O-ring

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
O-rings.jpg

O-ring atau O-ring seals adalah komponen berbentuk cincin yang sangat lunak yang terbuat dari bahan alami atau karet synthetic atau plastik. Dalam pemakaianya O-ring biasanya dikompres antara dua permukaan sebagai seal, O-ring sering digunakan sebagai static seal yang fungsinya sama dengan gasket.

Untuk penyekat pada aplikasi yang bertekanan tinggi di atas 5500 kPa (800 psi) sering O-ring ditambahkan dengan back-up ring yang berfungsi untuk mencegah kebocoran yang ditimbulkan oleh adanya celah antara dua permukaan. Pressure back-up ring biasanya terbuat dari bahan plastik yang berfungsi untuk memperpanjang usia O-ring.

Pada saat pemasangan O-ring seal, yakinkan semua permukaan bersih dari kotoran dan debu. Periksa O-ring seal dari kotoran, debu, goresan (screth) dan cacat lainya yang akan menyebabkan kebocoran.

O-ring termasuk dalam kelompok hidrolik. O-ring mempunyai kegunaan sebagai karet penutup di pompa-pompa hidrolik. Kebanyakan di mesin-mesin o-ring rusak dikarenakan kepanasan/kehausan, jadi o-ring tersebut menjadi putus. O-ring adalah benda yang elastis, dan sangat penting bagi mesin industri.

Benda ini mempunyai bentuk bulat seperti gelang-gelang yang sering kita lihat dan warnanya tergantung dari material apa yang digunakan. O-ring dapat kita jumpai di bengkel-bengkel motor/mobil. Sama seperti oil seal, o-ring juga mempunyai berbagai macam ukuran.

O-ring mempunyai ukuran yang berbeda-beda, ukuran o-ring dimulai dari 3 mm (diameternya) sampai ukuran yang paling besar 130,5 mm. O-ring ini juga terbagi dua yaitu o-ring G yaitu huruf G itu yang mempunyai arti diameter luarnya tebal sedangkan o-ring P yaitu huruf P itu yang mepunyai arti diameter luarnya tipis/tidak begitu tebal. O-ring ini dipakai sesuai ukuran yang ingin dipakai.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Untuk memperhalus pengoperasian dan mengurangi keausan, hampir semua gear dan bearing memerlukan pelumasan yang terus menerus. Maka untuk menjaga keberadaan pelumas di sekeliling komponen-komponen yang bergerak dan menjaga agar cairan pelumas tersebut jangan sampai keluar dan menjaga agar kotoran dan debu jangan masuk ke sistem maka diperlukan seal.

Fungsi dari seal yaitu:

  • Menjaga kebocoran pelumas (lubrikasi).
  • Menjaga kotoran dan material lain masuk ke sistem.
  • Memberikan batasan cairan supaya tidak tercampur.
  • Lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak dan tidak bocor.
  • Melapisi permukaan yang tidak rata.
  • Komponen tidak cepat rusak.

Jenis seal[sunting | sunting sumber]

Seal digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. Terdapat dua jenis bentuk seal, yaitu dynamic seal dan static seal. Klasifikasi selengkapnya bisa anda lihat berikut di bawah ini.

Static Seal

Static Seal digunakan pada permukaan yang tidak ada gerakan pada dua permukaan yang dilapisi. Yang termasuk Static seal adalah: O-ring seal, gasket dan liquid gasket, Static O-ring, Metallic gasket, Non metallic gasket dan Sealant.

Dynamic Seal

Dynamic seal dipakai pada komponen yang bergerak antara permukaan satu dengan yang lainya. Sedangkan yang termasuk Dynamic seal adalah: O-ring seals, Lip seals, Duo Cone seals dan packing rings, Radial lip seal, Clearance seal, Ring seal, Face seal, Compression packing, Molded packing dan Diaphragma seal.

Referensi[sunting | sunting sumber]