Pantai Ngrenehan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Pantai Ngrenehan merupakan pantai nelayan. Terletak di desa Kanigoro Kecamatan Saptosari kurang lebih 30 km di sebelah selatan kota Wonosari. Suatu pantai berupa teluk yang dikelilingi hamparan perbukitan kapur dan memiliki panorama yang sangat memukau dengan deburan ombak menerpa pasir putih. Para wisatawan dapat menyaksikan aktivitas kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji atau membawa ikan segar sebagai oleh-oleh.

Jalan[sunting | sunting sumber]

Jalan menuju ke Pantai Ngrenehan sungguh menantang. Kita akan melewati jalan yang berliku-liku, naik dan turun. Mungkin salah satu sebab pantai ini masih rapi dan alami adalah, jalan menuju pantai ini masih alami juga. Berliku- liku dan berkelok-kelok, jadi nggak banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Menurut sejarah, nama Ngrenehan merupakan pemberian Raja Demak yang bernama Raden Fatah, putra dari Prabu Brawijaya V. sendiri adalah raja Majapahit yang memerintah tahun 1464-1478 M. Suatu ketika Raden Fatah datang ke kawasan ini untuk mencari ayahnya yang melarikan diri bersama dua orang istrinya (Dewi Lowati dan Bondang Surati) karena enggan untuk memeluk agama Islam.Tapi,saat. tiba di kawasan ini,Raden Fatah tidak menemukan mereka.Akhirnya,ia mengajak para petinggi-petinggi Kerajaan Demak untuk berembuk (musyawarah) tentang bagaimana cara menemukan orang tuanya. Dari peristiwa inilah muncul istilah pangrena yang berarti ajakan. Kata pangrena berasal dari kata reneh yang berarti sini. Kemudian masyarakat di sekitar kawasan ini mengubahnya menjadi ngrenehan yang berarti kemarilah ke sini. Kata reneh yang diberi awalan ng dan akhiran an berarti menunjuk pada suatu tempat, yaitu Pantai Ngrenehan.

Alam[sunting | sunting sumber]

Ombak di Pantai Ngrengehan ini tidak terlalu besar. Oleh karena itu cukup aman untuk berenang dan menangkap ikan. Pasirnya putih dan lembut. Di sini terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang cukup ramai. Jika kita datang pagi, kita dapat belanja aneka ikan segar yang baru dibawa oleh nelayan di sini. Di sekitar pantai banyak terdapat rumah makan dengan menu ikan segar. Kita dapat memilih ikan yang kita inginkan di sini. Harganya tak terlalu mahal karena langsung dibeli dari nelayan. Ikan goreng dan sambalnya sangat layak untuk dicoba. Di utara pantai Ngrenehan, terdapat bukit karang. Bukit ini unik karena karangnya persis koral yang ada di laut. Bahkan, terlihat banyak cangkang kerang kecil berserakan di sini. Yang akan mengunjungi pantai ini,dapat mengikuti papan petunjuk menuju Pantai Ngrenehan. Melewati mata air Namberan Trowono,kemudian di teruskan di Kanigoro, Saptosari. Tidak lama kemudian, ada pertigaan dengan papan penunjuk arah: ke kanan Pantai Ngobaran dan ke kiri Pantai Ngrenehan. Ikutilah papan petunjuk tersebut, dan tibalah di pantai eksotis ini.

Biaya[sunting | sunting sumber]

Biaya tiket masuk ke kawasan Pantai Ngrenehan sebesar Rp 3.000,00. Harga tiket ini termasuk biaya masuk ke kawasan wisata Pantai Ngobaran karena satu jalur dengan Pantai Ngrenehan. Jadi,dengan hanya membayar Rp3.000,00, bisamenikmati pesona dua kawasan pantai sekaligus.