Ferry Sonneville

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ferry Sonneville

Ferdinand Alexander Sonneville (lahir di Jakarta, 3 Januari 1931 – meninggal di Jakarta, 20 November 2003 pada umur 72 tahun[1]) adalah pemain bulu tangkis Indonesia di era tahun 1955-1967an. Ia ikut mendirikan PB PBSI (1951), ikut mendirikan KONI (1966), Ketua Umum KONI (1970), anggota Pengurus Asian Games Federation Council (1970), Chef de Mission kontingen Indonesia ke olimpiade (1971), Presiden International Federation Badminton/IBF (1971-1974), dan Ketua Umum PBSI (1981-1985).

Ferry juga dikenal sebagai salah satu pelopor seni beladiri Judo dan Jujutsu (Jiu-Jitsu) di Indonesia. Pada tahun 1953 ia turut mendirikan Judo & Jiu-Jitsu Club Djakarta (kemudian berubah menjadi Jiu-Jitsu Club Indonesia-JCI), dan sampai akhir hayatnya menjabat sebagai Ketua Umum pada klub tersebut.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Semasa mudanya, ia rela mengorbankan kuliahnya di Amerika untuk memperkuat tim Indonesia meraih Piala Thomas pertama kali pada 1958. Ia ikut berjuang dan berjaya merebut dan mempertahankan Piala Thomas tiga kali berturut-turut 1958, 1961 dan 1964. Ia menjadi Kapten bermain/Pelatih Indonesia (1958, 1961 dan 1964).

Selain dalam beregu, Ferry yang memiliki rambut putih sejak usia 19 tahun, itu juga mengukir prestasi di nomor perseorangan, dengan menjuarai Belanda Terbuka (1955-1961), Glasgow (1957), Prancis Terbuka (1959-1960), Kanada (1962), serta runner up All England (1959) dikalahkan Tan Joe Hok di final.

Akhir hayat[sunting | sunting sumber]

Ferry Sonneville meninggal dunia di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 05.20 WIB, Kamis 20 November 2003. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) ini, tutup usia akibat kanker darah (leukemia) yang telah diderita selama satu setengah tahun.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]