Uncial: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tidak ada perubahan ukuran ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Nampak, +Tampak; -nampak, +tampak; -Nampaknya, +Tampaknya; -nampaknya, +tampaknya)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Nampak, +Tampak; -nampak, +tampak; -Nampaknya, +Tampaknya; -nampaknya, +tampaknya))
* l mempunyai bagian dasar kecil, tidak memanjang ke kanan untuk menyambung dengan huruf berikutnya.
* r mempunyai pundak yang panjang dan melengkung, sering menyambung dengan huruf berikutnya.
* s mirip (dan merupakan asal mula) "s panjang"; dalam uncial nampaktampak lebih mirip r daripada f.
<!--
Dalam tulisan uncial yang kemudian, huruf-huruf kadang diguratkan agak tak beraturan; misalnya, double-l runs together at the baseline, bows (for example in b, p, r) do not entirely curve in to touch their stems, and the script is generally not written as cleanly as previously.
-->
== Half-uncial ==
Istilah ''half-uncial'' atau ''semi-uncial'' (artinya "setengah uncial") pertama kali diutarakan oleh Scipione Maffei, ''Istoria diplomatica'' (Mantua, 1727); ia memakainya untuk membedakan jenis tulisan yang nampaknyatampaknya seperti versi terpotong dalam naskah kuno terkenal ''Codex Basilicanus'' dari Hilary, yang memuat bagian-bagian dengan salah satu dari kedua jenis tulisan.<!-- The terminology was continued in the mid-18th century by [[René Prosper Tassin]] and [[Charles François Toustain]]. Despite the common and well-fixed usage, half-uncial is a poor name to the extent that it suggests some organic debt to regular uncial, though both types share features inherited from their ancient source. See now: L. E. Boyle, "'Basilicanus' of Hilary Revisited," in ''Integral Palaeography'', with an introduction by F. Troncarelli, 105-17. Turnhout, 2001
 
Like uncial, half-uncial derived from Roman cursive, but now of a later, evolved type. It was first used around the 3rd century and remained in use until the end of the 8th century. The early forms of half-uncial were used for pagan authors and Roman legal writing, while in the 6th century the script came to be used in Africa and Europe (but not as often in insular centres) to transcribe Christian texts.

Menu navigasi