IV Koto Hilie, Batang Kapas, Pesisir Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
IV Koto Hilie
Nagari
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Barat
Kabupaten Pesisir Selatan
Kecamatan Batang Kapas
Kodepos 25661
Luas .....km²
Jumlah penduduk .....jiwa
Kepadatan .....jiwa/km²

Nagari IV Koto Hilie adalah sebuah nagari di Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia dan beribu nagari Pasar Kuok.

Peta Wilayah Nagari IV Koto Hilie
Nagari IV Koto Hilie

Kalau diperkirakan mungkin 98 km dari pusat Kota Padang. Nagari IV Koto Hilie dengan lintang -1,48 (1 ° 28 '60 S) dan bujur 100,6 (100 ° 35' 60 E), adalah (aliran) hidrografi terletak di Sumatera Barat, Indonesia


Nagari IV Koto Hilie[sunting | sunting sumber]

Nagari IV Koto Hilie terdiri dari dari 6 (enam) Kampung :

  1. Kampung Pasar Kuok
  2. Kampung Koto Tuo
  3. Kampung Limau Sundai
  4. Kampung Bukit Tambun Tulang
  5. Kampung Jalamu
  6. Kampung Teluk Betung

Batas - Batas Nagari[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan IV Jurai Painan
Selatan Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie
Barat Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie
Timur Nagari Sungai Nyalo

Mata Pencaharian Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Nagari ini terletak di daerah pantai sebahagiannya dan sisi lainnya daerah pertanian, perkebunan. Masyarakat di nagari ini memilik mata pencaharian yang berbeda - beda, untuk yang berada di sisi pantai, sebagai nelayan, dan daerah argaris pertanian dengan profesi petani, guru, wiraswasta, pedagang dan sebagainya, dan untuk daerah perbukitan dengan usaha berladang. Hasil pertanian, dengan lokasi Sago sekitar Koto Tuo, Limau Sundai, Jalamu, Bukit Tambun Tulang dan sebagainya. Padi adalah kebutuhan pokok daerah ini, biasanya dalam setahun dapat panen 2 kali. Untuk daerah perladangan seperti di Bukit Pulai, Kampuang Jambak Pasar Kuok, Koto Tuo, Nunang dan perbukitan di Bukit Tambun Tulang dan sekitarnya. Hasil perkebunan tersebut seperti, cengkeh, pala, karet, kopi, sawit.

Keindahan Nagari IV Koto Hilie dan sekitarnya[sunting | sunting sumber]

Sejak pemekaran Nagari IV Koto Hilie menjadi 3 ( tiga ) nagari yaitu : Kenagarian IV Koto Hilie, Kenagarian Koto Nan Duo IV Koto Hilie, dan Kenagarian Koto Nan Tigo IV Koto Hilie. Masing – masing nagari ini saling berpacu dalam pembangunan dan pengembangan kemajuan peningkatan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan nagarinya masing – masing. Tanah yang luas terbentang sawah yang hijau membuat nagari ini memaparkan senyum yang menawan indah dipandang mata. Tanah yang berbukit yang memanjang dari sebelah utara ke selatan, kita lihat pesona perbukitan di Bukit Pulai memanjang ke arah Kenagarian Koto Nan Tigo sampai Kenagarian Taluak. Suatu pesona yang indah kalau kita berkunjung kesana. Potensi alam yang indah ini dapat dikembangkan menjadi objek wilayah wisata, terutama jika kita berkunjung di Pantai Teluk Kasai maupun di Teluk Tempurung.
Nagari IV Koto Hilie, tidak kalah dengan nagari lainnya di Kecamatan Batang Kapas, dahulunya sebagai pusat kota dari kecamatan Batang kapas ini adalah Pasar Kuok, tetapi sejak adanya pengembangan tata wilayah, pusat pemerintahan berpindah ke Limau Sundai. Di kampung Pasar Kuok dapat kita temui pasar nagari yang sekaligus menjadi pasar induk di kecamatan Batang Kapas, tetapi sangat disayangkan kebersihan dan kenya-manan perlu perhatian dari semua pihak, karena pembuangan sampah, penataan warung pojok di depan pasar membuat mata kita tidak sedap lagi jika memandangnya, semoga budaya bersih dapat ditingkatkan.
Pentas Nagari
Kalau kita lihat di Medan Nan Bapaneh, sebuah lapangan yang cukup luas terdapat Pentas Nagari, sepertinya perlu renovasi dimana bangunan ini sejak dahulu sampai sekarang tidak pernah berubah bentuk masih seperti yang dulu, kata penyanyi legendaris Dian Pisesha “ Aku masih seperti yang dulu “ ya begitulah keadaannnya. Pentas ini digunakan oleh anak nagari sebagai tempat berlomba dan kesenian anak nagari. Teringat saya waktu dalam kegiatan Pelantikan Wali Nagari IV Koto Hilie, saya saat itu sebagai sekretaris di Panitia Alek Nagari bersama – sama dengan kawan – kawan lainnya berpartisipasi mengadakan kegiatan tersebut, masing – masing kampung di nagari ini membantu kegiatan baik berupa tenaga dan kebutuhan – kebutuhan di acara tersebut.
Tapi sekarang saya jarang temui kegiatan – kegiatan kesenian di pentas ini. Semoga suatu saat nanti ada yang mau membangun bangunan ini menjadi indah atau bergonjong nuansa minang, Dan kesenian – kesenian anak nagari ditingkatkan dan dikembangkan semoga bakat yang tersimpan di generasi muda kita dapat digali dan dikembangkan sehingga jalinan silahturrahmi dari kita anak nagari saling berhubungan kembali baik yang di kampung maupun di rantau Himpunan Keluarga Batang Kapas / HKB merupakan persatuan atau organisasi keluarga besar Batang Kapas di perantauan.

Disisi lain dari lapangan atau dari pentas terdapat lapangan volley ball dan takraw, biasanya tiap – tiap sore pemuda – pemudi berkumpul berolahraga, tetapi sekarang saya lihat sudah jarang mereka berkumpul bermain volley atau takraw. Atau mungkin sebuah bola volley / takraw sudah mahal mungkin harganya???.

Gedung Serbaguna Pasar Kuok

Di depan Medan Nan Bapaneh terdapat Kantor Wali Nagari IV Koto Hilie dan Gedung Serbaguna, di gedung ini biasanya digunakan untuk bermain badminton dan kegiatan – kegiatan penunjang lainnya seperti tempat rapat, dan tempat lomba – lomba kegiatan sekolah maupun masyarakat, kegiatan – kegiatan silahturrahmi dan sebagainya. Bangunan ini cukup luas di bangun dari swadaya masyarakat, Tokoh – tokoh yang telah berpartisipasi dalam pembangunan gedung ini, seperti Bpk. Zaitul Makruf, Bakri Masodirajo ( alm ), DR.Arwan Kasri dan pemuka masyarakat lainnya.

Rumah Gadang Suku Sikumbang Dt. Tan Piaman
SD Negeri No.20 Jalamu
Tak jauh dari sini dapat ditemui bangunan rumah gadang suku Sikumbang Kegadangan Dt.Tan Piaman dari Keluarga H. Oemar dan Hj. Sadarnah. Rumah gadang tersebut di bangun oleh Keluarga H. Bastiansyah Hamid dan Isteri Hj. Marlina Binti Oemar dan saudara lainnya.

Kampung Pasar Kuok[sunting | sunting sumber]

Pasar Kuok adalah ibukota Nagari IV Koto Hilie, di Pasar Kuok tempat pemerintahan nagari. Disisi lain terdapat pula Kantor Kerapatan Adat Nagari ( KAN ) IV Koto Hilie, tempat musyawarahnya ninik mamak di IV Koto Hilie sekitarnya.

Kampung Jalamu[sunting | sunting sumber]

Di kampung Jalamu sepertinya ada hal – hal yang menarik, tempat saya tinggal Def Karfi [1], daerah ini tempat potensi alam yang tertidur sangat lelap, semoga saja ada investor yang bersedia berkunjung dan melihat alamnya yang indah dapat dikembangkan dan dilestarikan. Daerah perladangan, dengan bukit – bukit yang dapat ditanami hasil rakyat dalam peningkatan ekonomi masyarakatnya. Juga kita temui sebuah sungai yang sangat jernih airnya, yaitu Sungai Jalamu, banyak yang mandi di sungai ini.
Apalagi saat balimau di bulan puasa dan hari raya, Akan tetapi disisi lainnya ada sebuah SD disana yang terancam karena tebing sungai sudah terban dan merusak dinding sekolah tersebut, SD tersebut adalah SD Negeri No 20 Jalamu, tepatnya tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya, karena daerah ini sering terjadi banjir dan air bah tadi kadang merusak kawasan tersebut. Mohon perhatian pemerintah setempat dapat membantu penyelamatan pembuatan tanggul sekolah supaya tidak mencederai anak – anak SD tersebut saat bermain di lokasi tersebut.

Teluk Betung[sunting | sunting sumber]

Kampung Teluk Betung adalah wilayah wisata pantai yang menakjubkan dengan pasir putih dan banyak pengunjung yang datang, sungguh menarik bila dikembangkan menjadi objek wisata. Disini merupakan kampung nelayan dan itu salah satu mata pencarian masyarakatnya.
Di Teluk Betung merupakan daerah pantai, sehingga ada beberapa bakat pemuda di kampung ini menjadi atlet dayung, pada event Festival Langkisau[2] atlet di kampung Teluk Betung selalu mengikuti lomba, selamat berprestasi....

Koto Tuo[sunting | sunting sumber]

Di Kampung Koto Tuo terdapat lapangan sepak bola, di lapangan ini sering dilaksanakan pertandingan / tournament sepak bola, baik antar kecamatan maupun kampung. Koto Tuo adalah kampung tertua di Nagari IV Koto Hilie.

Limau Sundai[sunting | sunting sumber]

Kampung Limau Sundai banyak ditemui instansi – instansi pemerintah seperti Kantor Camat Batang Kapas, Kantor Koramil dan Kantor Polsek Batang Kapas dan juga Kantor Dinas Pendidikan yang terletak antara batas wilayah kampung Limau Sundai dengan Kampung Koto Tuo. Disini juga dapat kita temui sekolah madrasah seperti MTsN Pesisir Selatan dan SD Negeri No 21 Limau Sundai.

Bukit Tambun Tulang[sunting | sunting sumber]

Kampung Bukit Tambun Tulang juga sangat menarik dengan potensi daerahnya, diantaranya terdapat bangunan SMP Negeri 1 Batang Kapas, dan sekolah dasar lainnya disekitarnya, disisi lainya mata pencarian masyarakat di Muaro banyak sebagai nelayan dan juga bertanam, sawah – sawah menghijau sangat menyejukkan mata.

Referensi[sunting | sunting sumber]