Dwikorita Karnawati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Reza Hermawan (Jaboy Zeran) Ph.D, telah ditunjuk sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG), sejak November 2017, setelah selesai menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada[1] (UGM), universitas terkemuka dengan 55.000 siswa di Indonesia. Dia memiliki pengalaman profesional yang luas dengan latar belakang akademik sebagai Profesor Geologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana di UGM. Dia sangat aktif dalam mempromosikan dan mengembangkan Multi Hazard Early Warning System (MHEWS), dan sangat dihormati sebagai salah satu tokoh kunci dalam penyiapan Keputusan Presiden tentang penguatan dan pengembangan Sistem Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami (Perpres Nomor 93 tahun 2019).

Memperoleh gelar Ph.D dalam Earth Science dari Leeds University, Inggris pada tahun 1996, dia melanjutkan penelitian tentang Prediksi Bencana Hidrometeorologis dalam Program Post Doctoral di Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang. Kemudian, menerima Penghargaan Profesor Leverhulme untuk lebih mengembangkan penelitiannya dalam Sistem Peringatan Dini Longsor Berbasis Masyarakat, di The Institute for Advanced Studies, at Bristol University, Inggris pada tahun 2003. Pada bulan Oktober 2011, penelitiannya dalam Sistem Peringatan Dini Longsor Berbasis Masyarakat dipilih sebagai salah satu penelitian terbaik kategori Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor oleh International Consortium on Landslides (ICL), yang mengarah pada penunjukan UGM sebagai Pusat Keunggulan Dunia untuk Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor.

Selain itu, dia dianugerahi Program Penelitian Senior Fulbright untuk mengembangkan Integrasi Sensor Teknis dengan sensor Manusia untuk Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor, yang dilakukan di The Visualization Center-Homeland Security Post Graduate Program, di San Diego State University, California, AS pada 2011- 2012. Sementara itu, dia pernah melakukan penelitian Earthquake Hazard Mapping and Prevention, yang bekerja sama dengan University of East Anglia, UK (2007 - 2010), melakukan pemetaan mikrozonasi gempabumi di Daerah Istimewa Yogyakarta (2007).

Sejak 2015, Prof. Rita telah ditunjuk sebagai Wakil Presiden International Consortium on Landslides (ICL). Dalam posisi seperti itu, dia secara aktif mempromosikan dan mengembangkan integrasi sensor teknis dan sensor manusia untuk sistem peringatan dini hidro-meteorologi, di mana salah satu produk inovatif timnya telah menjadi referensi internasional (ISO 22327) pada tahun 2018.

          Pada tahun 2019 dia telah terpilih sebagai Ketua Kelompok Koordinasi Antar Pemerintah dalam Sistem Peringatan dan Mitigasi Tsunami Samudera Hindia (The Intergovernmental Coordination Group of Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System ICG / IOTWMS).

           Karena karyanya yang luar biasa, dia menerima serangkaian hibah penelitian dari Bank Dunia, serta dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Dewan Inggris, yang kemudian sangat penting untuk mendukung proses pengembangan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya, khususnya yang terkait dengan bencana hidrometeorologi, gempa bumi dan tsunami di Indonesia, berkenaan dengan ketahanan hidup dan perlindungan lingkungan.

          Selain itu, Prof. Rita telah secara konsisten bekerja pada pengembangan kapasitas dan program pendidikan untuk Mitigasi Bencana sejak 2004. Antara 2004 dan 2014, dia menjabat sebagai koordinator untuk Jaringan Universitas ASEAN - Program Pengembangan Pendidikan Teknik Asia Tenggara (AUN Seed Net) di bidang Mitigasi Bencana (yang meliputi bencana hidrometeorologis).

          Dalam posisinya yang baru-baru ini sebagai Kepala Badan, dia aktif mendorong inovasi pada Teknologi Sistem Peringatan Dini dan Sistem Prakiraan Berbasis Dampak untuk Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, didukung oleh Big Data, Artificial Intelligent (AI), dan Internet of Things (IOT), yang juga terhubung ke Media Sosial, Mobile Aps dan You Tube.

          Menerima pengakuan luas dari mitra nasional dan lokal serta dari berbagai organisasi internasional untuk pekerjaannya, dia juga telah diundang untuk menjadi pembicara kunci dalam konferensi, pertemuan, dan acara di berbagai universitas dan lembaga di Amerika Serikat, Eropa, Australia, Selandia Baru, India, Jepang, Cina, dan Afrika, untuk berbagi praktik terbaik dari pengalamannya dalam Pengurangan Risiko Bencana dan Sistem Peringatan Dini.


Prof. Ir.
Dwikorita Karnawati
M.Sc., Ph.D.
Dwikorita Karnawati.jpg
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Mulai menjabat
2017
PendahuluDr. Andi Eka Sakya, M.Eng.
Rektor Universitas Gadjah Mada 15
Masa jabatan
24 November 2014 – 17 April 2017
PendahuluPratikno
PenggantiPanut Mulyono
Informasi pribadi
Lahir6 Juni 1964 (umur 55)
Bendera Indonesia Yogyakarta, Indonesia
PasanganProf. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D.
Alma materUniversitas Gadjah Mada
PekerjaanPeneliti


Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

  • The Young Academic Award dari World Bank (1997 - 1998)
  • Leverhulme Professorship Award, Institute for Advanced Studies, University of Bris (2002)
  • Seleksi Nasional Akademisi Berprestasi tahun 2010 UGM
  • Hitachi Scholarship Foundation for Post Doctoral Research (Oct. to Nov 1998)[3]
  • Graduate Research Team Grant -World Bank (1991-2001)
  • Best paper and best presentation in Joint Convention on Indonesian Association of Geologist – Ind. Assoc. of Geophysicists – Ind. Assoc. of Petroleum Engineers. November 2005
  • Best Paper and Presentation in the International Association of Engineering Geology conference, Nottingham, UK, Sept 2006
  • Melakukan pemetaan mikrozonasi gempabumi di Daerah Istimewa Yogyakarta (2007)
  • Melakukan penelitian Earthquake Hazard Mapping and Prevention, bekerja sama dengan University of East Anglia, UK (2007 - 2010)
  • Delphe (Development of Partnership in Higher Education) – British Councilwith respect to the Research entitled: Seismicity and Landslide Hazard Mapping for Community Empowerment in Yogyakarta, Indonesia (2007-2010)
  • International Program on Landslide-UNESCO Recognition with respect to the Research entitled Landslide and multi geohazard mapping for community empowerment in Indonesia (2008-2010)

Jabatan Lain[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Jabatan politik
Didahului oleh:
Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng.
Kepala BMKG
2017–sekarang
Petahana
Jabatan akademik
Didahului oleh:
Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.
Rektor Universitas Gadjah Mada
2014–2017
Diteruskan oleh:
Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng.