Manumanasa: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
85 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
k (Robot: Cosmetic changes)
Nama asli Manumanasa sewaktu lahir adalah Raden Kanwa. Ia kemudian diadopsi oleh [[Prabu]] [[Basupati]], kakak ibunya yang menjadi raja [[Kerajaan Wirata|Wirata]]. Ia dipersaudarakan dengan [[Basumurti]] dan [[Basukesti]], putra-putra Basupati. Kanwa pernah dijadikan jago para [[dewa]] untuk menumpas musuh [[kahyangan]]. Sejak itu namanya diganti manjadi Kaniyasa. Setelah ayahnya terbunuh oleh serangan Prabu Srikala raja [[Medangkamulan]], ibu dan adik-adiknya pindah pula ke Negeri Wirata, sementara kakaknya, yaitu Kaniraras telah menikah dengan seorang pembuat pusaka bernama Empu Kanomayasa.
 
== Menjadi pendetaPertapa ==
 
Rupanya Kaniyasa tidak tertarik dengan kehidupan istana. Ia memilih membangun pertapaan di daerah Saptaarga, yaitu sebuah pegunungan yang memiliki tujuh buah puncak. Di sana ia menjadi pendetapertapa bergelar Resibernama Manumanasa. Pada suatu hari Manumanasa bertemu seseorang bertubuh bulat bernama [[Semar|Janggan Smarasanta]] yang sedang dikejar-kejar oleh dua ekor harimau betina, berwarna merah dan putih. Manumansa kemudian memanah kedua binatang tersebut sehingga musnah dan berubah wujud menjadi dua orang [[bidadari]].
 
Keduanya mengaku sebagai putri Batara Hira, masing-masing bernama Kanistri dan Kaniraras. Mereka berterima kasih telah dibebaskan dari kutukan. Keduanya pun siap melayani keperluan Manumanasa. Manumanasa mengambil Kaniraras sebagai istri. Karena kakaknya juga bernama Kaniraras, maka Manumanasa pun mengganti nama istrinya menjadi Retnawati. Sementara itu Kanistri diserahkan kepada Smarasanta dan biasa dipanggil Kanastren. Sejak saat itu, Smarasanta mengabdi di Pertapaan Saptaarga. Namanya biasa disingkat [[Semar]].
 
Catatan: didalam serat Darmo gandul, Manumanasa dikatakan sebagai seorang wiku (Bhikkhu).
 
== Kelahiran putra ==
Pengguna anonim

Menu navigasi