Louis Slotin
| Louis Slotin | |
|---|---|
Louis Slotin, ca 1944 | |
| Lahir | Louis Alexander Slotin 1 Desember 1910 Winnipeg, Manitoba, Kanada |
| Meninggal | 30 Mei 1946 (umur 35) Laboratorium Nasional Los Alamos, Los Alamos, New Mexico, Amerika Serikat |
| Sebab meninggal | Sindrom radiasi akut |
| Makam | Pemakaman Shaarey Zedek |
| Pendidikan |
|
| Pekerjaan | Fisikawan dan ahli kimia |
| Dikenal atas | Pengujian kekritisan pada plutonium, perakitan senjata nuklir dan satuan dolar reaktivitas |
Louis Alexander Slotin (/ˈsloʊtɪn/[1] 1 Desember 1910 – 30 Mei 1946) adalah seorang fisikawan dan kimiawan asal Kanada yang turut ambil bagian dalam Proyek Manhattan. Ia menempuh pendidikan di Universitas Manitoba dan memperoleh gelar Sarjana Sains dan Magister Sains di universitas tersebut. Slotin memperoleh gelar Doktor dalam bidang Kimia dan Fisika di King's College London tahun 1936. Setelahnya, ia bergabung sebagai rekanan peneliti di Universitas Chicago untuk membantu merancang Siklotron.
Pada 1942, Slotin diundang untuk turut berpartisipasi dalam Proyek Manhattan dan selanjutnya melakukan percobaan dengan inti plutonium dan uranium untuk menentukan nilai massa kritisnya. Setelah Perang Dunia II, ia melanjutkan penelitiannya di Laboratorium Nasional Los Alamos di New Mexico. Pada 21 Mei 1946, kecelakaan terjadi karena ia secara tidak sengaja memicu reaksi fisi yang melepaskan semburan radiasi. Slotin dilarikan ke rumah sakit dan meninggal sembilan hari kemudian pada 30 Mei 1946. Ia menjadi korban fatal kedua dalam sejarah dari kecelakaan kekritisan setelah Harry Daghlian, yang meninggal karena kecelakaan yang terkait dengan "Inti iblis" plutonium yang sama tahun sebelumnya.
Slotin dipuji sebagai pahlawan oleh pemerintah Amerika Serikat, karena bereaksi cukup cepat untuk menghentikan reaksi berantai percobaan, mencegah kematian rekan-rekan kerjanya. Namun, beberapa fisikawan berpendapat bahwa perilaku Slotin sebelum kecelakaan terjadi adalah tindakan yang gegabah dan kematiannya seharusnya dapat dicegah. Peristiwa kecelakaan tersebut banyak digambarkan dalam beberapa kisah fiksi dan non-fiksi.
Kehidupan awal
[sunting | sunting sumber]Louis Slotin adalah anak sulung dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Israel dan Sonia Slotin. Orang tuanya adalah pengungsi Yahudi berbahasa Yiddi yang melarikan diri dari pogrom Rusia ke Winnipeg, Manitoba. Ia tumbuh di lingkungan North End di Winnipeg, sebuah wilayah yang sebagian besar penduduknya berasal dari imigran Eropa Timur. Pada masa awal sekolah di Sekolah Dasar Machray hingga masa remaja di Sekolah Menengah Atas St. John, Slotin adalah pelajar yang istimewa dalam hal akademis. Adiknya mengatakan bahwa ia "memiliki intensitas belajar sangat tinggi, yang memungkinkannya belajar dalam waktu lama".[2]
Pada usia 16 tahun, Slotin menempuh pendidikan di Universitas Manitoba untuk mengambil gelar Sarjana Sains. Selama masa kuliahnya, ia menerima Medali Emas Universitas di bidang fisika dan kimia. Pada 1932, Slotin memperoleh gelar Sarjana Sains di bidang Geologi dan gelar Magister Sains pada 1933. Dengan dukungan salah satu mentornya, ia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di King's College London di bawah pengawasan Arthur John Allmand, ketua departemen Kimia yang mengkhususkan diri dalam bidang fotokimia dan elektrokimia terapan.[3]
King's College London
[sunting | sunting sumber]Ketika berkuliah di King's College London, Slotin mengenalkan dirinya sebagai petinju amatir dengan memenangkan kejuaraan tinju amatir kelas bantam di perguruan tinggi tersebut. Kemudian, ia membuat kesan bahwa ia telah berjuang untuk Republik Spanyol dan berlatih menerbangkan pesawat tempur bersama Angkatan Udara Britania Raya.[4] Penulis Robert Jungk dalam bukunya yang bertajuk Brighter than a Thousand Suns: A Personal History of the Atomic Scientists, sebuah sejarah awal Proyek Manhattan, bahwa Slotin "secara sukarela bertugas dalam Perang Saudara Spanyol, karena alasan sensasinya, alih-alih alasan politik. Ia sering berada dalam keadaan bahaya yang ekstrem sebagai penembak anti-pesawat."[5] Dalam sebuah wawancara beberapa tahun kemudian, adiknya, Sam, menyatakan bahwa kakaknya "pergi jalan-jalan ke Spanyol" dan ia "tidak turut ambil bagian dalam perang" sebagaimana yang telah diperkirakan sebelumnya.[2]
Slotin memperoleh gelar Doktor dalam bidang Kimia fisik dari King's College London pada 1936.[4] Ia memenangkan hadiah atas tesisnya yang bertajuk "An Investigation into the Intermediate Formation of Unstable Molecules During some Chemical Reactions." Setelahnya, ia bekerja selama enam bulan sebagai penyelidik khusus di Great Southern Railways di Dublin, yang menguji baterai isi ulang nikel-zinc (Ni-Zn) yang digunakan pada jalur Dublin–Bray.[2]
Karier
[sunting | sunting sumber]Universitas Chicago
[sunting | sunting sumber]Pada 1937, Slotin gagal diterima bekerja di Dewan Riset Nasional Kanada,[6] setelahnya, ia diterima sebagai rekanan peneliti di Universitas Chicago dan memperoleh pengalaman pertamanya dengan kimia nuklir di sana, untuk membantu membangun siklotron pertama di Amerika Serikat bagian tengah.[7] Bekerja sebagai rekanan peneliti, Slotin memperoleh upah yang rendah, hingga ayahnya membantunya selama dua tahun. Sejak 1939 hingga 1940, Slotin berkolaborasi dengan Earl Evans, seorang kepala departemen biokimia di kampus untuk memproduksi radiokarbon (karbon-14 dan karbon-11) dari siklotron.[2] Keduanya juga menggunakan karbon-11 untuk menunjukkan bahwa sel tumbuhan memiliki kapasitas dalam menggunakan karbon dioksida untuk sistesis karbohidrat, melalui fiksasi karbon.[8]
Pada 2 Desember 1942, ketika pengaktifan "Chicago Pile-1", sebuah reaktor nuklir pertama yang dikembangkan oleh Enrico Fermi, Slotin mungkin hadir dalam acara tersebut. Namun, laporan menyatakan sebaliknya.[a] Sepanjang periode ini, Slotin juga berkontribusi pada beberapa makalah di bidang radiobiologi. Keahliannya pada bidang tersebut, menarik perhatian pemerintah Amerika Serikat, hingga ia diundang untuk bergabung ke dalam proyek pengembangan bom atom yang dikenal dengan Proyek Manhattan.[7] Slotin bekerja di bagian produksi plutonium, di bawah Eugene Wigner (kelak peraih nobel) di Universitas tersebut, lalu di Laboratorium Nasional Oak Ridge di Oak Ridge, Tennessee. Kemudian pada Desember 1944, Slotin pindah ke Laboratorium Nasional Los Alamos di New Mexico, untuk bekerja di bagian kelompok bom fisik, yang dikepalai oleh Robert Bacher.[2]
Bekerja di Los Alamos
[sunting | sunting sumber]
Di Los Alamos, pekerjaan Slotin meliputi kegiatan pengujian kekritisan yang berbahaya. Pertama, dalam eksperimen uranium bersama Otto Robert Frisch dan berikutnya dengan biji plutonium. Pengujian kekritisan melibatkan kegiatan yang menguji material fisil agar mendekati kekritisan, untuk memperoleh nilai massa kritisnya.[9] Para ilmuwan mengatakan bahwa kegiatan bermain-main dengan reaksi berantai nuklir, bagaikan "menggelitik ekor naga", mengutip pernyataan fisikawan Richard Feynman, yang membandingkan kegiatan tersebut dengan "menggelitik ekor naga yang sedang tidur".[10][11] Pada 16 Juli 1945, Slotin merakit inti untuk alat peledak atom pertama dalam proyek Trinity, hingga ia dijuluki "empu pembuat senjata Amerika Serikat", karena keahliannya dalam merakit senjata nuklir.[12][13] Slotin memperoleh dua pin penghargaan yang terbuat dari timah dan perak atas karyanya dalam proyek tersebut.[2]
Pada musim dingin 1945–1946, Slotin mengejutkan rekan-rekannya karena tindakannya yang sangat berani dalam melakukan perbaikan instrumen sepanjang 6 kaki (1,8 m) di bawah air, dalam reaktor Grafit X-10 (dikenal dengan Clinton Pile) ketika reaktor tersebut tengah beroperasi, alih-alih menunggu satu hari tambahan, agar reaktor tersebut dapat dinonaktifkan terlebih dahulu. Slotin tidak memakai lencana dosimetri, tetapi diperkirakan ia menerima paparan dosis radiasi sebesar 100 röntgen.[14] Dosis 1 Gy (≈100 röntgen) dapat mengakibatkan mual dan muntah dalam 10% kasus, tetapi umumnya tidak mematikan.[15]
Kematian Harry Daghlian
[sunting | sunting sumber]Pada 21 Agustus 1945, salah satu teman dekat Slotin, asisten laboratorium Harry Daghlian, tengah melakukan pengujian kekritisan, ketika ia secara tidak sengaja menjatuhkan blok serupa batu bata yang terbuat dari tungsten karbida ke inti yang terbuat dari plutonium-galium yang kemudian dijuluki "Inti iblis". Benda ini juga yang kelak merenggut nyawa Slotin.[16] Harry Daghlian yang berusia 24 tahun, terpapar radiasi neutron dengan dosis yang besar. Perkiraan selanjutnya menunjukkan bahwa paparan radiasi tersebut mungkin tidak berakibat fatal, tetapi ia menerima paparan radiasi gama tertunda dan luka bakar radiasi tambahan, ketika ia membongkar tumpukan blok serupa batu bata, untuk menyingkirkan blok tersebut dari inti iblis.[17] Daghlian pingsan sesaat kemudian, karena sindrom radiasi akut dan meninggal 25 hari kemudian di rumah sakit Pangkalan Los Alamos.[18]
Rencana kembali mengajar
[sunting | sunting sumber]Setelah Perang Dunia II, Slotin menunjukkan rasa muak yang semakin besar terhadap keterlibatan dirinya dalam proyek tersebut. Ia berkomentar "Saya telah terlibat dalam percobaan-percobaan Angkatan Laut, yang membuat saya merasa muak."[2] Sayangnya, partisipasi Slotin di Los Alamos tetap dibutuhkan, karena sebagaimana hal yang ia katakan "Saya adalah salah satu dari sedikit orang tersisa di sini, yang berpengalaman dalam merakit bom." Slotin berharap bahwa dirinya dapat melanjutkan tugasnya sebagai pengajar dan melakukan penelitian di bidang biofisika dan radiobiologi di Universitas Chicago. Oleh karenanya, Slotin mulai melatih penggantinya, Alvin C. Graves, untuk mengambil alih perannya di Los Alamos.[2]
Kecelakaan kekritisan
[sunting | sunting sumber]
Pada 21 Mei 1946, Slotin bersama tujuh orang rekannya dalam Laboratorium, melakukan percobaan yang meliputi penciptaan salah satu langkah pertama dari reaksi fisi, dengan menempatkan dua bagian berbentuk setengah bola terbuat dari bahan berilium, yang berfungsi sebagai reflektor neutron di sekitar inti plutonium berdiameter 8,9 cm. Percobaan tersebut menggunakan inti plutonium yang sama dengan yang telah merenggut nyawa Daghlian, kelak disebut dengan "Inti iblis" karena melibatkan dua kecelakaan kekritisan. Slotin meraih bagian atas belahan berilium[17] dengan tangan kirinya melalui lubang seukuran ibu jari pada bagian atas, dan menjaga pemisahan setengah bagian berilium lainnya menggunakan bilah obeng dengan tangan kanannya, serta melepaskan penyendal yang biasanya digunakan dalam percobaan tersebut. Penggunaan obeng bukanlah prosedur yang normal dalam protokol percobaan.[2][13]
Pada pukul 3:20 sore hari, obeng terlepas dan belahan berilium, jatuh menutup inti yang mengakibatkan reaksi kritis cepat dan semburan radiasi keras.[9] Para ilmuwan di dalam ruangan, mengamati cahaya biru yang bersinar melalui ionisasi udara dan merasakan hawa panas. Slotin merasakan rasa asam pada mulutnya dan sensasi terbakar hebat pada lengan kirinya. Ia menyentakkan lengan kirinya ke atas untuk mengangkat belahan berilium yang menutup tersebut dan menjatuhkannya ke lantai, untuk mengakhiri proses reaksi fisi. Slotin telah terpapar radiasi neutron dengan dosis yang mematikan.[2] Pada saat kejadian, lencana dosimetri berada dalam kotak yang terkunci berjarak sekitar 30 m dari lokasi kecelakaan. Menyadari bahwa tidak ada seorangpun yang mengenakan lencana film, "segera setelah kecelakaan terjadi, Dr. Slotin meminta Dr. Raemer E. Schreiber untuk mengambil lencana tersebut dan menempatkannya di rangkaian kekritisan."[17] Respons yang aneh ini, tidak bernilai apapun dalam menentukan berapa dosis aktual paparan radiasi yang diterima oleh orang-orang dalam ruangan dan menempatkan Schreiber dalam "risiko yang besar" atas paparan tambahan. Sebuah laporan kemudian menyimpulkan bahwa paparan radiasi hebat dapat mengakibatkan vertigo dan "tidak dalam kondisi untuk berperilaku rasional."[17] Segera setelah Slotin pergi meninggalkan gedung, ia muntah. Reaksi yang umum akibat paparan radiasi pengion yang sangat kuat. Rekan-rekan Slotin melarikannya ke rumah sakit, tetapi kerusakan akibat terpapar radiasi, tidak dapat dipulihkan.[2]
Enam orang lainnya yang ada dalam ruangan, di antaranya Alvin Cushman Graves, Samuel Allan Kline, Marion Edward Cieslicki, Dwight Smith Young, Theodore P. Perlman dan Prajurit Patrick J. Cleary.[19][20][21][22][23] Pada 25 Mei 1946, empat orang telah keluar dari perawatan di rumah sakit. Dokter Angkatan Darat Amerika Serikat yang bertanggung jawab di rumah sakit pangkalan Los Alamos, Kapten Paul Hagemen, menyatakan bahwa kondisi Slotin, Graves dan Young, "saat ini dalam kondisi yang memuaskan."[23]
Kematian Slotin
[sunting | sunting sumber]Meskipun mendapat perawatan medis yang intensif, Slotin memperoleh banyak tawaran dari sejumlah relawan yang menyumbangkan darahnya untuk transfusi, sementara kondisinya tidak dapat dipulihkan.[2] Slotin menelepon orang tuanya untuk didatangkan dari Winnipeg atas biaya Angkatan Darat Amerika Serikat. Mereka datang hari keempat pascakejadian dan pada hari kelima, kondisi kesehatannya mulai memburuk dengan cepat.[24]
Empat hari berikutnya, Slotin menderita "serangkaian penderitaan akibat trauma paparan radiasi", termasuk diare parah, berkurangnya jumlah urin, tangan yang bengkak, eritema, "lepuh besar pada tangan dan lengan bagian atas", kelumpuhan saluran pencernaan dan gangren. Ia mengalami luka bakar radiasi di sekujur tubuhnya yang digambarkan oleh seorang ahli medis sebagai "terbakar sinar matahari tiga-dimensi". Pada hari ketujuh, Slotin mengalami periode "kebingungan mental". Bibirnya membiru dan ia ditempatkan dalam tenda oksigen, semacam penutup sekujur tubuh dengan intensitas oksigen yang lebih tinggi. Slotin akhirnya mengalami "disintegrasi total fungsi-fungsi tubuhnya" dan berada dalam kondisi koma.[24][25] Slotin meninggal dunia pada 30 Mei 1946, pukul 11:00 pagi, di hadapan orang tuanya.[26] Ia dimakamkan di Pemakaman Shaarey Zedek, Winnipeg pada 2 Juni 1946.[2]
Kematian dan cedera lainnya
[sunting | sunting sumber]Setelah kematian Slotin, rekan-rekannya yang lain, Graves, Kline dan Young, tetap berada dalam perawatan di rumah sakit.[27] Graves yang berdiri paling dekat dengan Slotin, juga mengalami sindrom radiasi akut dan dirawat di rumah sakit hingga beberapa minggu. Graves dapat kembali pulih, meskipun ia menderita masalah neurologi dan penglihatan yang kronis. Rekannya yang lain, Young, juga menderita sindrom radiasi akut, tetapi dapat kembali pulih. Pada 28 Januari 1948, Graves, Kline dan Young meminta kompensasi atas kerugian yang dideritanya atas peristiwa kecelakaan tersebut. Graves memperoleh klaim senilai $3,500.[28]

Tiga orang yang berada dalam ruangan pada saat terjadinya insiden, meninggal dunia karena kondisi yang diketahui disebabkan oleh paparan radiasi. Graves meninggal dunia karena serangan jantung 19 tahun kemudian pada usia 55 tahun.[29] Cieslicki meninggal 19 tahun pascakejadian karena leukimia mieloid akut, pada usia 42 tahun dan Young meninggal karena menderita anemia aplastik dan endokarditis infektif pada lapisan jantung, 29 tahun pascakejadian pada usia 83 tahun. Beberapa kematian, mungkin disebabkan oleh akibat dari peristiwa kecelakaan tersebut. Seorang konsultan di Laboratorium Ilmiah Los Alamos, Louis Hempelman. M.D, meyakini bahwa tidak mungkin untuk menetapkan hubungan kausal antara insiden dengan kematian yang spesifik, dari sampel yang kecil.[19] Ia menyatakan pendapatnya ini dalam sebuah laporan yang tersedia untuk publik, memuat informasi medis personal yang sebelumnya ia tolak untuk diberikan kepada Cieslicki selama masa tahap akhir dari penyakitnya.
Pembuangan inti
[sunting | sunting sumber]Inti plutonium yang mengakibatkan kecelakaan kekritisan, dimaksudkan untuk digunakan dalam detonasi Able dari serangkaian pengujian senjata nuklir dalam Operasi Crossroads. Percobaan yang dilakukan Slotin, dikatakan sebagai uji coba terakhir sebelum detonasi inti dan dimaksudkan sebagai peragaan akhir kemampuannya dalam mencapai titik kritis.[30] Pascakecelakaan, diperlukan waktu untuk inti menurunkan radioaktivitasnya. Oleh karenanya, pengujian ketiga dari serangkaian pengujian senjata nuklir yang diberi nama sementara Charlie, dijadwalkan ulang. Namun, pengujian Charlie ini akhirnya dibatalkan, karena tingkat radioaktivitas yang tidak terduga dalam pengujian Baker yang dilakukan di bawah air dan ketidakmampuannya dalam mendekontaminasi target kapal perang. Inti ini akhirnya dilelehkan (dilebur) dan materialnya didaur ulang untuk digunakan pada inti lain.[24]
Dosis Radiasi
[sunting | sunting sumber]
Dosis radiasi yang diterima oleh para ilmuwan dalam dua kecelakaan kekritisan tersebut, sebagian besar tidak diketahui secara akurat. Sebagian besar dosisnya disebabkan oleh paparan radiasi neutron, yang tidak dapat diukur oleh alat dosimetri pada saat itu. Lencana film yang tersedia, tidak digunakan oleh para ilmuwan, termasuk lencana-lencana yang seharusnya ditempatkan di bawah meja, bila terjadi kecelakaan seperti ini, juga tidak ditemukan. Lencana-lencana yang tergantung di dinding, memberikan informasi yang berguna tentang radiasi sinar gama.[17]
Perkiraan "tentatif" tentang dosis paparan radiasi pada insiden tersebut, dibuat pada 1948, berdasarkan asumsi-asumsi yang beberapa di antaranya diketahui tidak tepat. Karena tidak tersedianya lencana dosimetri individu yang dikenakan oleh para ilmuwan, para penulis studi tentang insiden tersebut, mengandalkan pengukuran aktivasi natrium dalam sampel darah dan urin korban sebagai sumber data utama. Aktivasi ini kemungkinan disebabkan oleh parapan radiasi neutron, tetapi mereka mengonversinya menjadi "dosis ekuivalen" radiasi sinar gama atau sinar-X. Mereka menyimpulkan bahwa Daghlian dan Slotin mungkin menerima dosis paparan radiasi yang setara dengan 290 rem (2,9 Sv) dan 880 rem (8,8 Sv), masing-masing dari sinar gama. Perkiraan minimum dan maksimumnya, bervariasi sekitar 50% hingga 200% dari nilai tersebut. Para penulis juga mengalkulasikan "dosis ekuivalen" atas campuran 80 sinar-X keV dan sinar gama, yang diyakini memberikan gambaran paparan radiasi yang lebih realistis daripada paparan "dosis ekuivalen sinar gama". Dalam peragaan ini, "dosis ekuivalen" sinar-X, jauh lebih tinggi, tetapi akan terkonsentrasi ke jaringan tubuh yang menghadap ke sumber, sedangkan komponen sinar gama, menembus seluruh tubuh. Dosis ekuivalen yang diterima Slotin diperkirakan 1,930 R (Röntgen) sinar-X dengan 114 R sinar gama, sementara dosis ekuivalen yang diterima Daghlian diperkirakan 480 R sinar-X dengan 110 R sinar gama.[17] Radiasi 500 rem (Röntgen Equivalent Man), umumnya merupakan paparan radiasi yang fatal bagi manusia.[24]
Pada zaman modern, dosimetri dilakukan dengan cara yang berbeda. Dosis ekuivalen tidak akan dilaporkan dalam satuan Röntgen. Dosis tersebut akan dikalkulasikan dengan bobot faktor-faktor yang berbeda dan dosis tersebut tidak dianggap relevan terhadap sindrom radiasi akut, seperti dosis yang terserap. Dokumen-dokumen terbaru telah memberikan berbagai interpretasi mengenai dosis paparan yang diterima Slotin, yang berkisar dari 287 rad (2,87 Gy)[14] hingga 21 sievert (2.100 rem).[31] Berdasarkan kutipan-kutipan dan alasan pendukungnya, perkiraan yang paling dapat diandalkan adalah memo Los Alamos tahun 1978 yang menyatakan 10 Gy (n) + 1,14 Gy(γ) untuk Slotin dan 2 Gy(n) + 1,1 Gy(γ) untuk Daghlian.[32] Dosis tersebut, sesuai dengan gejala-gejala yang dialami oleh keduanya.[19]
Peninggalan
[sunting | sunting sumber]Setelah peristiwa kecelakaan tersebut, Los Alamos menghentikan seluruh pekerjaan perakitan kekritisan yang dilakukan secara langsung. Selanjutnya, pengujian kekritisan inti fisil dilakukan menggunakan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh, dengan operator yang ditempatkan pada jarak aman, untuk mencegah terjadinya kecelakaan.[33]
Pada 14 Juni 1946, seorang rekanan editor Los Alamos Times, Thomas P. Ashlock, menulis puisi berjudul "Slotin – A Tribute":
May God receive you, great-souled scientist!
While you were with us, even strangers knew
The breadth and lofty stature of your mind
Twas only in the crucible of death
We saw at last your noble heart revealed.[2]
Berita resmi yang dirilis pada saat itu menyatakan bahwa Slotin dengan cepat menyingkirkan belahan atas berilium adalah seorang pahlawan, yang mengakhiri reaksi berantai dan melindungi tujuh ilmuwan lainnya di dalam ruangan tersebut. "Reaksi Dr. Slotin yang cepat dengan risiko langsung terhadap dirinya sendiri, mencegah perkembangan yang lebih serius dari percobaan yang tentunya akan mengakibatkan kematian tujuh orang bersamanya, juga cedera serius pada orang lain di sekitarnya."[2] Penafsiran cerita peristiwa tersebut, didukung oleh Graves, yang berdiri paling dekat dengan Slotin ketika insiden tersebut terjadi.[22] Seperti Slotin, Graves menunjukkan perhatian yang rendah terhadap bahaya keselamatan nuklir, kemudian menuduh risiko peluruhan nuklir "dibuat-buat, dalam pikiran orang-orang lemah dan berpura-pura sakit."[22] Saksi lain, Schreiber menyatakan bahwa Slotin menggunakan prosedur yang tidak tepat dan tidak aman, sehingga membahayakan orang lain dalam laboratorium bersamanya. Robert B. Brode telah melaporkan desas-desus mengenai hal tersebut pada 1946.[2]
Kecelakaan Slotin diilustrasikan dalam film dokudrama tahun 1947, bertajuk The Beginning or the End, ketika seorang ilmuwan perakit bom yang ditujukan untuk pengeboman Hiroshima, meninggal dunia setelah bersentuhan dengan bahan radioaktif.[34] Cerita ini dikisahkan kembali dalam novel fiksi karya Dexter Masters tahun 1955 bertajuk The Accident, berkisah tentang hari-hari terakhir kehidupan seorang ilmuwan nuklir yang menderita sindrom radiasi akut.[35][36] Penggambaran tentang kecelakaan kekritisan tersebut juga termasuk dalam film tahun 1989, bertajuk Fat Man and Little Boy, ketika John Cusack memerankan tokoh fiksi bernama Michael Merriman, berdasarkan kisah Slotin. Gambaran mengenai Slotin juga ditampilkan dalam sebuah drama yang disutradarai oleh David P. Moore tahun 2001, bertajuk Louis Slotin Sonata.[10][37]
Pada 1948, rekan-rekan Slotin di Universitas Chicago dan Los Alamos memprakarsai penggalangan Dana Peringatan Louis A. Slotin, untuk kuliah fisika yang diberikan oleh para ilmuwan terkemuka, di antaranya Robert Oppenheimer, Luis Walter Alvarez dan Hans Bethe. Penggalangan dana ini bertahan hingga 1962.[2] Pada 2002, untuk menghormati Slotin, sebuah asteroid yang ditemukan tahun 1995, dinamakan "12423 Slotin".[38]
Pada tahun 2025, eksperimen dan kecelakaan Louis Slotin ditampilkan dalam sebuah film pendek bertajuk "The Demon Core" yang disutradarai oleh J. Zachary Thurman.[39]
Satuan dolar reaktivitas
[sunting | sunting sumber]Menurut Weinberg dan Wigner,[40] Slotin adalah orang pertama yang mengusulkan nama "Dolar" untuk satuan interval reaktivitas antara kekritisan tertunda dan mendekati kritis cepat. 0 adalah titik mandiri reaksi berantai, dolar adalah titik ketika neutron dilepaskan secara perlahan, neutron-neutron yang tertunda, tidak lagi diperlukan untuk mendukung reaksi berantai dan memasuki medan yang disebut dengan "kekritisan cepat". Reaktor nuklir yang stabil, beroperasi antara 0 dan satu dolar, penyimpangan dan bahan peledak nuklir beroperasi di atas satu dolar. Satu per seratus bagian dari dolar, disebut dengan sen.[41] Ketika berbicara tentang kejadian kekritisan cepat, beberapa pengguna merujuk kepada sen yang "terlalu kritis", sebagai satuan relatif.[42]
Catatan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Pada 1962, sebuah dokumen dari Universitas Chicago menyatakan bahwa Slotin "hadir dalam acara tanggal 2 Desember 1942, ketika sekelompok ilmuwan Laboratorium Metalurgi ('Met Lab') yang bekerja di bawah mendiang Enrico Fermi, berhasil melakukan reaksi berantai mandiri pertama yang dibuat oleh manusia, dalam tumpukan grafit dan uranium di bawah West Stands of Stagg Field." Rekan Slotin, Henry W. Newson, menyatakan bahwa ia dan Slotin tidak hadir selama percobaan yang dilakukan para ilmuwan tersebut.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Rhodes, Richard; Malenfant, Richard (18 Oktober 2017). The Slotin Accident. AtomicHeritage (dalam bahasa Inggris). YouTube. Diakses tanggal 19 Februari 2024.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Zeilig, Martin (Agustus–September 1995). "Louis Slotin and 'The Invisible Killer'". The Beaver. 75 (4): 20–27. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Mei 2008. Diakses tanggal 28 April 2008.
- ↑ "In memoriam: Arthur John Allmand, 1885–1951". Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions (dalam bahasa Inggris). 47: X001 – X003. 1951. doi:10.1039/TF951470X001. Diakses tanggal 19 Desember 2007.
- 1 2 Anderson, H. L.; A. Novick; P. Morrison (23 Agustus 1946). "Louis A. Slotin: 1912–1946". Science (dalam bahasa Inggris). 104 (2695): 182–183. Bibcode:1946Sci...104..182A. doi:10.1126/science.104.2695.182. PMID 17770702.
- ↑ Jungk, Robert (1958). Brighter than a Thousand Suns: A Personal History of the Atomic Scientists (dalam bahasa Inggris). New York: Harcourt Brace. hlm. 194–196. OCLC 181321. OL 7365842M. ISBN 9780156141505
- ↑ Martin Zeilig (Agustus–September 1995). "Louis Slotin And 'The Invisible Killer'". The Manhattan Project Heritage Preservation Association, Inc. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Januari 2013. Diakses tanggal 13 Mei 2012.
- 1 2 "science.ca Profile: Louis Slotin". GCS Research Society. 7 November 2007. Diakses tanggal 21 November 2007.
- ↑ "Earl Evans, 1910–1999" (dalam bahasa Inggris). University of Chicago Medical Center. 5 Oktober 1999. Diakses tanggal 20 Desember 2007.
- 1 2 Martin, Brigitt (Desember 1999). "The Secret Life of Louis Slotin 1910–1946". Alumni Journal of the University of Manitoba. 59 (3). Diarsipkan dari asli tanggal 7 Oktober 2007. Diakses tanggal 22 November 2007.
- 1 2 Weber, Bruce (10 April 2001). "Theater Review; A Scientist's Tragic Hubris Attains Critical Mass Onstage". The New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 12 November 2007.
- ↑ Shepherd-Barr, Kirsten; Lustig, Harry (November–Desember 2002). "Science as Theater: The Slip of the Screwdriver". American Scientist (dalam bahasa Inggris). 90 (6): 550–555. Bibcode:2002AmSci..90..550S. doi:10.1511/2002.6.550.
- ↑ Durschmied, Erik (2003). Unsung Heroes: The Twentieth Century's Forgotten History-Makers (dalam bahasa Inggris). London: Hodder & Stoughton. hlm. 245. ISBN 0340825197
- 1 2 Sullivan, Neil J. (2016). The Prometheus Bomb: The Manhattan Project and Government in the Dark (dalam bahasa Inggris). Lincoln: University of Nebraska Press. hlm. 16–17. Diakses tanggal 30 November 2021. ISBN 978-1612348902
- 1 2 Morgan, Karl Ziegler; Peterson, Ken M. (1999). The Angry Genie: One Man's Walk Through the Nuclear Age (dalam bahasa Inggris). University of Oklahoma Press. hlm. 34–35. ISBN 978-0806131221
- ↑ Mettler Jr., Fred A.; Voelz, George L. (16 Mei 2002). "Major Radiation Exposure – What to Expect and How to Respond" (PDF). New England Journal of Medicine (dalam bahasa Inggris). 346 (20): 1554–1561. doi:10.1056/NEJMra000365. PMID 12015396. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 26 Februari 2013. Diakses tanggal 15 November 2012.
- ↑ Newtan, Samuel Upton (2007). Nuclear War I and Other Major Nuclear Disasters of the 20th Century (dalam bahasa Inggris). Bloomington, Indiana: AuthorHouse. hlm. 67. ISBN 978-1425985103
- 1 2 3 4 5 6 Hoffman, Joseph G. (26 Mei 1948). Radiation Doses in the Pajarito Accident of May 21, 1946 (PDF) (Report) (dalam bahasa Inggris). Los Alamos Scientific Laboratory. LA-687. Diakses tanggal 30 Mei 2012.
- ↑ Sullivan 2016, hlm. 16
- 1 2 3 Hempelman, Louis Henry; Lushbaugh, Clarence C.; Voelz, George L. (19 Oktober 1979). What Has Happened to the Survivors of the Early Los Alamos Nuclear Accidents? (PDF). Conference for Radiation Accident Preparedness. Oak Ridge: Los Alamos Scientific Laboratory. LA-UR-79-2802. Diakses tanggal 5 Januari 2013. There have been five studies done of the amount of radiation each person involved received in the accident; these are the latest, dated 1978, from a table in this reference.
- ↑ Calloway, Larry (Juli 1995). "Nuclear Niaveté" (PDF). Albuquerque Journal (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 Februari 2005. Diakses tanggal 31 Mei 2025.
- ↑ Pace, Eric (31 Desember 1998). "R.E. Schreiber, 88, Nuclear Bomb Physicist". The New York Times (dalam bahasa Inggris).
- 1 2 3 Welsome, Eileen (1999). The plutonium files (dalam bahasa Inggris). New York: Delacorte Press. hlm. 184. ISBN 0385314027
- 1 2 "Four injured men out of hospital, Louis Slotin (radiation exposure) (1948) – on Newspapers.com". Albuquerque Journal (dalam bahasa Inggris). 26 Mei 1946. hlm. 4. Diakses tanggal 3 April 2016.
- 1 2 3 4 Wellerstein, Alex (21 Mei 2016). "The Demon Core and the Strange Death of Louis Slotin". The New Yorker (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 Mei 2014.
- ↑ Chris Austill, ed. (1983). Decision-Making in the Nuclear Age (dalam bahasa Inggris). Weston, Massachusetts: Halcyon Press. hlm. 353. OCLC 9778139.
- ↑ "Atomic injuries fatal to scientist Louis Slotin (radiation) (1948) – on Newspapers.com". Albuquerque Journal (dalam bahasa Inggris). 31 Mei 1946. hlm. 1. Diakses tanggal 3 April 2016.
- ↑ "Atomic injuries fatal to scientist, Louis Slotin (radiation) (1948) 2 – on Newspapers.com". Albuquerque Journal (dalam bahasa Inggris). 31 Mei 1946. hlm. 2. Diakses tanggal 3 April 2016.
- ↑ "Kline, Graves & Perlman seek compensation for radiation exposure (1948) – on Newspapers.com". Albuquerque Journal (dalam bahasa Inggris). 29 Januari 1948. hlm. 5. Diakses tanggal 3 April 2016.
- ↑ Clifford T. Honicker (19 November 1989). "America's Radiation Victims: The Hidden Files". The New York Times (dalam bahasa Inggris).
- ↑ Miller, Richard L. (1991). Under the Cloud: The Decades of Nuclear Testing (dalam bahasa Inggris). The Woodlands, Texas: Two Sixty Press. hlm. 69, 77. OCLC 13333365. ISBN 0029216206
- ↑ "LA-13638 A Review of Criticality Accidents" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Los Alamos National Laboratory. Mei 2000. hlm. 74–76. Diakses tanggal 5 Desember 2007.
- ↑ Lawrence, James N. P. (6 Oktober 1978). Internal Memorandum on Los Alamos Criticality Accidents, 1945–1946, Personnel Exposures (Report) (dalam bahasa Inggris). Los Alamos Scientific Laboratory. H-l-78.
- ↑ Jungk 1958, hlm. 302.
- ↑ Jungk 1958, hlm. 194–196.
- ↑ Schonberg, Harold C (6 Januari 1989). "Dexter Masters, 80, British Editor; Warned of Perils of Atomic Age". The New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 November 2007.
- ↑ Badash, Lawrence; Hirschfelder, Joseph O.; Broida, Herbert P. (1980). Reminiscences of Los Alamos, 1943–1945 (dalam bahasa Inggris). Dordrecht, Netherlands: D. Reidel Publishing Company. hlm. 98–99. ISBN 9027710988
- ↑ Berson, Misha (21 September 2006). "Louis Slotin Sonata: Tumultuous and bubbling drama". The Seattle Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 16 November 2007.
- ↑ "12423 Slotin (1995 UQ16)" (dalam bahasa Inggris). Jet Propulsion Laboratory. Diakses tanggal 8 Mei 2012.
- ↑ "Projects - Sloan Science & Film". scienceandfilm.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 Juni 2025.
- ↑ Weinberg, Alvin M.; Wigner, Eugene P. (1958). The physical theory of neutron chain reactors (dalam bahasa Inggris). University of Chicago Press (dipublikasikan 1959). hlm. 595. OCLC 256092933. OL 16251812M. ISBN 0-2268-8517-8
- ↑ Paxton, Hugh C. (Maret 1983). Amaden, Dorothy C. (ed.). "A History of Critical Experiments at Pajarito Site" (PDF). Atomic Traveler (dalam bahasa Inggris). Laboratorium Nasional Los Alamos. Diakses tanggal 1 Juni 2025.
- ↑ Mclaughlin, Thomas P.; Frolov, Vladimir V. (Mei 2000). "la-13638.pdf" (PDF). ORAU - Museum of Radiation and Radioactivity (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 24 Maret 2024. Diakses tanggal 4 Juli 2004.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) Louis P. Slotin – The Manhattan Project Heritage Preservation Association
- (Inggris) Louis Slotin, profile – GCS Research Society
- (Inggris) The Secret Life of Louis Slotin Diarsipkan 27 November 2021 di Wayback Machine. – Canadian Nuclear Society
- (Inggris) Louis Slotin di Find a Grave
- (Inggris) Guide to the Louis Slotin Memorial Fund Records 1946–1962 at the University of Chicago Special Collections Research Center