Subagyo Hadi Siswoyo: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
33 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Karir +Karier))
'''Subagyo Hadi Siswoyo''' ({{lahirmati|[[Piyungan]], [[Yogyakarta]]|12|6|1946}}) adalah salah satu tokoh [[militer]] [[Indonesia]].
 
Kariernya pernah melejit bahkan mendapat kenaikan pangkat istimewa 1 tingkat pernah dienyamnya saat selesai [[Garuda Indonesia Penerbangan 206|Operasi Woyla]] di [[Thailand]], tapi kemudian kariernya tersendat pada jabatan [[Kolonel]] yang dia tempuh selama 8 tahun. Mantan komandan [[Pamwapres]] di era [[Soeharto]] ini kemudian mendapat bintang di pundaknya saat menjabat Danjen [[Kopassus]]. Selepas itu kariernya mulus menjadi [[Pangdam Diponegoro]], kemudian Wakasad dan [[KSAD]]. Ia juga pernah menjabat panglima di Komando Teritorial. Yaitu ketika menjadi Panglima daerah IV [[Diponegoro]]. Saat menjadi KSAD inilah ia mengalami pergantian kepemimpinan Nasional yang dipenuhi intrik dan misteri, kerusuhan [[Mei]] dan peristiwa Trisakti dan meruncingnya rivalitas di dalam ABRI saat itu sehingga menjadikannya sebagai ketua DKP untuk pemeriksaan atas Letjen [[Prabowo Subianto]] mantan Pangkostrad yang juga merupakan salah satu teman dekatnya.
 
Subagyo sempat dibuat malu atas kasus yang menimpa putranya Kapten [[TNI]] Agus yang terlibat peredaran narkoba tetapi dengan ksatria sang putera yang lulusan AMN terbaik di angkatannya diberhentikan dari dinas TNI dan diproses hukum.
Pengguna anonim

Menu navigasi