Nokia Morph

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Pertama kali diluncurkan pada pameran 'The Museum of Modern Art' bertajuk 'Design and The Elastic Mind', perangkat dengan konsep 'Morph' ini menjembatani antara konsep teknologi yang sangat canggih serta berbagai manfaat serta potensinya untuk para pengguna. Konsep terhadap perangkat ini menunjukan perkembangan yang revolusioner yang sedang diekplorasi oleh Nokia Research Center yang bekerja sama dengan Cambridge Nanoscience Centre – teknologi nano yang berpotensi mengubah berbagai macam perangkat dan membuka perkembangan baru.

Conceptmorph.png

Konsep teknologi 'Morph' memungkinkan terciptanya peluang baru dalam perkembangan perangkat teknologi mobile:

  • Desain fleksibel dan transparan yang dibuat dari material khusus yang dibuat begitu menyatu dengan kehidupan keseharian kita.
  • Perangkat dapat melakukan self-cleaning and self-preserving.
  • Perangkat transparan menawarkan dimensi estetika yang sama sekali baru.
  • Built-in solar absorption, ukuran baterai lebih kecil, tapi kapasitas lebih besar dan lebih cepat dalam mengisi ulang tenaga baterai.
  • Diintegrasikan dengan berbagai sensor yang memungkinkan penggunanya untuk banyak mempelajari tentang lingkungan di sekitarnya, mendukung kita untuk mengambil keputusan yang lebih baik.

Perangkat elektronik terintegrasi yang ditunjukan dalam konsep 'Morph' hanya memakai biaya yang sedikit dan mencakup fungsionalitas yang lebih baik dalam ruang yang lebih kecil. Konsep ini akan melepas berbagai aplikasi baru yang dan layanan yang akan memungkinkan kita untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan cara-cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Flexible and Changing Design[sunting | sunting sumber]

Nanotechnology memungkinkan material serta komponen yang digunakan bersifat fleksibel, elastis, transparan, tetapi juga sangat kuat. Fibril proteins digabungkan sehingga membentuk struktur tiga dimensi yang memperkuat struktur elastis yang tipis ini. Konsep dasar struktur yang mendukung perangkat ini diambil dari struktur jaring laba-laba sehingga memungkinkan perangkat untuk berubah bentuk dan menyesuaikan dengan keperluan penggunanya.

Desain yang dapat dilipat dapat menyesuaikan ukurang dengan mudah seperti ukuran saku serta dapat digunakan sebagaimana perangkat tradisional. Ketika tidak dilipat, perangkat ini didesain untuk dapat menampilkan informasi secara lebih terperinci serta dapat melakukan pemasukan input melalui keyboard atau touch pads.

Perangkat elektronik yang terintegrasi, melalui koneksi terhadap sensor, dapat tersambung secara fleksibel. Di samping sisi fleksibilitasnya, material dan komponen yang digunakan memanfaatkan bahan biodegradable yang dapat didaur ulang dengan mudah serta ramah lingkungan.

Self-Cleaning[sunting | sunting sumber]

Nanotechnology juga dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu perangkat membersihkan dirinya sediri atau tahan terhadap kotoran yang dapat menempel pada permukaan perangkat sehingga dapat mengurangi korosi, keausan, dan menambah umur perangkat agar jauh lebih tahan lama. Permukaan yang berstruktur nano seperti 'nanoflowers' yang secara alami tahan terhadap air, kotoran yang dapat menempel, bahkan sidik jari.

Advance Power Source[sunting | sunting sumber]

Nanotechnology memungkinkan permukaan suatu perangkat menjadi sumber energi alami melalui struktur 'nanograss' yang dapat memanfaatkan tenaga surya. Pada saat yang sama, bentuk dari tempat penyimpanaan energi menjadi lebih tipis dan kecil tetapi dengan kapasitas yang padat sehingga dapat menyimpan lebih banyak energi, lebih cepat dalam proses pengisian ulang energi baterai, dan lebih tahan lama terhadap siklus pengisian ulang.

Sensing The Environment[sunting | sunting sumber]

Nanosensors akan mendukung penggunanya untuk dapat memeriksa lingkungan di sekitarnya dengan cara yang sama sekali baru. Pemeriksaan tersebut dapat berupa analisis polusi udara atau memperlihatkan komponen-komponen bio-kimia serta prosesnya. Kemampuan sensor ini dapat membantu kita untuk memantau kualitas kondisi lingkungan kita, atau contoh sederhana seperti mengetahui apakah sayuran yang akan kita makan harus dicuci terlebih dahulu. Kemampuan kita untuk memantau kualitas lingkungan di sekitar kita akan sangat membantu untuk menjaga kualitas diri kita. (H.L 836)

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]