Karya belas kasih
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Februari 2023) |

Karya-karya Kasih atau Aksi Kasih adalah tindakan dan praktik yang oleh Gereja Katolik Roma dianggap sebagai tuntutan-tuntutan yang seharusnya dipenuhi oleh para umatnya, dan yang juga dikenal sebagai bantuan-bantuan rohani di antara para umat denominasi Kristen lainnya. Karya-karya ini dipercaya sepenuhnya akan nilai rohaninya yang tinggi, mewujudkan kasih ke dalam tindakan, dan oleh karenanya merupakan hal-hal yang diharapkan untuk dilakukan oleh para umat sejauh mereka mampu melaksanakannya, sesuai dengan Beatitudes, "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan" (Injil Matius 5:7). Tindakan-tindakan ini sejalan dengan dua perintah Allah terpenting:
- "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
- Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Seperti kebanyakan prinsip teologi di dalam agama Katolik, mereka dinyatakan di dalam bentuk yang teratur dan berurutan. Terdapat dua kelompok dari karya-karya ini, Karya-karya Kasih Jasmani yang berhubungan denan kebutuhan materi sesama, dan Karya-karya Kasih Rohani. Walaupun tidak didefinisikan secara resmi, konsep-konsep ini juga ada di dalam Gereja Ortodoks Timur.
Karya-karya kasih jasmani
[sunting | sunting sumber]Karya-karya kasih jasmani adalah karya-karya yang menanggapi kebutuhan-kebutuhan jasmani manusia. Cerita moral domba-domba dan kambing-kambing (Injil Matius 25:31-46) merangkum tindakan-tindakan yang berhubungan dengan karya-karya kasih jasmani—walaupun tidak tersusun persis seperti di dalam Kitab Suci—sebagai alasan bagi penyelamatan orang-orang yang berhak untuk diselamatkan, dan sebagai alasan pencampakan orang-orang untuk dikutuk. Karya kasih terakhir, memakamkan jasad orang mati, diambil dari Kitab Tobit.
- Memberi makan orang yang kelaparan
- Memberi minum orang yang kehausan
- Memberi pakaian orang yang telanjang
- Memberi tempat tinggal orang yang tuna wisma
- Mengunjungi orang yang dipenjara
- Mengunjungi orang yang sakit
- Memakamkan jasad orang mati
Karya-karya kasih rohani
[sunting | sunting sumber]Karya-karya kasih rohani memberikan bantuan bagi kebutuhan rohani.
- Memperingatkan para pendosa
- Mengajar orang yang tidak mengerti
- Menasihati orang yang ragu-ragu
- Menghibur orang yang berduka
- Sabar memikul tuduhan palsu
- Memaafkan semua luka akibat pihak lain
- Berdoa bagi semua yang hidup dan yang telah mati
Sifat dasar kewajiban ini
[sunting | sunting sumber]Kewajiban sesungguhnya di tiap kasus sebagian besar bergantung pada tingkatan parahnya keadaanya yang akan dibantu, dan kepasitas atau kondisi seseorang yang berkewajiban membantunya. Terdapat batas-batas yang mudah untuk dikenali dalam perihal pelaksanaan karya-karya kasih jasmani. Demikian juga aturan yang mengatur karya-karya kasih rohani tergantung pada pandangan pribadi individu itu sendiri terhadap faktor-faktor penting yang membentuk suatu kebutuhan rohani.
Bibliografi
[sunting | sunting sumber]- Ralf van Bühren: Die Werke der Barmherzigkeit in der Kunst des 12.–18. Jahrhunderts. Zum Wandel eines Bildmotivs vor dem Hintergrund neuzeitlicher Rhetorikrezeption (Studien zur Kunstgeschichte, vol. 115), Hildesheim / Zürich / New York: Verlag Georg Olms 1998. ISBN 3-487-10319-2
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]