Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tampilan depan situs LAPOR!
Tampilan depan situs web LAPOR!
BahasaIndonesia
PemilikUnit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan
PenciptaArkka Dhiratara Yoyok Heru Suprapto
Situs weblapor.ukp.go.id
KomersialTidak
Daftar akunIndonesia
StatusAktif

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (disingkat LAPOR!) adalah aplikasi media sosial pertama di Indonesia yang melibatkan partisipasi publik dan bersifat dua arah, sehingga dalam aplikasi ini masyarakat dapat berinteraksi dengan pemerintah secara interaktif dengan prinsip mudah dan terpadu untuk pengawasan pembangunan dan pelayanan publik.[1]

Aplikasi ini adalah sebuah inisiatif dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) dalam rangka menyediakan sarana pengaduan yang terpadu dan mudah diakses bagi seluruh masyarakat Indonesia. Berbasis media sosial, layanan ini ditujukan untuk meningkatkan interaksi antara masyarakat dengan pemerintah. LAPOR! juga dilengkapi dengan berbagai fitur guna mendorong ketuntasan setiap laporannya.

Layanan ini telah terhubung dengan 67 instansi pemerintah yang terdiri dari seluruh kementerian, sejumlah lembaga non-kementerian, dan pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah pemerintah daerah pertama dan disusul dengan Pemerintah Kota Bandung yang terhubung dengan layanan ini dan sudah melakukan sosialisasi.[2][3][4] Hingga Oktober 2013, telah terdaftar lebih dari 225.000 pengguna LAPOR! dengan rata-rata 1.435 pengaduan yang diterima per harinya.[5]

Cara kerja[sunting | sunting sumber]

Masyarakat umum dapat mengirimkan laporan pada LAPOR! melalui berbagai media termasuk website, SMS 1708 dan juga aplikasi mobile untuk Blackberry serta Android. Laporan tersebut harus diverifikasi oleh administrator LAPOR! untuk kejelasan dan kelengkapan, dan selanjutnya dilimpahkan kepada intansi kementerian/lembaga terkait paling lambat 3 hari kerja setelah pelaporan dilakukan.

Instansi kementerian/lembaga diberikan waktu selama 5 hari kerja untuk melakukan koordinasi internal dan perumusan tindak lanjut dari pelaporan yang diberikan oleh masyarakat umum. Apabila sudah ada rumusan tindak lanjut, maka instansi Kementerian/Lembaga dapat menginformasikannya pada halaman tindak lanjut laporan.

Laporan dianggap selesai apabila sudah terdapat tindak lanjut dari instansi Kementerian/Lembaga pada laporan, dan telah berjalan 10 hari kerja setelah tindak lanjut dilakukan tanpa adanya balasan dari pelapor maupun administrator LAPOR! di halaman tindak lanjut.

Fitur[sunting | sunting sumber]

  1. Tracking ID LAPOR!.[6] Tracking ID LAPOR! merupakan sebuah kode unik yang secara otomatis melengkapi setiap laporan yang dipublikasikan pada situs LAPOR!. Tracking ID dapat digunakan pengguna untuk melakukan penelusuran atas suatu laporan.
  2. Anonim dan Rahasia.[6] Fitur anonim tersedia bagi pelapor untuk merahasiakan identitasnya, sedangkan fitur rahasia dapat digunakan untuk membatasi akses atas laporan hanya bagi pelapor dan instansi terlapor. Kedua fitur ini dapat digunakan untuk pelaporan isu-isu sensitif dan sangat pribadi.
  3. Peta dan Kategorisasi.[7] Setiap laporan dapat dilabeli dengan dengan lokasi geografis, topik, status ketuntasan laporan, dan institusi terkait sehingga pemerintah maupun masyarakat dapat memonitor isu dengan berbagai skala dan sudut pandang. Peta LAPOR! dipergunakan sebagai pusat informasi banjir pada saat bencana banjir besar Jakarta pada tahun 2012.[5] Pada saat itu Peta LAPOR! menjadi rujukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan masyarakat umum dalam rangka penyaluran bantuan kepada para korban.
  4. Opini Kebijakan.[8] Fitur ini dapat digunakan oleh instansi pemerintah yang terhubung sebagai sarana jajak pendapat masyarakat. Beberapa jajak pendapat yang telah dilakukan melalui fitur ini di antaranya tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan Rencana Implementasi Kurikulum Baru Pendidikan 2013.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  1. Peraih tiga besar nominasi Government Web Award dalam Bubu Awards v.08, Juni 2013.[9]
  2. Menjadi salah satu inisiatif terbaik dunia yang dipresentasikan dalam ajang Konferensi Pemerintahan Terbuka 2013 di London.[5][10]

Program magang[sunting | sunting sumber]

Program magang dibuka setiap tiga bulan bagi mahasiswa tingkat akhir maupun baru saja lulus. Program magang ditujukan agar mahasiswa dapat mengenal berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan publik di berbagai daerah di Indonesia sekaligus terlibat langsung untuk membantu penyelesaiannya melalui LAPOR!. Selama masa program magang, peserta dilibatkan secara efektif untuk mempelajari tata kelola sistem LAPOR! sekaligus memberikan ide-ide baru untuk pengembangannya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Wry (19 Oktober 2013). "Pemerintah Kota Bandung Luncurkan Program Layanan "LAPOR"". Sinarpaginews.com. Diakses tanggal 4 Januari 2014. 
  2. ^ "DKI Gandeng UKP4 Tanggapi Pengaduan Masyarakat". jakarta.go.id. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 18 April 2013. Diakses tanggal 7 Januari 2013. 
  3. ^ Dinas, Komunikasi dan Informatika (27 September 2013). "Sosialisasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat". bandung.go.id. Pemerintah Kota Bandung. Diakses tanggal 4 Januari 2013. 
  4. ^ Tya Eka Yulianti (18 Oktober 2013). "Cara Mudah Adukan Keluhan dan Masalah di Bandung Lewat LAPOR!". detiknews.com. Diakses tanggal 4 Januari 2014. 
  5. ^ a b c Dhiratara, Arkka. "A Spotlight on an OGP Bright Spot: Arkka Dhiratara". opengovpartnership.org. Diakses tanggal 2013-01-03. 
  6. ^ a b "Petunjuk Penggunaan LAPOR!". lapor.ukp.go.id. LAPOR!. Diakses tanggal 8 Januari 2013. 
  7. ^ "Peta Laporan". lapor.ukp.go.id. LAPOR!. Diakses tanggal 8 Januari 2013. 
  8. ^ "Opini Kebijakan LAPOR!". lapor.ukp.go.id. LAPOR!. Diakses tanggal 8 Januari 2013. 
  9. ^ Putra, Julian Sukmana. "Looking For The Next Big Thing In Indonesia's Digital Industry". techinasia.com. Diakses tanggal 2013-01-03. 
  10. ^ Hasan, Munyema. "Indonesia Soliciting Citizen Feedback on Public Services" (pdf). opengovpartnership.org. Diakses tanggal 2013-01-03. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]