Lompat ke isi

Tunggul Ametung: Perbedaan antara revisi

69 bita ditambahkan ,  14 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Nama Tunggul Ametung hanya dijumpai dalam naskah [[Pararaton]] yang dikarang ratusan tahun sesudah zaman [[Kadiri]] dan [[Singhasari]]. Pada zaman itu jabatan akuwu mungkin setara dengan [[camat]] pada masa sekarang.
 
Dalam [[Pararaton]] dikisahkan pada suatu hari Tunggul Ametung singgah ke desa Panawijen. Di sana ia berjumpa seorang gadis cantik bernama [[Ken Dedes]], yang merupakan putri seorang pendeta bernama '''[[Mpu Purwa''']]. Tunggul Ametung terpikat hatinya dan segera meminang [[Ken Dedes]]. Gadis itu memintanya supaya bersabar menunggu kedatangan [[Mpu Purwa]] yang saat itu sedang berada di dalam hutan. Tunggul Ametung tidak kuasa menahan keinginannya. Ia pun menculik [[Ken Dedes]] dan membawanya paksa ke [[Tumapel]].
 
Ketika [[Mpu Purwa]] pulang ke rumah, ia marah mendengar berita penculikan putrinya. Ia pun mengucapkan kutukan, ''barangsiapa yang telah menculik putrinya, kelak akan mati karena tikaman keris''.
 
==Kematian Tunggul Ametung==
 
Jika apa yang ditulis dalam [[Pararaton]] itu benar, maka dapat dikatakan kalau Tunggul Ametung adalah leluhur raja-raja [[Singhasari]] dan [[Majapahit]].
 
==Lihat pula==
* [[Ken Dedes]]
* [[Ken Arok]]
* [[Anusapati]]
 
[[Kategori:Kerajaan Singhasari]]
1.112

suntingan