Efesus 6
| Efesus 6 | |
|---|---|
Potongan surat Efesus 4:31-5:13 pada sisi verso Papirus 49, yang ditulis sekitar abad ke-3 M. | |
| Kitab | Surat Efesus |
| Kategori | Surat-surat Paulus |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 10 |
Efesus 6 (disingkat Ef 6) adalah pasal keenam (dan terakhir) Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Secara tradisional, surat ini diyakini ditulis oleh Rasul Paulus ketika ia berada di penjara di Roma (sekitar tahun 62 M), tetapi belakangan ini, terdapat dugaan bahwa surat ini ditulis antara tahun 80 dan 100 M oleh penulis lain yang menggunakan nama dan gaya penulisan Paulus.[3][4] Bab ini merupakan bagian dari nasihat Paulus (Efesus 4-6), dengan bagian khusus tentang bagaimana orang Kristen harus hidup dalam tanggung jawab mereka sebagai rumah tangga (5:21-6:9) dan dalam pertempuran melawan kekuatan rohani (6:10-20),[5] dengan berkat terakhir untuk menutup surat tersebut (6:21-24).[6] Digubah oleh rasul Paulus.[7]
Teks
[sunting | sunting sumber]- Surat aslinya ditulis dalam bahasa Yunani dan ditujukan kepada jemaat gereja di kota Efesus.
- Sejumlah naskah kuno tertua terlestarikan yang memuat salinan pasal ini antara lain:
- Papirus 46 (diperkirakan dibuat sekitar tahun 200 M)
- Codex Vaticanus (~325-350 M)
- Codex Sinaiticus (~330-360 M)
- Codex Alexandrinus (~400-440 M)
- Codex Freerianus (~450 M; terlestarikan: ayat 1, 10-12, 19-21)
- Codex Claromontanus (~550 M)
- Pasal ini dibagi atas 24 ayat.
- Berisi pengajaran bahwa kesatuan jemaat dan berbagai-bagai karunia pelayanan.
Struktur
[sunting | sunting sumber]Pembagian isi pasal:
- Efesus 6:1–9 = Taat dan kasih
- Efesus 6:10–20 = Perlengkapan rohani
- Efesus 6:21–24 = Pemberitahuan Salam
Ayat 1
[sunting | sunting sumber]- Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. (TB)[8]
Biasanya, anak-anak orang percaya tetap berada di bawah bimbingan orang-tua hingga mereka menjadi bagian dari kesatuan keluarga yang lain melalui pernikahan.
- 1) Anak-anak kecil harus diajar untuk menaati dan menghormati orang-tua mereka dengan dididik dan dilatih dalam Tuhan (lihat Amsal 13:24; Amsal 22:6; Efesus 6:4).
- 2) Anak-anak yang sudah lebih besar, sekalipun sudah menikah, harus menunjukkan sikap hormat terhadap nasihat orang-tua (Efesus 6:2) dan menghormati mereka dalam usia lanjut melalui perawatan dan bantuan keuangan apabila perlu (Mat 15:1–6).
- 3) Anak-anak yang menghormati orang-tuanya akan diberkati oleh Allah, di dunia ini dan di dalam kekekalan (Efesus 6:3).[9]
Ayat 2
[sunting | sunting sumber]- Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: (TB)[10]
Kutipan dari Keluaran 20:12, Ulangan 5:16; Sepuluh Perintah Allah
Ayat 3
[sunting | sunting sumber]- supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.[11]
Kutipan dari Ulangan 5:16; Sepuluh Perintah Allah
Ayat 11
[sunting | sunting sumber]- Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;[12]
Orang Kristen terlibat di dalam suatu peperangan rohani melawan kejahatan. Peperangan rohani ini digambarkan sebagai peperangan iman (2Kor 10:4; 1Tim 1:18–19; 6:12) yang berlangsung hingga mereka memasuki hidup kekal (2Tim 4:7–8; Gal 5:17).
- 1) Kemenangan orang percaya telah diperoleh oleh Kristus sendiri melalui kematian-Nya di salib. Yesus telah melancarkan serangan yang berhasil terhadap Iblis, melucuti kuasa dan penguasa kejahatan (Kol 2:15; bandingkan Mat 12:29; Luk 10:18; Yoh 12:31), membawa tawanan-tawanan (Efesus 4:8), dan menebus orang percaya dari kuasa Iblis (Efesus 1:7; Kis 26:18; Roma 3:24; Kol 1:13–14).
- 2) Saat ini orang Kristen terlibat dalam peperangan rohani yang dilaksanakan dengan kuasa Roh Kudus (Roma 8:13):
- (a) terhadap keinginan berdosa di dalam diri mereka sendiri (1Pet 2:11; Gal 5:17),
- (b) terhadap kesenangan duniawi yang tidak senonoh dan berbagai pencobaan (Mat 13:22; Gal 1:4; Yak 1:14–15; 1Yoh 2:16), dan
- (c) terhadap Iblis dan pasukannya (lihat Efesus 6:12).
Orang percaya diminta untuk memisahkan diri dari sistem dunia sekarang ini, membenci kejahatannya (Ibr 1:9), mengatasi dan mati terhadap pencobaan dari dunia (Gal 6:14; 1Yoh 5:4), dan terang-terangan mengutuk dosa-dosanya (Yoh 7:7).
- 3) Tentara Kristus harus memerangi semua kejahatan, bukan dengan kuasa mereka sendiri (2Kor 10:3), tetapi dengan senjata-senjata rohani (Efesus 6:10–18; bandingkan 2Kor 10:4–5).
- 4) Dalam peperangan iman tersebut, orang Kristen diminta untuk bertahan menghadapi kesulitan sebagai tentara Kristus yang tangguh (2Tim 2:3), menderita bagi Injil (Mat 5:10–12; Roma 8:17; 2Kor 11:23; 2Tim 1:8), bertanding dalam pertandingan iman yang benar (1Tim 6:12; 2Tim 4:7), berjuang (2Kor 10:3), bertahan (Efesus 6:18), mengalahkan (Roma 8:37), menjadi pemenang (1Kor 15:57), berhasil mengalahkan (2Kor 2:14), mempertahankan Injil (Filipi 1:16), membela iman (Filipi 1:27; Yudas 1:3), tidak takut menghadapi lawan (Filipi 1:28), memakai perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:13), menghancurkan benteng pertahanan Iblis (2Kor 10:4), menawan setiap pemikiran (2Kor 10:5) dan menjadi kuat dalam pertempuran (Ibr 11:34).[9]

Efesus 6:14-18
[sunting | sunting sumber]- Jadi berdirilah tegap,
- berikatpinggangkan kebenaran,
- berbajuzirahkan keadilan,
- kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
- dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
- terimalah ketopong keselamatan dan
- pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan.
- Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.[13]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]- Tikhikus
- Bagian Alkitab lain yang berkaitan: Keluaran 20, Ulangan 5, Roma 13, Efesus 1, Efesus 5, Filipi 1, Ibrani 7, Surat Yudas.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
- ↑ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.
- ↑ Bruce, F. F. (1988). The Canon of Scripture. Downers Grove, IL: InterVarsity Press. hlm. 142, 158–60. ISBN 978-0830812585.
- ↑ Attridge, Harold W.; Meeks, Wayne A., ed. (2006). The HarperCollins Study Bible (Edisi Revised). New York: HarperCollins. hlm. 1982–83. ISBN 978-0061228407.
- ↑ Dunn 2007, hlm. 1173.
- ↑ Dunn 2007, hlm. 1178–1179.
- ↑ Efesus 1:1
- ↑ Efesus 6:1 - Sabda.org
- 1 2 The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
- ↑ Efesus 6:2 - Sabda.org
- ↑ Efesus 6:3
- ↑ Efesus 6:11
- ↑ Efesus 6:14–18 TB - Sabda.org
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Teks Efesus 6 dari Alkitab SABDA
- (Indonesia) Audio Efesus 6
- (Indonesia) Referensi silang Efesus 6
- (Indonesia) Komentari bahasa Indonesia untuk Efesus 6
- (Inggris) Komentari bahasa Inggris untuk Efesus 6