Pembelajaran berbasis masalah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kelompok yang terlibat dalam pembelajaran berbasis masalah di Rumah Sakit Gigi Sydney

Pembelajaran berbasis masalah (bahasa Inggris: problem-based learning atau disingkat PBL) adalah suatu pembelajaran yang menyuguhkan berbagai situasi bermasalah yang autentik dan bermakna kepada siswa yang berfungsi sebagai landasan bagi investigasi dan penyelidikan siswa.PBL membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan untuk belajar secara mandiri, keterampilan penyelidikan dan keterampilan mengatasi masalah serta perilaku dan keterampilan sosial sesuai peran orang dewasa.

Melaksanakan PBL[sunting | sunting sumber]

Maksud dari PBL bagi siswa adalah untuk belajar tentang cara menyelediki permasalahan-permasalahan penting dan menjadi pelajar-pelajar yang mandiri. PBL memiliki lima fase disertai perilaku yang dibutuhkan guru untuk masing-masing fasenya, yaitu:

Fase 1

Memberikan orientasi tentang permasalahannya kepada siswa

Perilaku Guru : Guru membahas tujuan pembelajaran, mendeskripsikan berbagai kebutuhan logistik penting, dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah.

Fase 2

Mengorganisasikan siswa untuk meneliti

Perilaku Guru : Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang terkait dengan permasalahannya.

Fase 3

Membantu investigasi mandiri dan kelompok

Perilaku Guru : Guru mendorong siswa untuk mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen, dan mencari penjelasan dan solusi.

Fase 4

Mengembangkan dan mempresentasikan artefak dan exhibit

Perilaku Guru : Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan artefak-artefak yang tepat, seperti laporan, rekaman video, dan model-model, dan membantu mereka untuk menyampaikannya kepada orang lain.

Fase 5

Menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi-masalah

Perilaku Guru : Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi terhadap investigasinya dan proses-proses yang mereka gunakan.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Arends, Richard l. (2008). Learning To Teach Belajar untuk Mengajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hlm. 41-57. ISBN 9786028055802.