Kecerdasan sosial

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk secara efektif menavigasi dan bernegosiasi dalam interaksi dan lingkungan sosial.[1] Menurut ilmuwan data Ross Honeywill, kecerdasan sosial adalah gabungan dari kesadaran diri dan kesadaran sosial, evolusi keyakinan sosial dan sikap, serta kapasitas dan kemampuan mengelola perubahan sosial yang kompleks.[2] Psikolog Nicholas Humphrey percaya bahwa kecerdasan sosial, bukan kecerdasan kuantitatif, yang mendefinisikan manusia.

Definisi pertama kecerdasan sosial oleh Edward Thorndike pada tahun 1920 adalah "kemampuan untuk memahami dan mengelola laki-laki dan perempuan dan anak perempuan, untuk bertindak bijaksana dalam hubungan manusia".[3] Hal ini setara dengan kecerdasan interpersonal, salah satu jenis kecerdasan yang diidentifikasi dalam teori kecerdasan majemuk Howard Gardner, dan terkait erat dengan teori pikiran.[2] Menurut Sean Foleno, kecerdasan sosial adalah kemampuan seseorang untuk memahami lingkungannya secara optimal dan bereaksi dengan tepat untuk sukses secara sosial.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Honeywill, Ross 2015, The Man Problem: destructive masculinity in Western culture, Palgrave Macmillan, New York.
  2. ^ a b c Ganaie, M.Y (2015). "A Study of Social Intelligence & Academic Achievement of College Students of District Srinagar, J&K, Indi" (PDF). Journal of American Science. 
  3. ^ Thorndike, E.L. (1920). Intelligence and its use. Harper's Magazine, 140, 227-235.,