Hari Toilet Sedunia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hari Toilet Sedunia
World Toilet Day (WTD) logo.jpg
Logo Hari Toilet Sedunia
Nama resmiWorld Toilet Day
Tanggal19 November
Selanjutnya19 November 2019 (2019-11-19)
Pertama kali19 Oktober 2001
Terkait denganWorld Toilet Organization
Anak-anak Filipina sedang bercerita dengan boneka tangan dalam kontes "Toilet Sekolahku" untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya toilet (Cagayan de Oro, 2010)

Hari Toilet Sedunia (bahasa Inggris: World Toilet Day, disingkat "WTD") merupakan sebuah kampanye untuk memberikan motivasi dan menggerakkan penduduk dunia mengenai pentingnya sanitasi. Program yang pertama kali dibentuk oleh World Toilet Organization pada tahun 2001 ini ditujukan untuk membangkitkan kesadaran penduduk global mengenai isu sanitasi yang diadakan pada setiap tanggal 19 November. Sejak 2001, Hari Toilet Sedunia telah tumbuh dan diakui oleh partner dunia. Pada tahun 2013, PBB menandatangani penetapan Hari Toilet Sedunia menjadi hari internasional PBB dalam Resolusi PBB A/67/L.75 (UN Resolution A/67/L.75).[1]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, diperkirakan sebanyak 2,4 miliar (atau 1 dari 3 penduduk) kurang memiliki akses ke fasilitas sanitasi, dan kurang dari 1 miliar penduduk masih buang air besar di tempat terbuka.[2]

Penyebaran penyakit, seperti diare, schistosomiasis, dan malagizi pada anak-anak yang terkait dengan suatu keadaan bernama enteropati lingkungan, merupakan akibat langsung dari buang air besar di tempat terbuka.

Sebanyak 58% kasus diare disebabkan pula oleh air tidak sehat dan sanitasi yang buruk dan tingkah laku yang tidak higienis.[3] Ini artinya, selama tahun 2013, lebih dari 340.000 anak-anak di bawah lima tahun meninggal akibat sanitasi dan air yang tidak higienis.[4] Penyediaan fasilitas sanitasi telah menurunkan tingkat penyakit diare anak-anak hingga 7–17%, dan tingkat kematian menurun dari 5% hingga 20%. Terakhir, pemisahan kotoran manusia dari kontak langsung dengan manusia dan lingkungannya, berarti orang-orang telah terlindungi dari penyakit-penyakit tersebut. Penyediaan akses ke fasilitas toilet dasar menurunkan tingkat penyebaran penyakit hingga dua kali lipat.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Call to action on UN website" (PDF). un.org (dalam bahasa bahasa Inggris). 19 Oktober 2014. Diakses tanggal 7 Juli 2016. 
  2. ^ "Progress on Sanitation and Drinking Water: 2015 Update and MDG Assessment" (PDF). 2015. Diakses tanggal 1 Oktober 2015. 
  3. ^ Prüss-Ustün, Annette; Bartram, Jamie; Clasen, Thomas; Colford, John M.; Cumming, Oliver; Curtis, Valerie; Bonjour, Sophie; Dangour, Alan D.; France, Jennifer De; Fewtrell, Lorna; Freeman, Matthew C.; Gordon, Bruce; Hunter, Paul R.; Johnston, Richard B.; Mathers, Colin; Mäusezahl, Daniel; Medlicott, Kate; Neira, Maria; Stocks, Meredith; Wolf, Jennyfer; Cairncross, Sandy (2014). "Burden of disease from inadequate water, sanitation and hygiene in low- and middle-income settings: a retrospective analysis of data from 145 countries". Trop Med Int Health. Wiley-Blackwell. 19 (8): 894–905. doi:10.1111/tmi.12329. Diakses tanggal 7 Juli 2016. 
  4. ^ Levels & Trends in Child Mortality: Report 2014 (PDF), 2014, diakses tanggal 1 Oktober 2015 
  5. ^ Gjersoe, Nathalia. "World Toilet Day. Yuck!". the Guardian (dalam bahasa bahasa Inggris). Diakses tanggal 7 Juli 2016. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]