Bulan di Atas Kuburan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Untuk Bulan di Atas Kuburan rilis tahun 2015 lihat: Bulan di Atas Kuburan.
Bulan di Atas Kuburan
Film Bulan di atas kuburan.jpg
SutradaraAsrul Sani
ProduserSjumandjaja
PenulisAsrul Sani
Sitor Situmorang
PemeranMuni Cader
Rachmat Hidayat
Kusno Sudjarwadi
Aedy Moward
Kris Biantoro
Mutiara Sani
Sofia WD
Chitra Dewi
Sam Suharto
Yana Yuanita
Durasi99 menit
NegaraIndonesia
BahasaFilm bisu

Bulan di Atas Kuburan adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1973 yang disutradarai oleh Asrul Sani dan dibintangi oleh Muni Cader, Rachmat Hidayat, Kusno Sudjarwadi, dan Mutiara Sani. Ide cerita dari film ini terambil dari puisi Malam Lebaran karya Sitor Situmorang.

Film ini meraih penghargaan Festival Film Indonesia 1975 untuk pemeran pendukung pria terbaik (Aedy Moward).

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Di kampung, Sabar memamerkan kesuksesannya hidup di Jakarta membuat dua pemuda Batak Tigor dan Sahat tetangganya tergiur untuk merantau ke Jakarta dengan berbekal alamat Sabar. Impian dan harapan langsung musnah, karena ternyata Sabar tinggal di kampung kumuh dan sebagai sopir opelet. Kehidupannya sering diwarnai pertengkaran dengan istrinya karena Sabar sendiri penuh dengan khayal. Maka Tigor dan Sahat berusaha hidup di Jakarta dengan caranya sendiri. Tigor menjadi penguasa sebuah kawasan parkir yang akhirnya mati dikeroyok tukang parkir dan para pencuci motor. Sahat yang bercita-cita jadi penulis besar, merelakan diri mengawini Mona, putri seorang penerbit buku untuk melancarkan cita-citanya. Sabar sendiri mati saat kendaraannya terguling. Semua tak menemukan bulan yang dicari.[1]

Produksi ulang[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, film ini diproduksi ulang. Dengan mengangkat tema yang sama, yaitu urbanisasi, skenarionya disesuaikan dengan kehidupan masa sekarang, dengan menambahkan beberapa karakter untuk lebih menghidupkan suasana. Film remake ini dibintangi oleh Donny Alamsyah, Rio Dewanto, Tio Pakusadewo, dan Atiqah Hasiholan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]