Kayu akway

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Kulit Batang Kayu Akway (Drymis sp) asal Papua Barat
kulit kayu akway

Tumbuhan akway (Drymis sp) merupakan tanaman perdu yang berada di hutan-hutan tropis primer dan sekunder, tinggi tanaman 1-4 meter, daun berbentuk lonjong dan bagian tepi daun agak licin. Di Indonesia, tanaman ini hanya ada di daerah Papua, terutama di daerah perbukitan Manokwari. Tumbuhan yang secara empiris berfungsi sebagai peningkat stamina yang disebut sebagai kayu akway (Drymis sp) paling banyak digunakan oleh masyarakat suku Arfak Manokwari.[1] Ada tiga jenis Kayu Akway yang telah teruji dan yang biasa digunakan masyarakat Pegunungan Arfak. Pada ketinggian 1200m, 1600m, 2000m dan 2400m dpl (dari permukaan laut), telah berhasil diidentifikasi dan dideskripsikan tiga jenis tersebut, yakni D. Winterii Wine, D. Beccariana Gibbs dan D. Piperita HOOK.[2]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Tumbuhan akway setelah diidentifikasikan pada laboratorium herbarium Universitas Negeri Papua dapat diklasifikasikan ke dalam:

Kingdom : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Sub kelas : Asteridae

Ordo : Canenalles

Family : Winteraceae

Genus : Drymis

Species : Drymis sp

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Tumbuhan Akway dimanfaatkan oleh masyarakat suku Arfak sebagai penambah stamina. Bagian kulit kayunya sering digunakan oleh mereka dengan cara dikikis dan diseduh dengan air panas kemudian diminum atau digigit selama perjalanan jauh untuk meningkatkan daya tahan dan stamina . Bagian kulit kayu akway mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta menyembuhkan sakit di persendian seseorang meski harus berjalan jauh dengan medan yang cukup menantang. kayu akway juga bermanfat untuk meningkatkan kejantanan pria, meningkatkan kesuburan pria, mengurangi nyeri haid, mengatur kehamilan, menjaga stamina tubuh, mengurangi sakit pada sendi, mengatasi penyakit kulit.[3]

Kandungan[sunting | sunting sumber]

Pada bagian kulit kayu dari tanaman kayu akway juga banyak mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Beberapa penelitian tentang senyawa fitokimia penyusun akway telah dilaporkan. Ekstrak etanol kulit kayu akway mengandung senyawa alkaloid, saponin, triterpenoid, flavonoid dan tanin.Berdasarkan hasil analisis kimia menggunakan GC-MS pada ekstrak etanol kulit batang Kayu Akway ditemukan 12 senyawa dengan persentase limpahan 0,57-16,72 %. Senyawa dengan persentase limpahan tertinggi yang ditemukan adalah 7,11- Epoksi isogomakron 16,72%; ,10-Dimetil fenantren (polygodial) 8,12% dan 2,5-Dimetil-3-etilfuran 7,36%.[2]

  1. ^ "10 Manfaat Kayu Akway Papua untuk Kesehatan" (PDF). Manfaat.co.id. 2017-05-22. Diakses tanggal 2020-02-27. 
  2. ^ a b "Kayu Akway | Kayu Akway | Tahan Lama Puaskan Isteri". www.kayuakway.web.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-02-27. 
  3. ^ "kayu akway". Manfaat.co.id. 2017-05-22. Diakses tanggal 2020-02-27.