Fana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bumi adalah salah satu contoh benda yang bersifat fana' karena nantinya akan sirna

Fana' secara bahasa berarti lenyap, hancur, sirna, atau hilang.[1] Istilah fana' muncul dalam kajian tasawuf di abad III Hijriyah.[1] Sufi yang pertama kali berbicara tentang kefana'an adalah Abu Yasid Al-Bustami.[1] Istilah fana' muncul bukan hanya karena adanya perkataan fana' dalam ucapan Abu Yasid, melainkan juga karena adanya syatahat (ungkapan-ungkapan aneh) yang muncul dari sejumlah sufi, atau karena adanya tingkah laku dan keadaan yang diperlihatkan oleh mereka.[1]

Al-Qusyayri, penulis tasawuf abad lima Hijriyah menjelaskan bahwa kalangan tasawuf mengisyaratakan fana' itu kepada gugur atau hilangnya sifat-sifat tercela dan mengisyaratkan baqa' (kekekalan) kepada munculnya sifat-sifat terpuji.[1] Menurutnya, seorang manusia tidak bisa lepas dari salah satu kategori sifat-sifat tersebut, maka berarti ia jauh dari sifat-sifat tersebut dengan kata lain; sifat-sifat tercela itu telah lenyap dari dirinya.[1][2] Sufi yang terpesona melihat keindahan Tuhan, dia tidak lagi menyadari apa saja selain Tuhan.[2] Dalam keadaan demikian, sufi tersebut dikatakan fana’ dari segenap alam, termasuk dirinya sendiri.[2] Dirinya dan alam semesta ini tentu saja tetap ada, tetapi sudah fana’ (lenyap) dari kesadaran sufi tadi, yang ada hanyalah kesadaran keberadaan Tuhan.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f Oman Fathurrahman, dkk (2008).Ensiklopedi Tasawuf.Bandung:Penerbit Angkasa.Hal 356-361
  2. ^ a b c d Nasution, Harun (1992).Ensiklopedi Islam Indonesia.Jakarta:Djambatan. Hal 233-234