Periode akuntansi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Periode akuntansi adalah rentang waktu yang digunakan dalam laporan keuangan. Di Indonesia, periode yang biasa dipergunakan adalah bulanan, triwulan, dan tahunan.

Satu-satunya cara yang pasti untuk mengetahui keberhasilan operasi suatu usaha adalah dengan menutup perusahaan tersebut, menjual seluruh aktivanya, membayar kewajibannya, mengembalikan sisa uang kas kepada para pemilik. Proses ini di sebut juga likuidasi. Hal inii sama dengan berhenti usaha. Tentu saja hal ini kurang praktis dilakukan untuk mengukur pendapatan usaha, sebagai gantinya, suatu perusahaan membutuhkan laporan periodik yang dapat dipergunakan untuk menunjukkan perkembangan dari perusahaan tersebut. Karena itu, waktu dibagi menjadi bagian yang lebih kecil dan laporan keuangan dibuat untuk periode tertentu. Hingga suatu usaha likuidasi, jumlah yag dilaporkan dalam laporan keuangan harus dianggap sebagai suatu estimasi perkiraan.

Informasi keuangan perusahaan harus dilaporkan secara berkala misal per tri wulan, per semester, per satu tahun. Pelaporan informasi keuangan secara berkala ini yang disebut dengan periode pembukuan/ akuntansi. Salah satu tujuan dilaporkan secara berkala adalah untuk menentukan strategi dan kebijakan perusahaan dimasa yang akan datang.

Diperlukannya konsep ini adalah untuk mengetahui gambaran yang tepat mengenai kinerja perusahaan yang diperoleh saat perusahaan tersebut mencairkan hartanya menjadi kas. Alasan pertama adalah agar pihak yang mengambil keputusan dapat mengevaluasi kinerja perusahaan dan melihat kondisi serta kebijakan yang akan diambil.

Alasan kedua untuk menerapkan konsep periode akuntansi ini adalah untuk kepentingan perencanaan perusahaan. Setiap periode diperlukan laporan keuangan yang tepat dan benar serta pencatatan transaksi yang detail untuk perencanaan anggaran, atau strategi kedepannya.


Contoh Periode Akuntansi

Periode akuntansi yang paling dasar adalah selama satu tahun dan biasanya semua perusahaan menyiapkan laporan keuangan tahunan. Periode akuntansi biasanya di buat sesuai dengan kalender tahunan dri tanggal 1 januari sampai dengan 31 desember. Banyak perusahaan juga menggunakan periode tahun fiskal, yaitu periode yang berakhir bukan 31 Desember. Tanggal akhir tahun yang dipergunakan biasanya adalah titik dimana kegiatan usaha mencapai aktivitas terendah pada periode tersebut, tergantung dari jenis usahanya. Tahun fiskal mungkin dapat berakhir pada tanggal 31 Maret atau tanggal lainnya.

Untuk mengetahui perkembangannya, perusahaan biasanya tidak dapat menunggu sampai akhir tahun. Manager dari suatu usaha ining mengetahui kesuksesan perusahaannya pada setiap bulan, setiap kuartal dan setiap tahun. Perusahaan juga menyiapkan laporan keuangan untuk periode interim/sementara, yaitu periode yang kurang dari satu tahun. Laporan keuangan tersebut biasanya dibuat secara bulanan. Serangkaian laporan dapat digabungkan menjadi laporan per semester.