Indera keenam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Indra keenam berperan sebagai indra untuk menangkap informasi tentang dunia sekitar yang tidak bisa diperoleh dengan indra biasa. Dalam bahasa inggris, indra keenam dikenal dengan istilah sixth sense. Adapun dalam istilah teknis parapsikologi, indra keenam dikenal dengan istilah extra sensory perception atau disingkat ESP.[1]

Bentuk-bentuk indra keenam[sunting | sunting sumber]

Normalnya, manusia memiliki lima indra, yakni indra penglihat (mata), indra peraba (kulit), indra pembau (hidung), indra perasa (lidah), dan indra pendengar (telinga). Kelimanya sering disebut dengan istilah panca indra. Dalam kehidupan sehari-hari, panca indra berperan dalam mendapatkan informasi tentang dunia sekitar.

Diluar lima indra itu, banyak orang meyakini adanya indra keenam. Orang akan dianggap memiliki indra keenam jika mampu melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat, didengar atau dirasakan orang lain. Misalnya mampu melihat hantu atau bercakap-cakap dengan hantu. Demikian juga orang yang bisa meramalkan kejadian yang akan datang.

Berikut beberapa “citra” hasil penginderaan karena adanya indra keenam:[1][2]

  • Seseorang dapat melihat pancaran bioelektromagnetik dari tubuh seseorang (ini disebut “aura“ ) dalam warna dan kombinasi warna tertentu.
  • Seseorang yang dapat melakukan pengobatan psi dapat melihat seseorang dalam citra seperti foto rontgen hitam putih. Yang normal berwarna putih dan yang sakit berwarna gelap (hitam).
  • Seseorang dapat merasakan adanya benda logam atau bukan logam dengan merasakan adanya getaran atau, rasa seperti tertusuk jarum pada telapak tangannya.
  • Seseorang dapat mendengar seseorang bersuara secara jelas padahal orang tersebut berada ditempat jauh.
  • Seseorang dapat melihat bayang-bayang atau citra “makhluk halus”.
  • Seseorang ditutup matanya tetapi dia dapat mengenal jalan dan tidak menabrak barang-barang yang ada di depannya (seakan akan seperti tidak ditutup matanya).

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Hendrajaya, L 2005. Kecerdasan Magnetik FI ITB.
  2. ^ Richet, C 1928. Our Sixth Sense. London: Rider.