Jurnalisme sastra

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Jurnalisme sastra adalah jenis tulisan jurnalistik yang tekhnik dan gaya penulisannya menggunakan cara yang biasa dipakai dalam karya sastra, misalnya seperti dalam cerpen atau novel. [1] Jurnalistik sastra menyajikan jurnalisme yang lebih menarik dibaca, menyentuh emosi pembaca, dan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai daerah atau tokoh tertentu.[1] Kemunculan jurnalisme sastra ditandai dengan dimulainya gerakan New Journalism di Amerika Serikat.[1] Gerakan ini populer di Amerika Serikat pada tahun 1960 sampai 1970-an. [1] Tulisan-tulisan bercorak jurnalistik sastra mudah ditemukan di media daring, koran dan majalah.[1]

Tom Wolfe mencetuskan gerakan New Journalism yang kemudian melahirkan jurnalisme sastra

Perkembangan Jurnalisme Sastra[sunting | sunting sumber]

Jurnalisme sastra memang berbentuk seperti fiksi, namun tidak termasuk ke dalam kelompok fiksi. [2] Jurnalisme sastra muncul sebagai bagian dari gerakan New Journalism yang dicetuskan oleh Tom Wolfe. [2] Namun, pada tahun 1700 sebenarnya sudah muncul esai-esai naratif yang ditulis oleh penulis seperti Ernest Hemingway, A.J. Liebling dan Joseph Mitchell. [2] Baru pada tahun 1970 sampai 1980-an istilah jurnalisme sastra berkembang dalam masyarakat. Pelopornya adalah John McPhee, Richard Rhodhes, Mark Singer, dan beberapa tokoh lain. [2] Jurnalisme sastra masuk ke dalam bermacam wilayah penulisan, seperti pariwisata, memoar, esai-esai historis dan etnografis, bahkan berita-berita mengenai peristiwa nyata. [2] Sebenarnya adanya gaya penulisan sastra dalam tulisan membuat sebuah laporan menjadi janggal.[2] Akan tetapi, jurnalisme sastra menjadi sarana penolakan terhadap jurnalisme lama.[2] Memang jurnalisme sastra pada akhirnya berbentuk mirip fiksi, namun jurnalisme sastra tidak dapat dikatakan fiksi.[1] Jurnalisme sastra tetap harus menjaga akurasi fakta dalam penulisannya. [1] Jurnalisme sastra akan menghasilkan tulisan yang personal dan cenderung subjektif, akan tetapi kenyataan tulisan harus seusai dengan realita peristiwa,[1]


Istilah Jurnalisme Sastra di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Istilah jurnalisme sastra dalam bahasa Indonesia adalah terjemahan dari istilah literary journalism (Inggris).[3] Jurnalisme artinya pekerjaan mengumpukan, menulis, dan menyunting berita atau kewartawanan.[4] Istilah yang juga sering digunakan adalah jurnalistik sastra.[3] Istilah yang salah namun sering dipakai adalah jurnalisme sastrawi.[3] Istilah jurnalisme sastra secara kaidah bahasa baku menerangkan diterangkan tidak tepat karena keduanya kata sifat.[3]

Ciri-ciri Jurnalisme Sastra[sunting | sunting sumber]

Jurnalisme sastra yang mengikuti gerakan New Journalism mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:[1]

  1. Bentuk tulisan adalah rangkaian adegan yang dilengkapi dengan latar dan alur cerita.[1]
  2. Ada reproduksi dialog secara langsung.[1]
  3. Narasi menggunakan sudut pandang salah satu tokoh.[1]
  4. Ada penjelasan detail mengenai penampilan tokoh atau latar.[1]

Sekalipun jurnalisme sastra berbentuk mirip fiksi, perlu tetap diperhatikan bahwa penulisannya tetap didasarkan pada bahasa baku. [5] Bagaimanapun juga jurnalisme sastra tetap menjadi bagian dari jurnalistik.[5]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m Katrin Bandel (2013). Sastra Paddhati(Jurnalistik Sastrawi)-kump. karangan. Universitas Sanata Dharma. p. 208-209. ISBN 978-602-9187-51-9. 
  2. ^ a b c d e f g Septiawan Santana K. (2002). Jurnalisme Sastra. Jakarta: Gramedia. p. 17-20. ISBN 979-686-629-3. 
  3. ^ a b c d Masri Sareb Putra (2010). Literary Journalism, Jurnalistik Sastrawi. Jakarta: Salemba Humanika. p. 47-49. ISBN 978-602-8555-16-6. 
  4. ^ "KBBI daring". Diakses tanggal 22 April 2014. 
  5. ^ a b Rosihan Anwar (1979). Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Pradnya Paramita. p. 2. ISBN 979-408-266-X.