Pasifik Satelit Nusantara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari PSN)
Lompat ke: navigasi, cari

Pasifik Satelit Nusantara atau yang disingkat PSN adalah sebuah perusahaan telekomunikasi swasta pertama yang menyediakan jasa telekomunikasi berbasis satelit di Indonesia.[1] Pemegang saham dari perusahaan ini di antaranya adalah PT Pintar Nusantara Sejahtera (34.776%), Magic Alliance Labuan Limited (15.692%), Telkom Indonesia (14.600%), The Bank of New York Mellon (6.485%), AT&T, Inc (2.417%), lain-lain (26.030%).[2]

Hingga saat ini satelit PSN masing bergantung dengan satelit milik pemerintah seperti Palapa C1 dan Palapa C2.[3] Namun, berdasarkan kontrak tertanggal 29 Oktober 2014, PSN bekerjasama dengan Space System / Loral (SSL) meluncurkan satelit PSN VI yang akan diluncurkan pada awal di 2017 pada slot orbit 146, Bujur Timur menggantikan satelit PSN VR.[4] Satelit tersebut diperkirakan akan melayani selama 15 tahun atau lebih.[5] Satelit PSN VI adalah satelit yang dibeli dari Boeing Satellite Systems International sehingga satelit yang diberi nama PSN VI itu sebenarnya adalah produk Boeing seri Boeing 702SP. Satelit ini juga memiliki teknologi transponder 38 C-Band dan 18 Ku-Band.[5] Nilai investasi yang digelontorkan untuk investasi tersebut adalah kurang dari US$200 juta dengan biaya dari equity sebesar 30% dan pinjaman dari Bank Exim sebesar 70%.[3]

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Indonesia mencoba membuat satelit dengan ahli gabungan antara PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Dari tahun 1976 hingga tahun 1996, semua satelit milik Indonesia dibuat oleh Hughes Space and Communication Company

Adanya Perkembangan teknologi, memungkinkan berkembangnya teknologi untuk pelayanan telekomunikasi.Salah satu bentuk perkembangan layanan telekomunikasi, yaitu dengan adanya sistem komunikasi satelit. Dimana sistem komunikasi ini memakai layanan satelit untuk berkomunikasi secara global tanpa dibatasi oleh jarak antar benua di dunia.Komunikasi satelit pada saat ini menyediakankapasitas yang sangat besar baik untuk percakapan telepon maupun untuk transmisi video.Selain itu, pemakaian stasiun bumi telah berkurang dari pada dengan pemakaian sistem komunikasi terrestrial

Sistem komunikasi tidak terlepas dari sistem transmisi, karena informasi yang akan dikirimkan harus mempunyai media untuk terjadinya komunikasi atau sering disebut dengan media transmisi. Dan setiap media transmisi memiliki sistem transmisi yang sesuai dengan karakteristik media tramsmisi.Karena hal tersebut maka pada makalah ini akan dibahas mengenai sistem transmisi pada sistem komunikasi satelit

pelayanan telekomunikasi mempunyai peranan yang besar untuk berbagai aspek kehidupan.Contohnya bisnis, perdagangan, rumah tangga, industri dan sebagainya.Agar telekomunikasi dapat berjalan dengan lancar, maka diperlukan sistem komunikasi.Sistem komunikasi dapat berupa sistem komunikasi optic, radio dan terrestrial, serta satelit.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Satelit buatan manusia adalah sputnik 1, diluncurkan oleh soviet pada tanggal 4 oktober 1957, dan memulai program sputnik Rusia, dengan sergei korolef sebagai kepala desain dan kerim-kerimov sebagai asistennya. Peluncuran ini memicu lomba ruang angkasa(space race) antara soviet dan amerika. Sputnik 1membantu mengidentifikasi kepadatan  lapisan atau atmosfer dengan jalan mengukur perubahan orbitnya dan memberikan data dari distribusi signal radio pada lapisan.

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit, yakni satelit alam dan satelit buatan:

  • Satelit Alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya, Bulan adalah satelit alami Bumi.Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingisebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusatgalaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakansatelit alami Matahari.
  • Satelit Buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingibenda lain, misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.[6]

Satelit Pertama Indonesia[sunting | sunting sumber]

Satelit Palapa A1 adalah satelit pertama yang dimiliki oleh Indonesia yang diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976. Satelit Palapa A1 memiliki berat 576 kilogram. Satelit Palapa A1 merupakan buatan Hughes Space and Communication Company, sebuah perusahaan Amerika Serikat yang sejak tahun 2000 telah diakuisisi oleh Boeing dan bergabung menjadi Boeing Satellite Development Center. Dari tahun 1976 hingga tahun 1996, semua satelit milik Indonesia dibuat oleh Hughes Space and Communication Company.

Indonesia mencoba membuat satelit dengan ahli gabungan antara PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Setelah menghabiskan waktu selama 10 bulan dan biaya sekitar Rp 725 juta, sebuah satelit nano yaitu satelit yang berukuran kecil serta memiliki bobot antara 1 hingga 10 kilogram, dan diberi nama INASAT-1 (Indonesia Nano Satelit-1) berhasil dibuat. Tetapi sayangnya, satelit ini tidak pernah diluncurkan ke orbit dan belum diketahui pasti alasannya.[7]

Setahun kemudian, LAPAN dari Indonesia dan TU Berlin (Universitas Teknik Berlin) dari Jerman, bekerja sama membuat satelit mikro, sebuah satelit yang memiliki bobot antara 10 hingga 100 kg. Satelit yang diberi nama LAPAN-TUBSAT (singkatan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional – Technical University Berlin Satellite) disebut juga sebagai LAPAN-A1. Satelit yang memiliki berat 57 kilogram ini berhasil diluncurkan pada tanggal 10 Januari 2007 menggunakan roket milik India.

Rencana awalnya, satelit LAPAN-A2 akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2013, tetapi tertunda hingga 28 September 2015 karena harus menunggu ketersediaan dari roket India. Ini merupakan target Indonesia selanjutnya, yaitu memiliki bandar luar angkasa sendiri seperti bandar antariksa Kennedy Space Center di Cape Canaveral (Amerika Serikat), Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan yang digunakan sejak jaman Uni Soviet hingga Rusia sekarang, Jiquan Satellite Launch Center di China, dan Sriharikota di India.

Selain keinginan untuk memiliki bandar antariksa diperlukan juga roket yang bisa dipakai untuk meluncurkan satelit ke luar angkasa. Oleh sebab itu, LAPAN masih memiliki banyak tugas untuk membawa Indonesia bisa mandiri di bidang luar angkasa. Tentu saja perlu dukungan dari pemerintah dalam bentuk anggaran yang lebih banyak untuk LAPAN dan peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan sains. Penduduk Indonesia merupakan yang terbanyak keempat di dunia, tetapi sumber daya manusia di bidang sains yang berhubungan dengan luar angkasa masih sedikit. Semua dimulai tahap demi tahap, setelah peluncuran satelit pertama buatan Indonesia ini, diharapkan makin banyak penduduk Indonesia yang berminat terjun ke bidang antariksa.[8]

Kelemahan Komunikasi Satelit[sunting | sunting sumber]

•Delay propagasi besar.

•Rentan terhadap pengaruh armosfir, dll

•Up Front Cost tinggi: Contoh untuk Satelit GEO: Spacecraft, Ground Segment & Launch   = US $ 200 jt, Asuransi : $ 50 jt.

•Distance insensitive: Biaya komunikasi untuk jarak pendek maupun jauh relatif sama.

•Hanya ekonomis jika jumlah User besar dan kapasitas digunakan secara intensif.[9]

Aplikasi dari Penggunaan Satelit[sunting | sunting sumber]

Telekomunikasi[sunting | sunting sumber]

1. Penghubung telepon global (Global tellecommunication connection)[sunting | sunting sumber]

Jaringan telepon global juga dikenal sebagai Jaringan TeleponSwitch Publik (PPSTN adalah singkatan dari Public Switched TelephoneNetwork atau yang biasa disebut jaringan telpon tetap (dengan kabel).PSTN secara umum diatur oleh standar-standar teknis yang dibuat olehITU-T, dan menggunakan pengalamatan E.163 / E.164 (secara umumdikenal dengan nomor telepon). Public Switched Telephone Network,PSTN ).

2. Penghubung komunikasi untuk di tempat terpencil.[sunting | sunting sumber]

Satelit mampu menyediakan link komunikasi sampai ke komunitasterpencil yang sulit dijangkau oleh sistem komunikasi lain. Tentu saja,sinyal satelit tidak menghiraukan batasan wilayah politik, yang bisamenjadi kelebihan ataupun kekurangan dari sistem komunikasi ini.

3.Global Mobile Communication (GSM)[sunting | sunting sumber]

adalah salah satu standarsistem komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifat terbuka. TeleponGSM digunakan oleh lebih dari satu milyar orang di lebih dari 200 negara.Banyaknya standar GSM ini membuat roaming internasional sangat umumdengan “persetujuan roaming” antar operator telepon genggam. GSMberbeda banyak dengan teknologi sebelumnya dalam pensinyalan dan“channel” pembicaraan adalah digital, yang berarti ia dipandang sebagai sistem telepon genggam generasi kedua (2G). GSM merupakan sebuahstandar terbuka yang sekarang ini dikembangkan oleh 3GPP.

4. Sistem satelit untuk memperluas sistem telepon seluler[sunting | sunting sumber]

Sekarang ini, hanya 15% dari daratan dunia terlayani oleh seluler atauteresterial telefon, sehingga satelit menjadi satu-satunya alternatif bilakabel atau seluler tidak tersedia.

5. Akses internet melalui satelit[sunting | sunting sumber]

Jenis teknologi satelit telah digunakan untuk aplikasi akses Internet,seperti DirectPC di Amerika, Jepang, Kanada, dan beberapa negara diEropa. Kecepatan akses Internet dapat menggunakan kecepatan yangbervariasi antara 64 Kbps sampai 400 Kbps untuk keperluan down-loadingdengan asymmetric IP traffic: transaksi atau file.

6. Satelit Direct to Home (DTH)[sunting | sunting sumber]

Menggunakan teknologi Direct To Home (DTH) sebagai infrastruktur TVLink untuk mengirimkan beratus-ratus program langsung ke rumah-rumahmelalui jaringan satelit.

7. Satellite News Gathering (SNG)[sunting | sunting sumber]

Pelayanan SNG menjadi jenis pelayanan yang populer di antara yangditawarkan oleh operator-operator satelit. Pelayanan SNG ini menyediakankepada para pelanggannya, seperti perusahaan-perusahaan penyiaran TV,pemerintah, untuk memiliki kemampuan yang mobile dalam meliputprogram-program outdoor dan siaran langsung TV (acara berita dan olahraga) maupun untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas komunikasi padakondisi bencana atau darurat. Dalam mengirimkan pelayanan-pelayananSNG, operator-operator satelit dengan cara sederhana menyediakan stasiunbumi portable atau mobile dengan kemampuan sistem audio, percakapantelepon dan video. Satelit-satelit dengan frekuensi-frekuensi pita Ku atauKa memiliki karakteristik yang fleksibel dan portabel disebabkan karenaukuran terminal VSAT mobile nya relatif kecil dan sederhana.

Pentransmisian Sistem Komunikasi Satelit[sunting | sunting sumber]

Sinyal Komunikasi Satelit  menempuh jarak yang sangat jauh tanpa penguatan, konsekuensinya satelit bersifat aktif, mempunyai penguatan sinyal yang on-board. Peralatan berada didaerah yang tidak dihuni manusia (extreme environment = luar angkasa). Perbaikan dapat dianggap mustahil dilakukan setelah satelit diluncurkan ke orbit(baru bisa dilakukan pada orbit LEO)

Satelit komunikasi awalnya digunakan untuk pelengkap sistem kabel jarak jauh (long distance cablesystems),  namun terdapat beberapa perbedaaan di antara kedua sistem tersebut :

§ Long distance cable bersifat point-to-point connections, Komunikasi Satelit bersifat point-to-multipoint / multipoint-to-multi point connections

§ Biaya sistem kabel meningkat dengan pertambahan jarak, biaya link satellite tidak tergantung oleh jarak antar Stasiun bumi.

§ Transmisi satelit dapat mengatasi hambatan fisik dan politik yang tidak dapat dilewati oleh sistem kabel.

§ Satelit dapat menyediakan layanan bagi mobile terminals.[10]

E. Link Budget Sistem Komunikasi Satelit[sunting | sunting sumber]

Link budget adalah kegiatan menghitung dari rencana power yang akan dipancarkan ke satelit dari stasiun bumi untuk mendapatkan suatu nilai C/Ntotaldari suatu link. Dalam perhitungan link budget ini besarnya power yang dipancarkan akan tergantung dari :jenis carrier, ukuran antena penerima, karakteristik satelit, lokasi stasiun bumi dan servis yang diharapkan.Dalam mendesain link budget harus diusahakan supaya penggunaan satelit dapat optimal. Yang dimaksud optimal adalah persentase dari penggunaan banwidth dan power satelit adalah sama.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mendisain link budget adalah :

a).   Antena stasiun bumi

b).   Intermodulasi

c).   Interferensi satelit

d).  Cross polarisasi antenna

e).   Redaman hujan

f).    Loss jarak antara stasiun bumi ke satelit dan sebaliknya

g).   Bandwidth carrier

h).   Pattern coverage satelit (SFD, G/T, EIRP)

i).     Kualitas pelayanan yang diharapkan[11]


Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) Tribun. [Asia.http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/11/20/pasifik-satelit-nusantara-tunjuk-ssl-bangun-satelit-psn-vi "Pasifik Satelit Nusantara Tunjuk SSL Bangun Satelit PSN VI"]. 
  2. ^ (Inggris) Pasifik Satelit Nusantara Industri. "About PSN: Shareholders". 
  3. ^ a b (Inggris) The Jakarta Post. "PSN Spend 220M Expansion". 
  4. ^ (Inggris) Kontan Industri. "PSN Incar Industri Telekomunikasi di Asia Tenggara". 
  5. ^ a b (Inggris) Metro TV News. "PSN Satelit Baru Milik PSN Siap Mengorbit". 
  6. ^ Kuswandi, Wawan. Komunikasi Massa, Sebuah Analisis Media Televisi, Jakarta : Rineka Cipta,1996. Hal 43
  7. ^ [1] http://www.luarangkasa.com/satelit-pertama-indonesia-lapan-a2-telah-diluncurkan/
  8. ^ http://bandung.merdeka.com/halo-bandung/ini-kecanggihan-satelit-buatan-indonesia-yang-dimiliki-lapan-160105n.html
  9. ^ Armando, Ade. Komunikasi Internasional,. Jakarta : UT 2007. Hal 12
  10. ^ http://info.g-excess.com/id/online/satelit-dan-orbitnya.info
  11. ^ Blagy, Shirley. Media Impact.An Introduction to Mass Media, Third Edition. California : Wadsworth Publishing        Company, Belmont, 2000. Hal 15