Pengurbanan Ishak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pengurbanan Ishak karya Caravaggio

Pengurbanan Ishak (bahasa Ibrani: עֲקֵידַת יִצְחַק), yang juga dikenal sebagai "Pengurbanan" (הָ)עֲקֵידָה)) dan Akedah atau Aqedah,[1][2] adalah sebuah kisah dari Alkitab Ibrani dimana Allah menyuruh Abraham untuk mengurbankan putranya, Ishak, di Moriah. Catatan tersebut menyatakan bahwa Abraham "mengikat Ishak, putranya"[3] sebelum menempatkannya di atas altar.

Penjelasan Alkitab[sunting | sunting sumber]

Allah memerintahkan Abraham untuk menjadikan putranya Ishak sebagian kurban, Domenichino

Menurut Alkitab Ibrani, Allah memerintahkan Abraham untuk menjadikan putranya Ishak sebagai kurban (Kejadian 22:2-8). Setelah Ishak diikat di sebuah altar, malaikat Allah menghentikan Abraham pada menit terakhir dan berkata "sekarang Aku tahu kamu takut Allah." Pada saat itu, Abraham melihat seekor domba jantan yang terjerat semak dan mengurbankan domba jantan tersebut menggantikan Ishak.

Abraham dan Ishak (minyak di atas kanvas), Rembrandt, 1634

Kitab Kejadian tidak menyebutkan usia Ishak pada waktu itu. Catatan Talmud mengajarkan bahwa Ishak berusia tiga puluh tujuh tahun, berdasarkan pada cerita Alkitab berikutnya, dimana Sarah meninggal pada usia 127 tahun (Kejadian 23:1, yang berusia 90 tahun ketika Ishak lahir (Kejadian 17:17, Kejadian 17:21).

Kejadian 22:14 menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di "gunung Allah". 2 Tawarikh 3:1; Mazmur 24:3; Yesaya 2:3 & Yesaya 30:29; dan Zakharia 8:3, menyatakan bahwa lokasi peristiwa tersebut berada di bukit dimana Salomo kemudian membangun Bait Allah, yang sekarang dipercaya menjadi Kompleks al-Haram di Yerusalem.

Pandangan Muslim[sunting | sunting sumber]

Abraham dan Ismail, abad ke-19. Museum Brooklyn.

Versi dalam Al-Qur'an berbeda dari yang tercantum dalam Taurat. Dalam sumber-sumber Islam, ketika Ibrahim (Abraham dalam Islam) menceritakan putranya tentang penglihatan, putranya memutuskan untuk mengurbankan diri untuk memenuhi perintah Allah, namun tidak diikat di altar.

Para sarjana Muslim memegang kepercayaan bahwa anak yang dikurbankan tersebut merupakan putra pertama Ibrahim, bukan Ishak, yang dikatakan akan dimuliakan dalam penglihatannya, dan bahwa putra keduanya Ishak lahir setelahnya sebagai salah satu pemenuhan penglihatan Ibrahim.

Namun, beberapa sarjana Muslim awal, mempersengketakan identitas putra tersebut.[4] Beberapa sarjana awal lebih percaya bahwa putra tersebut adalah Ishak ketimbang Ismail (terutama ibnu Qutaybah dan al-Tabari)

Dalam Islam, situs al-Marwah dekat Kabah dinyatakan sebagai Moriah yang disebutkan dalam Kejadian 22:2.

Catatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Berman, Louis A. (1997). The Akedah: The Binding of Isaac. Rowman & Littlefield. ISBN 1-56821-899-0. 
  • Bodoff, Lippman (2005). The Binding of Isaac, Religious Murders & Kabbalah: Seeds of Jewish Extremism and Alienation?. Devora Publishing. ISBN 1-932687-52-1. ISBN 1-932687-53-X. 
  • Bodofff, Lippman (1993). "The Real Test of the Akedah: Blind Obedience versus Moral Choice". Judaism 42 (1). 
  • Bodofff, Lippman (1993). "God Tests Abraham - Abraham Tests God". Bible Review IX (5): 52. 
  • Boehm, Omri (2002). "The Binding of Isaac: An Inner Biblical Polemic on the Question of Disobeying a Manifestly Illegal Order". Vetus Testamentum 52 (1): 1–12. doi:10.1163/15685330252965686. 
  • Boehm, Omri (2007). The Binding of Isaac: A Religious Model of Disobedience. T&T Clark. ISBN 978-0-567-02613-2. 
  • Delaney, Carol (1998). Abraham on Trial. Princeton University Press. ISBN 0-691-05985-3. 
  • Delaney, Carol (1999). "Abraham, Isaac, and Some Hidden Assumptions of Our Culture". The Humanist. May/June. 
  • Feiler, Bruce (2002). Abraham: A Journey to the Heart of Three Faiths. HarperCollins. ISBN 0-06-083866-3. 
  • Feldman, Yael (2010). Glory and Agony: Isaac's Sacrifice and National Narrative'. Stanford University Press. ISBN 978-0-8047-5902-1. 
  • Firestone, Reuven (1990). Journeys in Holy Lands: The Evolution of the Abraham-Ishmael Legends in Islamic Exegesis. State University of New York Press. ISBN 0-7914-0332-7. 
  • Goodman, James (2015). Abraham and His Son: The Story of a Story. Sandstone Press. ISBN 978-1-910124-15-4. 
  • Goodman, James (2013). But Where Is the Lamb? Imagining the Story of Abraham and Isaac. Schocken Books. ISBN 978-0-8052-4253-9. 
  • Jensen, Robin M. (1993). "The Binding or Sacrifice of Isaac: How Jews and Christians See Differently". Bible Review 9 (5): 42–51. 
  • Levenson, Jon D. (1995). The Death and Resurrection of the Beloved Son: The Transformation of Child Sacrifice in Judaism and Christianity. Yale University Press. ISBN 0-300-06511-6. 
  • Ravitzky, Aviezer. Abraham: Father of the Believers (dalam Hebrew). Hebrew University. 
  • Sarna, Nahum (1989). The JPS Torah Commentary: Genesis. Jewish Publication Society. ISBN 0-8276-0326-6. 
  • Spiegel, Shalom (1967). The Last Trial: On the Legends and Lore of the Command to Abraham to Offer Isaac As a Sacrifice: The Akedah (1993 reprint ed.). Jewish Lights Publishing. ISBN 1-879045-29-X. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]