Eddie Widiono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ir.
Eddie Widiono S
M.Sc, M.M.
Eddie Widiono.jpg
Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara
Masa jabatan
21 Februari 2001 – 15 Maret 2008
PresidenAbdurahman Wahid
Megawati Soekarno Putri
Susilo Bambang Yudhoyono
PendahuluKuntoro Mangkusubroto
PenggantiFahmi Mochtar
Informasi pribadi
Lahir15 Mei 1953 (umur 66)
Bendera Indonesia Malang, Jawa Timur, Indonesia
Alma materInstitut Teknologi Bandung
University of London
Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya
Situs webden.go.id

Ir. Eddie Widiono S., M.Sc, M.M (lahir di Malang, 15 Mei 1953; umur 66 tahun). Eddie Widiono adalah profesional Indonesia yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. PLN (Persero) dua periode selama 2001 - 2008. Eddie Widiono merupakan alumnus Teknik Elektro ITB. Namun Eddie Widiono pada tahun 2011 dinyatakan korupsi oleh pengadilan. Hakim menyatakan Eddie bersalah dalam kasus korupsi proyek outsourcing Customer Information System-Rencana Induk Sistem Informasi (CIS-RISI) di PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Tangerang tahun 2004-2007. Kasus ini terjadi saat Eddie menjabat sebagai Direktur Utama PLN periode 2001 - 2008. Sehingga Eddie harus mendekam di penjara selama 5 tahun. Sosok Eddie dikenal kontroversial dan tahun 2012 namanya kembali melambung saat menjadi saksi kunci kasus korupsi Emir Moeis.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Sekretaris Tim Nasional merangkap Ketua Tim Pelaksana Penghematan Energi dan Air (2008-2011)
  • Direktur Utama PT. PLN (Persero) (2001-2008)
  • Direktur Pemasaran dan Distribusi PT. PLN (Persero) (1998-2001)
  • Direktur Niaga dan Pengembangan Usaha PT. PLN PJB I (1998-2005)
  • Pegawai Karier pada PT. PLN (Persero) (1997-2005)
  • Anggota Dewan Energi Nasional (2009-2011)

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Kuntoro Mangkusubroto
Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara
2001 - 2008
Diteruskan oleh:
Fahmi Mochtar