Ketahanan hayati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Ketahanan hayati, sebagaimana awalnya dikonseptualisasikan, adalah serangkaian tindakan pencegahan yang dirancang untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular pada tanaman dan ternak, hama yang dikarantina, dan organisme hasil modifikasi genetik.[1] Dari tahun 1990-an, dengan menanggapi ancaman terorisme biologis, ketahanan hayatu mulai termasuk pencegahan pencurian bahan biologis dari laboratorium penelitian. Sifat yang muncul dari ancaman ketahanan hayati kedua berarti bahwa risiko skala kecil meledak dengan cepat, sehingga kebijakan yang efektif menjadi tantangan karena ada keterbatasan waktu dan sumber daya yang tersedia untuk menganalisis ancaman dan memperkirakan kemungkinan terjadinya mereka.[2][3]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Koblentz, 2010).
  2. ^ Del Rio Vilas, Alberto (2013-02-01). "An integrated process and management tools for ranking multiple emerging threats to animal health". Preventive Veterinary Medicine. 108 (2–3): 94–102. doi:10.1016/j.prevetmed.2012.08.007. PMID 22954461. 
  3. ^ Jaspersen, Johannes G.; Montibeller, Gilberto (2015-07-01). "Probability Elicitation Under Severe Time Pressure: A Rank-Based Method". Risk Analysis. 35 (7): 1317–1335. doi:10.1111/risa.12357. ISSN 1539-6924. PMID 25850859.