Lompat ke isi

Gelembung dot-com

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gelembung dot-com (bahasa Inggris: dot-com bubble) atau kadang-kadang disebut gelembung teknologi informasi[1] adalah gelembung spekulasi yang terjadi antara tahun 1998–2000 (berpuncak pada 10 Maret 2000 ketika NASDAQ mencapai 5132,52 poin) ketika bursa saham di negara-negara industri mengalami kenaikan nilai ekuitas secara tajam berkat pertumbuhan industri sektor Internet dan bidang-bidang yang terkait. Pesatnya pertumbuhan internet dimulai pada tahun 1993 dan berlangsung hingga tahun 1990-an [2] yang ditandai dengan teknologi world wide web yang semakin maju setelah dirilisnya versi pertama penjelajah web Mosaic.

Dampak dari Gelembung Teknologi Infomasi

[sunting | sunting sumber]

Periode gelembung dot-com ditandai oleh didirikannya (dan berakhir dengan kegagalan usaha) perusahaan-perusahaan baru di bidang situs-situs Internet yang disebut perusahaan dot-com. Pemilik perusahaan mengalami kenaikan tajam pada harga saham dengan hanya menambah awalan atau akhiran .com pada nama perusahaan mereka. Praktik ini disebut salah seorang penulis sebagai investasi prefiks.[3]

Kombinasi dari meningkatnya harga saham secara cepat dan kepercayaan pasar bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan untung pada masa depan, spekulasi saham oleh individu, dan modal ventura yang dapat diperoleh secara mudah membuat investor melupakan indikator tradisional seperti rasio P/E rasio harga terhadap laba, dan lebih percaya terhadap kemajuan teknologi.

Manfaat Gelombang Teknologi Informasi

[sunting | sunting sumber]

Gelombang teknologi informasi ini bermanfaat dalam memantau nilai saham yang dapat dilakukan dimana saja, sehingga memudahkan individu dalam melihat saham.[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. James K. Galbraith and Travis Hale (2004). Income Distribution and the Information Technology Bubble Diarsipkan 2016-03-20 di Wayback Machine.. University of Texas Inequality Project Working Paper
  2. Indonesia, Data Lake (2025-10-03). "Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia". Data Lake Indonesia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-20.
  3. Nanotech Excitement Boosts Wrong Stock Diarsipkan 2020-11-11 di Wayback Machine., The Market by Mike Maznick, Techdirt.com, 4 Desember 2003
  4. Río, Alejandro Del (2025-11-20). "Gelembung dot-com: penyebab, kronologi, dampak, dan pelajaran yang dapat dipetik". Rural Caja. Diakses tanggal 2026-05-20.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]