Konsekuensi tanpa tujuan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sebuah wilayah erosi di Australia yang disebabkan oleh kelinci-kelinci, sebuah konsekuensi tanpa tujuan dari pengenalannya sebagai hewan-hewan buruan.

Dalam ilmu sosial, konsekuensi tanpa tujuan (terkadang konsekuensi tanpa antisipasi atau konsekuensi tanpa diperkirakan) adalah hasil dari tindakan yang tak ditujukan atau diperkirakan. Istilah tersebut dipopulerisasikan pada abad kedua puluh oleh pakar sosiologi Amerika Serikat Robert K. Merton.[1]

Catatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]