Paulus dari Salib
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 3 Januari 1694 Ovada |
| Kematian | 18 Oktober 1775 Roma |
| Tempat pemakaman | Basilika Santo Yohanes dan Paulus, Roma |
| Data pribadi | |
| Agama | Gereja Katolik Roma |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | presbiter, Misionaris |
| Ordo keagamaan | Kongregasi Pasionis |
| Exaltation (en) | |
| |
| Tanggal perayaan | 19 Oktober |
Paulus dari Salib, CP (Bahasa Italia: San Paolo della Croce; lahir dengan nama Paolo Francesco Danei; 3 Januari 1694 – 18 Oktober 1775) adalah seorang mistikus Katolik asal Italia dan pendiri Kongregasi Pasionis (Passionists).
Biografi
[sunting | sunting sumber]Masa Kecil
[sunting | sunting sumber]Paolo Francesco Danei, yang kemudian dikenal sebagai Paulus dari Salib, lahir pada 3 Januari 1694 di kota Ovada,[1] Piemonte, di antara Turin dan Genoa, yang saat itu berada dalam wilayah Kadipaten Savoia, Italia utara.
Ia merupakan putra dari Luca dan Anna Maria Massari Danei (kadang ditulis Daneii).[2] Ayahnya mengelola sebuah toko kecil bahan kebutuhan rumah tangga, tetapi sering berpindah kota di sekitar Genoa untuk mencari penghidupan.[3] Paolo adalah anak kedua dari enam belas bersaudara, hanya enam di antaranya yang bertahan hidup melewati masa bayi. Sejak kecil ia sudah akrab dengan kenyataan akan kematian dan ketidakpastian hidup.[4]
Paolo menerima pendidikan awal dari seorang imam yang mengelola sekolah bagi anak laki-laki di Cremolino, Lombardia. Ia berkembang dengan baik, tetapi pada usia 15 tahun meninggalkan sekolah dan kembali ke rumah keluarganya di Castellazzo. Pada masa mudanya, ia mulai mengajar katekismus di gereja-gereja sekitar rumahnya.[3]
Pertobatan dan Awal Hidup Rohani
[sunting | sunting sumber]Pada usia 19 tahun, Paolo mengalami pertobatan rohani yang mendalam dan mulai menekuni kehidupan doa.[4] Bacaan dari "Risalah tentang Kasih Allah" karya Fransiskus dari Sales serta bimbingan rohani dari imam-imam Kapusin memperkuat keyakinannya seumur hidup, bahwa Allah paling mudah dijumpai dalam Sengsara Kristus.
Pada tahun 1715, ia sempat meninggalkan keluarganya untuk ikut serta dalam perang salib melawan Turki Utsmani yang mengancam Republik Venesia. Namun, ia segera menyadari bahwa hidup sebagai tentara bukanlah panggilannya, dan ia kembali membantu usaha keluarganya.[3] Dalam perjalanan pulang, ia singgah di Novello dan merawat sepasang suami istri lanjut usia tanpa anak hingga akhir tahun 1716. Pasangan itu menawarinya warisan, tetapi ia menolak.[4] Pamannya, Pastor Christopher Daneii, berusaha menjodohkannya, tetapi Paolo tidak berniat menikah. Setelah pamannya meninggal, satu-satunya peninggalan yang ia simpan hanyalah brevir imam tersebut.[1]
Panggilan Mendirikan Kongregasi
[sunting | sunting sumber]Pada usia 26 tahun, Paolo mengalami serangkaian pengalaman doa yang diyakininya sebagai undangan Allah untuk membentuk sebuah komunitas hidup injili yang berfokus pada cinta kasih Allah sebagaimana dinyatakan dalam Sengsara Yesus. Menurut tradisi, ia mendapat penglihatan dirinya mengenakan jubah yang kelak dipakai oleh dirinya dan para pengikutnya.[5] Pada awalnya, komunitas ini diberi nama Kaum Miskin Yesus, tetapi kemudian dikenal sebagai Kongregasi Sengsara Yesus Kristus (Passionists).
Atas dorongan uskupnya, yang memberinya jubah hitam seorang pertapa, Paolo menulis aturan (konstitusi) komunitas baru ini selama retret 40 hari pada akhir tahun 1720.[1] Ia membayangkan komunitas yang hidup dalam pertobatan, kesunyian, dan kemiskinan, sambil mengajarkan kepada umat cara yang paling sederhana untuk merenungkan Sengsara Kristus.
Rekan pertamanya adalah saudaranya sendiri, Yohanes Baptista Danei. Bersama-sama mereka menerima undangan Kardinal Corrandini untuk membantu mendirikan sebuah rumah sakit baru di Roma. Di sana mereka merawat orang sakit dan melayani kebutuhan pastoral pasien maupun staf.[6]
Tahbisan Imamat dan Karya Kerasulan
[sunting | sunting sumber]Setelah menjalani kursus singkat teologi pastoral, Paulus dan Yohanes Baptista ditahbiskan menjadi imam oleh Paus Benediktus XIII pada 7 Juni 1727 di Basilika Santo Petrus, Roma.[6] Setelah tahbisan, mereka mendedikasikan diri untuk mewartakan misi di paroki-paroki, terutama di daerah pedesaan terpencil yang kekurangan imam.
Paulus segera dikenal sebagai salah satu pengkhotbah paling populer pada zamannya, tidak hanya karena kata-katanya, tetapi juga karena belas kasih yang nyata dalam tindakannya.[7] Karya kerasulan mereka (baik misi pewartaan maupun retret di seminari dan rumah religius) semakin menarik perhatian, sehingga komunitas perlahan mulai bertumbuh.
Pada tahun 1737, Retret pertama (sebutan khas Passionis untuk biara mereka) dibuka di Monte Argentario, Provinsi Grosseto,[6] dengan sembilan anggota. Paulus menyebut biaranya sebagai retret untuk menekankan pentingnya kesunyian dan kontemplasi dalam pewartaan salib Kristus. Selain doa bersama, anggota komunitas diwajibkan berdoa kontemplatif setidaknya tiga jam setiap hari. Askese yang keras membuat pertumbuhan ordo ini lambat, tetapi Paulus lebih memilih perkembangan yang perlahan dan penuh tantangan daripada pertumbuhan yang cepat tetapi dangkal.
Wafat dan Warisan
[sunting | sunting sumber]Lebih dari dua ribu surat Paulus masih lestari, sebagian besar berupa bimbingan rohani.
Paulus dari Salib wafat pada 18 Oktober 1775[7] di Retret Santo Yohanes dan Paulus (SS. Giovanni e Paolo), Roma. Saat wafat, kongregasi yang ia dirikan telah memiliki 180 imam dan bruder yang tinggal di dua belas retret, terutama di Negara Gereja. Ia juga sempat mendirikan sebuah biara kontemplatif bagi para suster di Corneto (kini Tarquinia), yang dikhususkan untuk mengenang Sengsara Kristus melalui doa dan tapa.
Warisan Paulus dari Salib tetap hidup dalam Kongregasi Pasionis, yang terus melanjutkan pewartaannya tentang kasih Allah yang dinyatakan secara penuh dalam Sengsara Yesus Kristus.
Paulus dari Salib dibeatifikasi pada 1 Oktober 1852 dan dikanonisasi pada 29 Juni 1867[7] oleh Paus Pius IX. Dua tahun kemudian, hari pestanya dimasukkan ke dalam kalender Romawi untuk dirayakan pada 28 April sebagai Double Feast. Pada tahun 1962 peringkatnya direvisi menjadi Pesta Kelas Tiga, dan pada tahun 1969 ditetapkan sebagai Peringatan Opsional, serta dipindahkan ke tanggal 19 Oktober, sehari setelah wafatnya pada 18 Oktober, yang bertepatan dengan perayaan pesta Santo Lukas Penginjil.
Tempat penghormatan utamanya adalah Basilika Santi Giovanni e Paolo al Celio di Roma. Gereja San Paolo della Croce a Corviale, yang dibangun pada tahun 1983 di Roma, juga didedikasikan untuk dirinya sebagai gereja tituler. Selain itu, terdapat beberapa gereja lain yang dinamai menurut namanya di Porto Ercole, Casone, dan Manduria.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: St. Paul of the Cross". www.newadvent.org. Diakses tanggal 2025-08-20.
- ↑ Acemoglu, Tom; et al. (2020). The Church is Christ's Body Textbook: Spirit of Truth: High School Course 4. Sophia Institute for Teachers. hlm. 216. ISBN 9781622827756. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 3 "St. Paul of the Cross - The Passionists". The Passionists. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Oktober 2014. Diakses tanggal 21 Agustus 2025.
- 1 2 3 "Schepers, Elmer. "St Paul of the Cross, Mystic and Passionist Founder"". Diarsipkan dari asli tanggal 28 Maret 2014. Diakses tanggal 21 Agustus 2025.
- ↑ "Paul of the Cross | Saints Resource". Saints Resource. Diarsipkan dari asli tanggal 28 April 2025. Diakses tanggal 21 Agustus 2025.
- 1 2 3 "Who was St. Paul of the Cross?". OUR PASSIONIST CHARISM (dalam bahasa Inggris). 2014-04-21. Diakses tanggal 2025-08-20.
- 1 2 3 "St. Paul of the Cross | Saint of the Day | AmericanCatholic.org". www.americancatholic.org. Diakses tanggal 2025-08-20.
Pustaka
[sunting | sunting sumber]- Sahabat-Sahabat Yesus Jilid 6; Taman Pustakaku - Semarang; Penerbit Kanisius 1976; ISBN 979-413-729-4
- Santo Paulus dari Salib - Situs Kongregasi Pasionis Diarsipkan 2015-02-19 di Wayback Machine.