantu kulit yang kering, dan sebagai penghalang kulit untuk mengurangi cedera kulit.

Jerawat[sunting | sunting sumber]

Menurut American Academy of Dermatology, antara 40 dan 50 juta orang Amerika menderita jerawat setiap tahun. [8] Sementara banyak yang mengaitkan jerawat dengan masa remaja, jerawat dapat terjadi pada semua usia, dengan berbagai penyebabnya termasuk faktor keturunan, hormon, menstruasi, makanan, dan tekanan emosional.

Mereka yang berjerawat harus melakukan eksfoliasi dengan hati-hati karena prosedur ini dapat memperburuk kondisi dan harus berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum melakukan perawatan. [8] Beberapa krim anti jerawat mengandung zat-zat pengering seperti benzoil peroksida (dalam konsentrasi 2,5 - 10%). [9]

Tekanan luka[sunting | sunting sumber]

Tekan luka adalah luka pada kulit dan jaringan yang berada di bawahnya akibat tekanan yang berkepanjangan pada kulit. Sebuah contoh yang dikenal dari tekanan luka adalah luka baring yang disebut ulkus tekanan.

Stoma[sunting | sunting sumber]

Tambah dari [10] [11]

Saat membersihkan area stoma, dengan air hangat biasa harus menggunakan lap kering untuk membersihkan sekitar stoma dengan lembut. Pat dengan lembut dan pastikan untuk tidak menggosok daerah tersebut. Masukkan semua tisu bekas ke dalam kantong sekali pakai dan cuci tangan setelah melaukannya.

Penyembuhan luka[sunting | sunting sumber]

Penyembuhan luka adalah proses yang kompleks yang mudah rapuh di mana kulit memperbaiki sendiri setelah cedera. Ini rentan terhadap gangguan atau kegagalan yang menciptakan luka kronis yang tidak sembuh.

Nutrisi[sunting | sunting sumber]

Tambahkan dari

2001 American Society for Clinical Nutrition Perawatan kulit nutrisi: efek kesehatan zat gizi mikro dan asam lemak Esther Boelsma, Henk FJ Hendriks, dan Len Roza.

Radiasi[sunting | sunting sumber]

Radiasi menginduksi reaksi kulit pada daerah yang dirawat, terutama di daerah aksila, kepala dan leher, perineum dan lipatan kulit. Formulasi dengan sifat pelembab, anti-inflamasi, anti-mikroba dan penyembuhan luka sering digunakan, tetapi tidak ada pendekatan yang lebih disukai atau produk individu telah diidentifikasi sebagai praktik terbaik. Kapas silikon lembut yang digunakan sebagai penghalang gesekan mungkin bermanfaat. Pada kanker payudara, krim calendula dapat mengurangi tingkat keparahan dari efek radiasi dan pada korektor bintik gelap. Penggunaan deodoran yang digunakan setelah menyelesaikan pengobatan radiasi telah menjadi kontroversial tetapi sekarang direkomendasikan untuk bahan praktik. Tambah dari [12] [13] [14]

EGFR[sunting | sunting sumber]

Epidermal growth factor receptor (EGFR) adalah obat yang digunakan dalam pengobatan kanker. Obat-obatan ini umumnya dapat menyebabkan masalah kulit dan kuku, termasuk ruam, kulit kering, dan paronikia . Pelembab dalam intensif preventif dengan salep emolien yang digunakan beberapa kali, menghindari krim berbasis air dan rendaman air (meskipun dalam keadaan tertentu cuka putih atau rendaman kalium permanganat dapat membantu), melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berlebihan, dan pengganti sabun yang kurang kering untuk kulit dari sabun normal, serta sampo yang mengurangi risiko folikulitis kulit kepala, sangat direkomendasikan. Langkah-langkah perawatan dengan obat antibiotik topikal dapat membantunya.

Produk-produk yang terkait[sunting | sunting sumber]

Cosmeceuticals adalah produk kombinasi yang diterapkan secara topikal untuk menyatukan kosmetik dan "bahan aktif biologis". Produk yang serupa dalam manfaat yang dirasakan namun yang dicerna secara oral dikenal sebagai nutricosmetics . Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat ( FDA ), Undang-Undang Makanan, Obat-obatan, dan Kosmetik "tidak mengakui kategori apa pun seperti" cosmeceuticals. " Suatu produk yang berupa obat, kosmetik, atau kombinasi keduanya, tetapi istilah "cosmeceutical" tidak memiliki arti di bawah tatanan hukum ". Obat-obatan harus melalui tinjauan intensif dan proses persetujuan oleh FDA. Kosmetik, dan produk-produk yang terkait ini, meskipun sudah diatur, namun tidak disetujui oleh FDA sebelum untuk dijual.

Prosedur[sunting | sunting sumber]

Prosedur perawatan kulit termasuk penggunaan botulinum; [15] pengelupasan kulit; pengisi; obat laser dalam pelapisan ulang kosmetik, penghilang rambut, vitiligo, pewarnaan port-wine dan penghapusan tato ; terapi fotodinamik ; mikrodermabrasi; kulit; terapi retinol.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rodulfo, Kristina (2018-04-06). "Ultrasonic Face De-Gunking Spatulas Are a Thing and You're Going to Want One". ELLE (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-08. 
  2. ^ Handbook of Cosmetic Skin Care Second Edition AVI SHAI, HOWARD I. MAIBACH, and ROBERT BARAN Published August 2009 ISBN 9780415467186 Edition Second Pages 308 226 http://informahealthcare.com/isbn/9781616310004
  3. ^ Antioxidants and skin care: The essentials Graf J - Plastic and Reconstructive Surgery, 2010
  4. ^ Draelos ZD Active agents in common skin care products - Plastic and Reconstructive Surgery, 2010
  5. ^ Lund C, Kuller J, Lane A, Lott JW, Raines DA (1999). "Neonatal skin care: the scientific basis for practice". Neonatal Netw. 18 (4): 15–27. doi:10.1891/0730-0832.18.4.15. PMID 10633681. 
  6. ^ Telofski LS, Morello AP 3rd, Mack Correa MC, Stamatas GN (2012). "The infant skin barrier: can we preserve, protect, and enhance the barrier?". Dermatol Res Pract. 2012: 1–18. doi:10.1155/2012/198789. PMC 3439947alt=Dapat diakses gratis. PMID 22988452. 
  7. ^ Clark A, Hessler JL (Aug 2015). "Skin Care". Facial Plast Surg Clin North Am. 23 (3): 285–95. doi:10.1016/j.fsc.2015.04.002. PMID 26208767. 
  8. ^ a b "Acne clinical guideline". American Academy of Dermatology. 2018. 
  9. ^ "Topical Acne Drug Products". CFR - Code of Federal Regulations, Title 21, U.S. Food and Drug Administration. 1 April 2018. 
  10. ^ Skin care management of gastrointestinal fistulas JL Dearlove - Surgical Clinics of North America, 1996 - Elsevier* Peristomal skin care: an overview of available products P Black - Br J Nurs, 2007 - silesse.com
  11. ^ Nix D, Ermer-Seltun J (2004). "A review of perineal skin care protocols and skin barrier product use". Ostomy Wound Manage. 50 (12): 59–67. PMID 15632457. 
  12. ^ Aistars J (Aug 2006). "The validity of skin care protocols followed by women with breast cancer receiving external radiation". Clin J Oncol Nurs. 10 (4): 487–92. doi:10.1188/06.CJON.487-492. PMID 16927902. 
  13. ^ Kumar S, Juresic E, Barton M, Shafiq J (Jun 2010). "Management of skin toxicity during radiation therapy: a review of the evidence". J Med Imaging Radiat Oncol. 54 (3): 264–79. doi:10.1111/j.1754-9485.2010.02170.x. PMID 20598015. 
  14. ^ Trueman E (2015). "Management of radiotherapy-induced skin reactions". Int J Palliat Nurs. 21 (4): 187–92. doi:10.12968/ijpn.2015.21.4.187. PMID 25901591. 
  15. ^ http://www.allergan.com/assets/pdf/botox_cosmetic_pi.pdf

Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Beauregard" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Blume-Peytavi2012" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Bolderston2006" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Califano2015" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Flanagan" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Herst2014" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Kiyohara2013" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Kottner2013" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Lichterfeld" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "McQuestion2006" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "McQuestion2011" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Penzer2010" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Schwanitz2003" tidak memiliki isi.
Kesalahan pengutipan: Tag <ref> yang didefinisikan di di <references> dengan nama "Thatcher2009" tidak memiliki isi.