Gereja Ortodoks Kubti Iskandariyah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Salib Gereja Ortodoks Kubti. Dibaca:Yesus Kristus, Putra Allah

Gereja Ortodoks Kubti Iskandariyah[1] adalah nama resmi gereja Kristen terbesar di Mesir dan Timur Tengah. Gereja ini masuk dalam keluarga Gereja Ortodoks Oriental.

Gereja ini merupakan keluarga dari Gereja Ortodoks Oriental, yang telah menjadi tubuh gereja yang berbeda sejak Konsili Khalsedon pada tahun 451, ketika mengambil posisi yang berbeda selama teologi Kristologis dari Gereja Ortodoks Timur. Perbedaan mazhab yang tepat dalam teologi menyebabkan perpecahan dengan Kristen Kubti masih diperdebatkan, sangat teknis, dan terutama berkaitan dengan sifat Kristus. Akar dasar Gereja yang berbasis di Mesir, tetapi memiliki pengikut seluruh dunia.

Menurut tradisi, gereja didirikan oleh Santo Markus, rasul dan penginjil, di tengah-tengah abad ke-1 (sekitar tahun 42 M).[2] Kepala gereja dan Tahta Iskandariyah adalah Paus Iskandariyah dan Patriark dari seluruh Afrika pada Tahta Suci Santo Markus.

Pada 2012, sekitar 10% dari penduduk Mesir merupakan penganut "Gereja Ortodoks Kubti Iskandariyah".[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dasar apostolik[sunting | sunting sumber]

Mesir diidentifikasi dalam Alkitab sebagai tempat berlindung dari "Keluarga Kudus" yang melarikan diri dari Yudea:

Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai kematian Herodes Agung, bahwa itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi, dari Mesir Kupanggil Anak-Ku". (Matius 2:12-23)[4]

Gereja Mesir, yang berusia lebih dari 1.900 tahun, menganggap dirinya sebagai subyek dari banyak nubuat dalam Perjanjian Lama. Nabi Yesaya, dalam pasal 19, ayat 19 mengatakan "Pada hari itu akan ada mezbah bagi TUHAN di tengah-tengah tanah Mesir dan tugu peringatan bagi TUHAN pada perbatasannya."

Orang-orang Kristen pertama di Mesir adalah orang-orang yang biasa berbicara dalam bahasa Mesir Kubti.[5] Ada juga orang Yahudi Aleksandria seperti Teofilus, yang menurut tradisi disebut namanya oleh Santo Lukas dalam ayat pembuka Injil Lukas. Ketika gereja didirikan oleh Santo Markus pada masa pemerintahan kaisar Romawi Nero, banyak orang-orang besar di Mesir asli (kontras dengan orang Yunani atau Yahudi) memeluk iman Kristen.[5][6]

Kekristenan menyebar di seluruh Mesir dalam setengah abad setelah Santo Markus tiba di Iskandariyah, sebagaimana jelas dari tulisan-tulisan naskah Perjanjian Baru kuno yang ditemukan di Bahnasa, di Mesir Tengah, yang bertarikh sekitar tahun 200 M, dan sebuah fragmen dari Injil Yohanes, yang ditulis dalam bahasa Kubti, yang ditemukan di Mesir Hulu dan diyakini bertarikh pada paruh pertama abad ke-2. Pada abad ke-2 itu, Kekristenan mulai menyebar ke daerah-daerah pedesaan, dan kitab suci yang diterjemahkan ke dalam bahasa lokal, yaitu bahasa Kubti.[7]

Dari Khalsedon sampai ke penaklukan Arab Mesir[sunting | sunting sumber]

Gereja Kubti menderita penganiayaan di bawah kekuasaan Kekaisaran Bizantium Romawi Timur. Leluhur Melkite, ditunjuk oleh kaisar baik sebagai pemimpin spiritual dan gubernur sipil, membantai penduduk Mesir yang mereka anggap sesat. Banyak orang Mesir disiksa dan martir untuk menerima persyaratan Khalsedon, namun jemaat gereja di Mesir tetap setia kepada iman nenek moyang mereka dan pandangan Kristologi Cyrillian. Salah satu orang kudus Mesir yang paling terkenal dari periode itu adalah Santo Samuel Konfesor.[7]

Penaklukan Muslim Mesir[sunting | sunting sumber]

Invasi Muslim ke Mesir terjadi pada tahun 639. Meskipun terjadi pergolakan politik, mayoritas penduduk Mesir masih Kristen. Namun, konversi bertahap kepada Islam terjadi selama berabad-abad yang berubah Mesir dari negara dengan mayoritas Kristen ke negara mayoritas dengan mayoritas Muslim pada akhir abad ke-12.[7] penguasa Umayyah Mesir menerapkan pajak bagi orang Kristen pada tingkat yang lebih tinggi sebagai non-Muslim, mengatur pedagang berhaluan Islam dan merusak basis ekonomi dari Gereja Kubti.[8] Meskipun Gereja Kubti tidak hilang, kebijakan pajak Umayyah membuat sulit bagi gereja untuk mempertahankan elaksibilitasnya.[8]

Dari abad ke-19 sampai revolusi tahun 1952[sunting | sunting sumber]

Posisi Kubti mulai membaik di awal abad ke-19 di bawah stabilitas dan toleransi Dinasti Muhammad Ali. Masyarakat Kubti tidak lagi dianggap oleh negara sebagai unit administratif non-Muslim. Pada tahun 1855 pajak jizyah dihapuskan. Tak lama kemudian, orang-orang Kubti mulai melayani di tentara Mesir.[9]

Menjelang akhir abad ke-19, Gereja Kubti mengalami fase perkembangan baru. Pada tahun 1853, Paus Cyril IV mendirikan sekolah Kubti modern pertama, termasuk sekolah Mesir pertama untuk anak perempuan. Ia juga mendirikan sebuah percetakan, yang merupakan pers nasional kedua di negeri ini. Paus Cyril IV menjalin hubungan yang sangat baik dengan denominasi lain, contohnya ketika Patriark Yunani di Mesir harus absen untuk jangka waktu yang panjang di luar negeri, ia meninggalkan Gereja-Nya di bawah bimbingan Patriark Kubti.[9]

Sekolah Tinggi Teologi ("The Theological College") dari Sekolah Iskandariyah dibangun kembali pada tahun 1893. Ini memulai suatu sejarah baru dengan lima mahasiswa, salah satunya kemudian menjadi dekan. Sekarang sekolah tinggi ini mempunyai kampus di Aleksandria, Kairo, dan berbagai keuskupan di seluruh Mesir, maupun di luar Mesir, di New Jersey, Los Angeles, Sydney, Melbourne dan London, di mana pendeta potensial baik laki-laki maupun perempuan yang memenuhi syarat diajari banyak hal, di antaranya adalah teologi, sejarah gereja, studi misionaris, dan bahasa Kubti.[9]

Zaman Modern[sunting | sunting sumber]

Sebuah katedral Kubti modern di Aswan.

Pada tanggal 4 November 2012, Uskup Tawadros terpilih sebagai Paus ke 118 Iskandariyah dan Patriark Seluruh Afrika pada Tahta Suci Santo Markus. Pendahulunya adalah Paus Shenouda III, yang meninggal pada tanggal 17 Maret 2012.

Tercatat ada sekitar 18 juta orang Kristen Ortodoks Kubti di seluruh dunia. Sekitar 10 sampai 14 juta di antaranya berdiam di Mesir di bawah yurisdiksi Gereja Ortodoks Kubti Iskandariyah.[10] [11] [12] [13] [14] [15] [16][17] [18] [19] [20] Ada juga jumlah yang signifikan dalam diaspora di negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Prancis, Jerman, dan Sudan. Jumlah umat Kristen Ortodoks Kubti di diaspora kira-kira 4 juta.[21] Selain itu, terdapat antara 350.000 dan 400.000 penganut asli di Afrika Timur, Tengah dan Afrika Selatan. Meskipun di bawah yurisdiksi Gereja Ortodoks Kubti, penganut ini tidak dianggap jemaat gereja Kubti, karena mereka bukan dari etnis Mesir. Beberapa catatan menganggap orang Etiopia yang merupkan anggota dari Gereja Ortodoks Tewahedo (sekitar 45 juta),[22] serta penganut Gereja Ortodoks Tewahedo dari Eritrea (sekitar 2,5 juta), sebagai anggota Gereja Ortodoks Kubti. Namun hal ini adalah sebuah ironi, karena kedua gereja Etiopia dan Eritrea tersebut, meskipun awalnya adalah cabang dari Gereja Iskandariyah, saat ini gereja statusnya adalah berdiri sendiri (otosefalus). Pada tahun 1959, Gereja Ortodoks Tewahedo Etiopia mendapatkan Patriark pertama sendiri dari Paus Cyril VI. Selanjutnya,Gereja Ortodoks Tewahedo Eritrea juga menjadi independen dari Gereja Tewahedo Etiopia pada tahun 1994, ketika empat uskup ditahbiskan oleh Paus Shenouda III dari Iskandariyah untuk membentuk dasar dari sebuah Sinode Kudus dari Gereja lokal Eritrea. Pada tahun 1998, Gereja Eritrea memperoleh status berdiri sendiri (autocephelacy) dari Gereja Ortodoks Kubti ketika Patriark pertama dinobatkan oleh Paus Shenouda III dari Iskandariyah.

Pada musim panas 2001, Patriarkat Ortodoks Kubti Ortodoks dan Yunani dari Iskandariyah setuju [23] untuk saling mengakui pembaptisan yang dilakukan di gereja-gereja masing-masing, membuat baptisan ulang tidak perlu lagi, serta untuk mengakui sakramen pernikahan yang ditetapkan oleh masing-masing gereja. Sebelumnya, jika jemaat Ortodoks Kubti dan Yunani ingin menikah, pernikahan harus dilakukan dua kali, sekali dalam setiap gereja, untuk itu harus diakui oleh keduanya. Sekarang itu bisa dilakukan hanya dalam satu gereja dan diakui oleh keduanya.

Menurut Tradisi Kristen dan Hukum Kanonik, Gereja Ortodoks Kubti Iskandariyah hanya menahbiskan pria untuk jabata imamat dan keuskupan, dan jika mereka ingin menikah, mereka harus menikah sebelum mereka ditahbiskan. Dalam hal ini mereka mengikuti praktik yang sama seperti halnya Gereja Ortodoks Timur.

Secara tradisional, bahasa Kubti digunakan dalam pelayanan gereja, dan kitab suci yang ditulis dalam abjad Kubti. Namun, karena proses Arabisasi di Mesir, pelayanan di gereja mulai mengalami peningkatan penggunaan bahasa Arab, sementara khotbah dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Arab. Bahasa asli hanya digunakan, dalam hubungannya dengan gereja Kubti, selama ibadah di luar Mesir.

Gereja Kristen Ortodoks Kubti merayakan Natal pada tanggal 7 Januari (Kalender Gregorian), yang bertepatan dengan tanggal 25 Desember menurut kalender Julian. Gereja Ortodoks Kubti menggunakan Kalender Julian sebagai Kalender gerejawi (Ecclesiastical), yang dikenal sebagai "kalender Kubti" atau "Kalender Aleksandria". Kalender ini asalnya didasarkan pada kalender Mesir kuno. Dengan demikian Gereja Ortodoks Kubti dianggap sebagai "Gereja Kalendris Lama". Hari Natal menurut kalender Kubti diadopsi sebagai hari libur resmi nasional di Mesir sejak tahun 2002.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Koptik: Ϯⲉⲕ̀ⲕⲗⲏⲥⲓⲁ ̀ⲛⲣⲉⲙ̀ⲛⲭⲏⲙⲓ ̀ⲛⲟⲣⲑⲟⲇⲟⲝⲟⲥ ti.eklyseya en.remenkimi en.orthodoxos, secara harfiah: "Gereja Ortodoks Mesir" (the Egyptian Orthodox Church).
  2. ^ Eusebius dari Kaisarea, pengarang Ecclesiastical History pada abad ke-4 M, menyatakan bahwa Santo Markus datang ke Mesir pada tahun pertama dan ketiga pemerintahan Kaisar Claudius, yaitu tahun 41 atau 43 M. "Two Thousand years of Coptic Christianity" Otto F. A. Meinardus halaman 28.
  3. ^ "U.S.Dept of State/Egypt". State.gov. 22 August 2012. Diakses tanggal 28 February 2013. 
  4. ^ "Holy Family in Egypt". Orthodoxwiki.org. Diakses tanggal 2 January 2011. 
  5. ^ a b "Early church missionary". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-22. Diakses tanggal 2013-04-23. 
  6. ^ "The Church of Alexandria". New Advent. Diakses tanggal 17 March 2012. 
  7. ^ a b c Kamil, Jill (1997). Coptic Egypt: History and Guide. Cairo: American University in Cairo.
  8. ^ a b Jerry Bentley, Old World Encounters: Cross-Cultural Contacts and Exchange in Pre-Modern Times (New York: Oxford University Press, 1993), 93.
  9. ^ a b c http://suscopts.org/stgeorgedaytona/coptic_church.html "Saint Mark" St George Coptic Orthodox Church of Daytona
  10. ^ "Egypt from "The World Factbook"". American Central Intelligence Agency (CIA). 4 September 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-26. Diakses tanggal 2013-04-23. 
  11. ^ "Egypt from "U.S. Department of State/Bureau of Near Eastern Affairs"". United States Department of State. 30 September 2008. 
  12. ^ "The Copts and Their Political Implications in Egypt". Washington Institute for Near East Policy. 25 October 2005. 
  13. ^ IPS News Diarsipkan 2012-02-12 di Wayback Machine. . Retrieved 09-27-2008.
  14. ^ [1]. The Washington Post. "Perkiraan jumlah penduduk Kristen Mesir bervariasi dari angka terendah yang dimiliki oleh pemerintah Mesir, 6 sampai 7 juta, sampai 12 juta yang dilaporkan oleh para pemimpin Kristen. Jumlah sebenarnya dapat berkisar 11 sampai 13 juta jiwa, dari seluruh penduduk Mesir yang berjumlah lebih dari 85 juta." Diakses 10 Oktober 2008.
  15. ^ [2]. The New York Times. Retrieved 10 October 2008.
  16. ^ [3] The Christian Post. Retrieved 28 September 2008.
  17. ^ NLG Solutions <Online>. Egypt. Retrieved 28 September 2008.
  18. ^ "Egypt from "Foreign and Commonwealth Office"". Foreign and Commonwealth Office -UK Ministry of Foreign Affairs. 15 August 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-05-13. Diakses tanggal 2013-04-23. 
  19. ^ "Egypt Religions & Peoples from "LOOKLEX Encyclopedia"". LookLex Ltd. 30 September 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-10-02. Diakses tanggal 2013-04-23. 
  20. ^ Egypt from "msn encarta". Encarta. 30 September 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-10-31. Diakses tanggal 2013-04-23. 
  21. ^ "Los Angeles Times, EGYPT: Coptic diaspora spreads the word". Latimesblogs.latimes.com. 24 June 2008. Diakses tanggal 2 January 2011. 
  22. ^ WCC official visit to Ethiopia Diarsipkan 2005-11-10 di Wayback Machine. World Council of Churches – News Release. 21 September 2005. Diakses 25 November 2006.
  23. ^ Official Statements on Christology.

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]