Muara Teweh: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
48 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Muara Teweh''' adalah ibukota [[kabupaten Barito Utara]] bagian dari provinsi [[Kalimantan Tengah]]. Penduduknya merupakan suku asli Dayak Tewoyan atau juga di sebut Dayak Taboyan, [[Suku Dayak Bakumpai|Dayak Bakumpai]] dan [[Suku Dayak Maanyan|Dayak Maanyan]], disamping pendatang dari daerah lain. Adapun perhutanan, pertambangan [[batu bara]] dan [[emas]] serta perkebunan [[kelapa sawit]] dan [[karet]] adalah produk andalan dari kota Muara Teweh.
 
Di kota Muara Teweh pernah terdapat benteng peninggalan Belanda. Lokasinya dahulu terletak pada lokasi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Barito Utara yang sekarang. Sebagai ibu kota Kabupaten, hingga sekitar menjelang tahun 1962 masih belum terdapat kendaraan roda empat di kota ini. Transportasi darat di dalam kota biasanya dilakukan dengan menggunakan sepeda roda dua sebagai alternatif berjalan kaki. Sedangkan hubungan transportasi dengan kota-kota lain disekitarnya, umumnya dengan memanfaatkan transportasi sungai, melalui sungai Barito. Di pinggiran sungai Barito ini dapat pula terlihat ''rumah-rumah apung'' yang dalam bahasa setempat disebut ''lanting''. Kendaraan roda 4 baru masuk di kota ini sekitar tahun 1962, di mulai dengan hadirnya 1 buah mobil jeep (''Gaz'') dan 1 buah truck, kendaraan dinas yang dimiliki oleh militer.
Pengguna anonim

Menu navigasi