Lompat ke isi

Jakarta Intercultural School

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jakarta Intercultural School
Informasi
JenisSekolah internasional swasta
MaskotNaga
Alamat
KampusTB Simatupang, Pattimura, Cilandak, 46 ekar (190.000 m2)
Moto

Jakarta Intercultural School (JIS), sebelumnya bernama Jakarta International School, adalah sebuah sekolah internasional swasta di Jakarta, Indonesia. Sekolah ini didirikan tahun 1951 untuk anak-anak ekspatriat yang tinggal di Jakarta dan merupakan sekolah dasar dan menengah internasional terbesar di Indonesia.[1]

JIS memiliki 2.400 siswa berusia 3 sampai 18 tahun yang berasal dari 60 negara.[2] Sekolah ini mengikuri model kurikulum Amerika Utara dari prasekolah sampai kelas 12. Sekolah ini diakreditasi oleh Western Association of Schools and Colleges dan Council of International Schools.[3] Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melaporkan bahwa kurikulum Jakarta International School memiliki fokus internasional yang kuat[3] dan menganggapnya sebagai salah satu sekolah terbaik di luar negeri untuk mempersiapkan siswa masuk universitas di Amerika Serikat.[4] JIS memiliki tiga kampus, dua untuk SD di Pattimura dan TB Simatupang dan satu kampus utama untuk SMP dan SMA di Cilandak, Jakarta Selatan.

Kasus kriminal

[sunting | sunting sumber]

Pada April 2014, seorang ibu dari siswa JIS yang berusia enam tahun melaporkan bahwa anaknya mengalami pelecehan seksual oleh petugas kebersihan JIS, namun kemudian polisi menguak keterlibatan guru JIS bernama Neil Bantleman dan Ferdinand Tjong.[5][6][7] Awalnya, kasus ini menuai pro dan kontra serta disebut banyak kejanggalan,[8] dan dianggap sebagai malicious prosecution atau "investigasi dengan niat jahat atau niat buruk"[9]. Salah satu pegawai kebersihan meninggal dunia akibat meminum cairan pembersih toilet ketika ditahan di kantor polisi.[10] dr Farhat spKK juga berpendapat bahwa hasil visum siswa JIS penuh dengan kejanggalan karena melampaui kewenangan seorang dokter.[11]

Kasus ini meluas dan ditemukan ada tiga anak yang menjadi korban kekerasan seksual oleh kedua guru tersebut, dan mereka lantas divonis penjara 10 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada April 2015.[12] Kedua pelaku yang dibela oleh pengacara kondang Hotman Paris Hutapea lantas memilih banding. Kemudian, Neil Bantleman dan Ferdinand Tjong sempat dibebaskan.[13]

Kasus ini lantas berlanjut ke Mahkamah Agung, dan Hakim Agung Artidjo Alkostar membatalkan putusan bebas tersebut setelah memeriksa kembali kasusnya dan terbukti adanya aksi pencabulan.[5][14][15] MA juga menambah vonis penjara dari 10 tahun menjadi 11 tahun penjara. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyambut positif hasil putusan MA tersebut.[16] Terdakwa Neil Bantleman sempat mengajukan penijauan kembali kepada pengadilan, tetapi ditolak.[17]

Pada 2019, terdakwa kasus pencabulan Neil Bantleman bebas setelah diberikan grasi oleh Presiden Joko Widodo sehingga ia bisa pulang ke Kanada.[18] Keputusan pemerintahan Jokowi itu menuai protes dari keluarga korban serta KPAI yang menyebutnya sebagai preseden buruk.[19][20]

Alumni ternama

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Reuters (2002-11-21). "Indonesia extends detention of Bashir". The Daily Times. Pakistan. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-04-16. Diakses tanggal 2008-07-15. ;
  2. Perlez, Jane (2002-11-22). "THREATS AND RESPONSES: INDONESIA; With Expatriates' Schools Shut, Some Say They Will Flee Jakarta in Fear for Children". The New York Times. Diakses tanggal 2008-06-08.
  3. 1 2 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama USDeptofState
  4. US Department of State, Education Information for Families with Children Diarsipkan 2006-12-08 di Wayback Machine., January 2002
  5. 1 2 antaranews.com (2016-02-25). "MA vonis dua guru JIS 11 tahun penjara". Antara News. Diakses tanggal 2025-11-03.
  6. Bachelard, Michael (18 April 2014). "Jakarta International School child rape claim shocks expat community". smh.com.au. Diakses tanggal 18 April 2014.
  7. Marhaenjati, Bayu; Christy, Natasia (16 April 2014). "Jakarta International School Parents Urged by Police to Check on Their Children". thejakartaglobe.com. Diakses tanggal 18 April 2014.
  8. Maulana, Mohammad Reza, ed. (14 April 2016). "KontraS dan Pakar Hukum Beberkan Kejanggalan Kasus JIS". Tempo.co. Kompas. Diakses tanggal 25 April 2016.
  9. Soebijoto, Hertanto (15 April 2016). "Investigasi Kasus JIS Dinilai Memiliki Niat Jahat". Tribunnews.com. tribunnews. Diakses tanggal 25 April 2016.
  10. "Tersangka Kejahatan Seksual JIS Bunuh Diri dengan Minum Pembersih Lantai". detiknews. Diakses tanggal 2025-11-03.
  11. "Dr Farhat spKK Ungkap Kejanggalan Pemeriksaan Lab dan Visum Pada Kasus JIS". Harianindo. 25 April 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-13. Diakses tanggal 25 April 2016. ;
  12. "Guru JIS dari Kanada Divonis 10 Tahun Penjara". VOA Indonesia. 2015-04-02. Diakses tanggal 2025-11-03.
  13. Kusuma, Edward Febriyatri. "Dengar Vonis Bebas, Hotman Paris Urus 2 Guru JIS Keluar Penjara Hari Ini". detiknews. Diakses tanggal 2025-11-03.
  14. "Terbukti Cabuli Murid, MA Perberat Hukuman Dua Guru JIS". Hukum Online. 2016-02-26.
  15. Medistiara, Yulida. "Guru JIS Yang Divonis 11 Tahun, Neil Bantleman Menyerahkan Diri". detiknews. Diakses tanggal 2025-11-03.
  16. "KPAI beri apresiasi hukuman kasus JIS". Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 2015-04-03. Diakses tanggal 2025-11-03.
  17. Saputra, Andi. "PK Ditolak, Neil 'Guru JIS' Tetap Dihukum 11 Tahun Penjara". detiknews. Diakses tanggal 2025-11-03.
  18. Irawan, Indah Mutiara Kami, Dhani. "Dapat Grasi Jokowi, Neil Bantleman Terpidana Kasus Sodomi di JIS Bebas!". detiknews. Diakses tanggal 2025-11-03. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  19. Hidayat, Faiq. "Terpidana Sodomi Siswa JIS Dapat Grasi, Korban Kirim Surat ke Jokowi". detiknews. Diakses tanggal 2025-11-03.
  20. Media, Kompas Cyber (2019-07-20). "Nilai Grasi Jokowi ke Guru JIS Preseden Buruk, KPAI Surati Menkumham". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  21. http://www.skateparkoftampa.com/spot/sk.aspx?ID=464
  22. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-01-16. Diakses tanggal 2013-02-06.
  23. "Salinan arsip". Metrotvnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-19. Diakses tanggal 2013-02-06.
  24. "Angela Kinsey on Megan Mullally" (Video). 2006-10-27. Diakses tanggal 2008-02-23. she even speaks in a southern accent with her Bahasa Indonesia
  25. Los Angeles Drama Critics Circle 2000-2002 Awards (website)
  26. "Some Enchanted Evening: The 24th Annual L.A. Weekly Theater Awards from the L.A. Weekly (website)". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-05. Diakses tanggal 2013-02-06.
  27. Mcauley, Tony (September 2006). "Here Comes the Son". CFO Asia. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-10-22. Diakses tanggal 2008-06-08.
  28. Nakaso, Dan (2007-09-12). "Obama's mother's work focus of UH seminar". Honolulu Advertiser. Diakses tanggal 2008-10-23.[pranala nonaktif permanen]
  29. http://www.yesmagazine.org/issues/beyond-prisons/obamas-sister-what-our-mother-taught-us
  30. http://rt.com/About_Us/On_Air_Talent/sean-thomas.html
  31. RI, Setjen DPR. "Anggota DPR RI - Dewan Perwakilan Rakyat". www.dpr.go.id. Diakses tanggal 2021-05-26.
  32. "JDIH Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral". jdih.esdm.go.id. Diakses tanggal 2025-11-20.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Templat:Interscholastic Association of Southeast Asian Schools