Hipertiroidisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Hipertiroidisme adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mengacu pada simtoma hiperaktif dari jaringan kelenjar tiroid yang menyebabkan sintesis dan sekresi berlebih hormon tiroid.

Pada jantung, penderita hipertiroidisme mengalami peningkatan laju istirahat denyut, peningkatan kontraksi bilik ventrikular kiri, yang menyebabkan penurunan tekanan diastolik dan peningkatan tekanan sistolik.[1] Oleh karena terjadi penurunan serum kolesterol, penderita menjadi lebih rentan terhadap gangguan ritme jantung, terutama disebabkan oleh fibrilasi atrial.

Tahap lanjutan hipertiroidisme akan menyebabkan tirotoksikosis, dan modulasi sitokina osteotrofik, seperti IL-1, IL-6, IL-8 dan TNF-α.[2]

Beberapa penyebab dari hipertiroidisme, antara lain,[3] asupan iodina atau hormon tiroid yang berlebih, rendahnya plasma Selenium,[4] penyakit Graves, hiperplasia pada kelenjar tiroid atau hipofisis, radang tiroid, tumor pada testis atau ovarium.

Beberapa komplikasi yang disebabkan hipertiroidisme antara lain, AF.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris)"The role of thyroid hormone nuclear receptors in the heart: evidence from pharmacological approaches". Department of Endocrinology and Metabolism, Academic Medical Center, University of Amsterdam; Wilmar M. Wiersinga. Diakses 2011-06-12. 
  2. ^ (Inggris)"Proinflammatory cytokine levels in hyperthyroidism". Department of Immunology, Medical School of Adnan Menderes University; Senturk T, Kozaci LD, Kok F, Kadikoylu G, Bolaman Z. Diakses 2010-10-31. 
  3. ^ (Inggris)"Hyperthyroidism". Medline Plus. Diakses 2010-10-30. 
  4. ^ (Inggris)"The role of selenium, vitamin C, and zinc in benign thyroid diseases and of selenium in malignant thyroid diseases: Low selenium levels are found in subacute and silent thyroiditis and in papillary and follicular carcinoma". WOMED, Clinical Department of Nuclear Medicine, Clinical Department of Pediatrics, Biocenter, Division of Clinical Biochemistry, Medical University of Innsbruck; Roy Moncayo, Alexander Kroiss, Manfred Oberwinkler, Fatih Karakolcu, Matthias Starzinger, Klaus Kapelari, Heribert Talasz, dan Helga Moncayo. Diakses 2010-12-01.