Kitchen Princess

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kitchen Princess adalah Shoujou Manga karya Miyuki Kobayashi dan digambar oleh Natsumi Ando. Karya ini sudah dimuat di Nakayoshi tahun 2006 sampai sekarang.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Najika Kazami, seorang gadis kelas 1 SMP yang tinggal di panti asuhan 'Lavender House', Hokkaido. Lavender House adalah tempat di mana anak-anak yang telah kehilangan orangtuanya atau tidak dapat tinggal bersama orangtuanya karena suatu sebab tinggal bersama pengasuh di Lavender House, Nenek Hagio. Najika digambarkan sebagai gadis yang periang, suka makan, dan pintar memasak. Ia tinggal di Lavender House karena ia kehilangan orangtuanya karena kecelakaan kapal. 6 tahun yang lalu, saat ia pertama kali masuk ke Lavender House akibat meninggalnya kedua orang tuanya dalam kecelakaan kapal, ia hampir tenggelam di sungai kecil. Namun, untungnya ia diselamatkan oleh seorang anak lelaki yang tak dikenalnya. Anak itu kemudian memberi Najika sebuah puding sebagai hiburan lalu pergi. Najika yang tak sempat berkenalan ingin mengetahui identitas dari anak cinta pertamanya itu yang kemudian ia panggil dengan 'Pangeran Puding', dan satu-satunya petunjuk hanyalah sendok yang diberikan oleh 'Pangeran Puding' itu, dimana bertuliskan 'SeikaGakuen'.
Najika kemudian berhasil mengetahui bahwa SeikaGakuen adalah sebuah sekolah bergengsi di Tokyo. Setelah berhasil masuk ke sekolah tersebut, Najika memikat perhatian banyak orang dengan kemampuan memasaknya yang handal, termasuk Sora Kitazawa sang ketua OSIS dan adiknya Daichi Kitazawa. Akan tetapi seorang gadis cantik bernama Akane Kishida, diam-diam iri dengan keakraban Daichi dengan Najika dan ia pun menimbulkan berbagai masalah pada Najika seperti menjahilinya, bahkan Najika sempat hampir putus asa mengundurkan diri dari sekolah tersebut. Namun, lama kelamaan, hati Akane mulai terbuka terhadap Najika dan mereka menjadi teman baik.
Masih belum menemukan 'Pangeran Puding'-nya, lambat laun Najika mulai menaruh hati pada Sora yang lembut dan baik hati bagai pangeran. Hal ini membuat kesal Daichi, yang memang mulai menyukai Najika, bahkan pernah Daichi menciumnya secara paksa. Sora pun mengaku bahwa ialah sang 'Pangeran Puding' demi mendapatkan Najika. Di tengah cerita, Sora tewas tertabrak mobil. Dan disaat sekarat, Sora mengaku pada Najika bahwa ia bukan 'Pangeran Puding' yang sebenarnya. Depresi dengan kematian Sora, dan ditambah lagi dengan ayah Sora dan Daichi yang merupakan direktur sekolah yang terus menekan Najika, membuat Najika stress dan sempat kehilangan indera pengecapannya. Kemudian datanglah seorang jenius memasak yang bernama Seiya Mizuno. Hal ini membuat Najika amat terkejut karena rupanya yang benar-benar mirip dengan Sora, namun sifatnya benar-benar kebalikan dari Sora. Ia pemaksa, suka menyuruh, dan sombong. Mizuno sudah berkali-kali mencoba mengalahkan Najika namun gagal, dan akhirnya ia mulai naksir pada Najika dan menyatakan perasaannya. Najika yang pada saat itu sudah mulai menyukai Daichi menjadi bingung, karena rasa puding buatan Mizuno amat mirip dengan puding yang diberikan oleh 'Pangeran Puding'-nya dulu. Bagaimanakah kelanjutan kisahnya? Untuk mengetahui cerita lengkapnya, baca buku komik Kitchen Princess. Buku komik Kitchen Princess akan selesai pada buku kesepuluh.

Design Character[sunting | sunting sumber]

  • Kazami Najika: Gadis yatim piatu yang jago masak. Namun tak pernah ia anggap sebagai keahlian. Padahal Najika memiliki keahlian yang luar biasa turunan dari orang tuanya yang merupakan pembuat kue. Hanya dengan sekali makan, ia tak akan melupakan rasa dari makanan tersebut. Suka sekali makan pudding. Ia paling menyukai puding buatan Nenek Hagio, sang ibu panti asuhan yang amat disayanginya. Najika digambarkan sedang dalam pencarian cinta pertamanya yang ia sebut dengan panggilan 'Pangeran Puding'; seorang bocah laki-laki yang pernah menyelamatkannya dari tenggelam sewaktu ia berusia 7 tahun. Ia sempat dijahili dengan beberapa anak di sekolahnya hingga hampir meninggalkan sekolah. Ia suka mengurus sebuah kantin yang ditelantarkan di sekolahnya, kantinFujita. Dan berkat usaha dan kerja keras Najika, kantin tersebut menjadi laku keras dan banyak pelajar yang gemar singgah disana. Najika diam-diam menyukai sang ketua OSIS, Sora Kitazawa. Dan Sora juga mengaku bahwa dirinya adalah sang 'Pangeran Puding'. Setelah Sora tewas dalam suatu kecelakaan mobil, Najika makin tertekan dan setelah ia mengetahui bahwa Sora bukanlah 'Pangeran Puding' yang sebenarnya. Ayah Sora dan Daichi, sang direktur sekolah, menyalahkan Najika atas meninggalnya Sora dan hendak mengusir Najika. Namun, berkat pengorbana Daichi, Najika tetap berada di Seika-Gakkuen.

Najika dikejutkan dengan kedatangan Seiya Mizuno, seorang ahli memasak yang amat mirip dengan Sora. Sikap Mizuno yang sombong dan pemarah selalu membuat Najika kesal, namun akibat rupanya yang mirip dengan Sora membuat Najika selalu salah tingkah di depannya.
Setelah kematian Sora, satu-satunya orang yang menjadi teman terdekatnya adalah Daichi karena hanya Daichi-lah yang nampaknya benar-benar mengerti Najika. Seiring berjalannya waktu, Najika mulai menaruh hati pada Daichi; tetapi, namun karena tampaknya Daichi lebih mementingkan urusan sekolah setelah ia menggantikan jabatan kakaknya, Najika lebih sering menyangkalnya. Ditambah lagi kecurigaan Najika sendiri bahwa Mizuno adalah 'Pangeran Puding' yang dicari-carinya selama ini.

  • Kitazawa Daichi: Orang pertama yang ditemui Najika di Seika Gakuen. Karena bertemunya saat Najika kabur dari asrama dengan memanjat pohon, ia selalu mengejek Najika dengan sebutan monyet. Biarpun kata-katanya pedas, tapi sering membantu Najika. Jago semua olahraga. Hubungan dengan kakaknya kurang baik sejak kematian ibu mereka. Daichi lambat laun menyadari bahwa ia menyukai Najika, namun Daichi tahu bahwa Najika hanya melihat ke arah Sora saja. Daichi pun mencium Najika secara paksa, dimana hal ini membuat hubungan keduanya menjadi agak renggang. Setelah meninggalnya Sora, hubungan Najika dan Daichi membaik dan makin erat, bahkan Najika mulai menyukai Daichi.

Akane, teman sejak kecil Daichi sering menunjukkan tanda-tanda bahwa ia menyukai Daichi. Namun, Daichi menolak perasaannya dan mengatakan bahwa ia akan terus menunggu Najika. Sewaktu pergi ke Hokkaido bersama Daichi dan Sora, lagi-lagi Najika hampir tenggelam di sungai, untungnya Daichi berada di sampingnya dan menyelamatkannya. Najika merasa bahwa genggaman Daichi saat menyelamatkannya, persis dengan genggaman tangan sang Pangeran Puding, sehingga Najika curiga bahwa Daichi-lah sang Pangeran Puding. Namun, Daichi berkata bahwa ia belum pernah ke Hokkaido sebelumnya, Najika pun membuang jauh-jauh kecurigaan tersebut. Di akhir bab 41, Daichi tak sengaja membuka album foto ayahnya dan melihat foto dirinya saat berusia 7 tahun bersama dengan Sora di Hokkaido. Daichi bingung, mengapa ia tak pernah teringat dengan hal tersebut.

  • Kitazawa Sora: Kakak Daichi yang bersikap dewasa. Walaupun hanya beda 2 tahun dengan Daichi, Sora sebenarnya adalah Ketua Osis yang merangkap sebagai direktur sekolah! Sora jugalah yang merekomendasikan Najika ke Seika Gakuen . Di pertengahan cerita dikisahkan bahwa Sora mati.
  • Kishida Akane: Teman sekelas Najika. Model yang sedang naik daun dan juga teman sepermainan Daichi dan Sora. Benci pada Najika karena suka dekat-dekat Daichi. Tapi Akane pernah sekali menolong Najika agar Kantin Fujita tidak bubar. Karena Akane pernah ditolong Najika dari penyakir Anorexia yang dideritanya.
  • Fujita: Pemilik kantin Fujita yang cuek abis. Tapi biar penampilan luarnya dekil, Fujita-san termasuk chief yang hebat. Pernah magang di Etoile selama 2 tahun.Namun pada akhir cerita, lelaki yang akrab di panggil 'Pak Fujita' ini tidak menjelaskan bagaimana riwayat akhir hidupnya seperti motivasinya dalam memasak, apakah akhirnya ia tetap di kantin Fujita saja dan tidak berniat menjadi pattisier terkenal
  • Seiya Mizuno Ahli masak yang direkomendasikan kepala sekolah untuk menggantikan Najika. Lama-kelamaan menyukai Najika dan sempat menyatakan perasaannya.