Geografi tropis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Peta yang menunjukkan statuta kolonial di dunia pada 1945 dengan zona antar-tropis disoroti.

Geografi tropis merujuk kepada studi tempat dan orang di kawasan tropis. Saat istilah tersebut mula-mula dijadikan sebagai sebuah disiplin, geografi tropis sangat berkaitan dengan imperialisme dan ekspansi kolonial dari kekaisaran-kekaisaran Eropa karena para cendekiawan menggambarkan tempat-tempat tropis sebagai "primitif" dan orang-orang yang "tak terdidik" dan "terkurung".[1] Sebagian besar subyek yang mendiskusikan bidang tersebut pada akhir abad ke-18 sampai awal abad ke-20 meliputi zoologi, klimatologi, geomorfologi, ekonomi dan studi budaya.[2]

Disiplin tersebut sekarang umumnya dikenal sebagai geografi pengembangan karena kolonisasi tergantikan oleh pengembangan ekonomi sebagai penggerak ideologi utama dari interaksi internasional dan global sejak 1950an.[3]:118 Saat ini, beberapa sarjana masih menggunakan istilah geografi tropis untuk mempelajari negara-negara tropis dan para penduduknya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Arnold, David, 2000. "Illusory Riches": Representations of the Tropical World, 1840-1950. Singapore Journal of Tropical Geography. 21(1), 2000, 6-18.
  2. ^ Jarrett, H.R., 1977. Tropical geography: An introductory study of the humid tropics, Macdonald and Evans,p.2.
  3. ^ Gallaher, Carolyn; Dahlman, Carl T.; Gilmartin, Mary; Mountz, Alison; Shirlow, Peter (2009). Key Concepts in Political Geography. London: SAGE. p. 392. ISBN 978-1-4129-4672-8. Diakses tanggal July 31, 2014. 

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Arnold, David (1996). The Problem of Nature: Environment, Culture and European Expansion. Wiley-Blackwell. ISBN 0-631-19021-X. 
  • Driver, Felix; Luciana Martins (2005). Tropical Visions in an Age of Empire. University Of Chicago Press. ISBN 0-226-16472-1. 
  • Driver, Felix; Brenda S.A. Yeoh (2000). "Constructing the Tropics: Introduction". Singapore Journal of Tropical Geography 21 (1): 1–5. doi:10.1111/1467-9493.00059. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]