Panglima Burung
Panglima Burung atau Pangkalima adalah seorang tokoh mitos yang legendaris yang dipercayai sebagai tokoh pelindung dan pemersatu Suku Dayak, Kalimantan.
Tempat
[sunting | sunting sumber]Dipercayai Panglima Burung tinggal di daerah gaib pedalaman Kalimantan dan mengawasi seluruh kehidupan Suku Dayak di Kalimantan. Panglima Burung akan turun sewaktu-waktu dalam bentuk seutuhnya atau merasuki seseorang untuk menolong apabila Suku Dayak sedang dalam posisi terancam, teraniaya, atau hendak melakukan peperangan.
Sifat
[sunting | sunting sumber]Panglima Burung digambarkan sebagai tokoh yang memiliki sifat serta karakter sebagai "Orang Dayak Sejati", yaitu cinta damai, mengalah, suka menolong, pemalu, sederhana, tapi akan berubah kejam dan gagah berani ketika posisi mereka terancam. Biasanya masyarakat Dayak melakukan ritual Tari Perang khusus untuk memanggil Panglima Burung. Panglima Burung mencuat nama dan sebutannya ketika terjadi Kerusuhan Sampit dan Kerusuhan Sambas .
Tradisi dan Ritual Dayak
[sunting | sunting sumber]Di kalangan suku Dayak, Kalimantan, sosok legendaris itu dipercayai sebagai tokoh pelindung dan pemersatu, bisa turun kapan saja dalam wujud nyata untuk memberi pertolongan kepada masyarakat.
"Warga Dayak memercayai Panglima Burung tinggal di daerah gaib pedalaman Kalimantan dan mengawasi seluruh kehidupan Suku Dayak di Kalimantan,” kata Mantir, beberapa waktu silam.
“Panglima Burung akan turun sewaktu-waktu dalam bentuk seutuhnya atau merasuki seseorang untuk menolong apabila suku Dayak sedang dalam posisi terancam, teraniaya, atau hendak melakukan peperangan. Ini percaya tidak percaya," lanjut tokoh masyarakat Katingan. Menurutnya, Panglima Burung digambarkan sebagai tokoh yang memiliki sifat serta karakter sebagai orang Dayak sejati yaitu cinta damai, mengalah, suka menolong, pemalu, sederhana, tapi akan berubah kejam dan gagah berani ketika posisi mereka terancam. "Biasanya masyarakat Dayak melakukan ritual khusus untuk memanggil Panglima Burung. Panglima Burung mencuat nama dan sebutannya ketika terjadi kerusuhan Sampit dan kerusuhan Sambas kala itu," tambahnya.
Dalam cerita rakyat, Panglima Burung juga dipercaya memiliki ilmu kanuragan atau bakaji. Untuk mendapatkan ilmu tersebut, seseorang harus selalu dekat dengan alam dalam keheningan melalui ritual balampah. Seorang yang bakaji juga umumnya rendah hati, ia tidak akan memamerkan ilmunya.
"Sebab kekuatan yang ia dapat hanya digunakan ketika saat genting terjadi. Jadi seorang pemimpin dayak adalah seorang yang memiliki kehidupan spiritual yang baik dan tercermin di dalam hubungannya dengan alam dan kerendahan hatinya," tutur Mantir.[1]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Okezone (2023-10-11). "Panglima Burung, Sosok Sejati Suku Dayak yang Cinta Damai Namun Kejam Jika Terancam - PAGE ALL : Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-11-09.