Bibel, Qur'an dan Sains Modern

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Bibel, Qur'an dan Sains Modern
Pengarang Maurice Bucaille
Judul asli La Bible, le Coran et la Science
Penerjemah Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Negara Perancis
Bahasa Indonesia
Genre Teologi, Kristen, Islam, Sains
Penerbit Penerbit Bulan Bintang
Tanggal rilis dalam bahasa Indonesia 1979
terbitan bahasa Perancis 1976

Bibel, Qur'an dan Sains Modern (Perancis La Bible, le Coran et la Science) adalah sebuah buku karangan Maurice Bucaille yang diterbitkan pada tahun 1976. Buku ini mencoba menjelaskan bahwa tidak ada kontradiksi antara Islam dan ilmu pengetahuan modern.[1] Bucaille dalam bukunya mengkritik Alkitab atau Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya bisa diragukan. Sedangkan dalam Al Qur'an terdapat banyak kecocokan dengan fakta sains.

Mendukung Al Qur'an[sunting | sunting sumber]

Bucaille percaya bahwa pemerian Qur'an mengenai gejala-gejala alamiah membuatnya kompatibel dengan ilmu pengetahuan modern. Bucaille menyimpulkan bahwa Qur'an adalah perkataan-perkataan Allah.

Di antara tulisannya ialah:

"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan." [QS 27:88]

Bucaille menjelaskan bahwa ternyata gunung-gunung bersama dengan lempeng bumi bergerak. Jadi ayat Al Qur'an di atas sesuai dengan ilmu pengetahuan.

Bucaille juga menjelaskan bahwa ayat Al Qur'an di bawah yang menyatakan bahwa Allah menyelamatkan badan Fir'aun hingga bisa dilihat manusia saat ini sesuai dengan kenyataan:

"Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu" [QS 10:92]

Ada yang menulis bahwa "Ternyata para ahli menemukan garam di dalam badan Fir'aun yang menunjukkan bahwa Fir'aun memang pernah tenggelam. Jenazah Fir'aun/Mumi bisa dilihat manusia hingga saat ini". Namun, hal ini tidak dapat dibuktikan karena sampai sekarang belum dapat dipastikan siapa Fir'aun yang memerintah pada zaman Musa. Di Alkitab tidak disebutkan bahwa badan Fir'aun diselamatkan Tuhan.[2]

Mengkritik Alkitab[sunting | sunting sumber]

Menurut Bucaille, terdapat kesalahan-kesalahan ilmiah monumental dalam Alkitab dan tidak ada satu kesalahanpun dalam Qur'an. Bucaille berpendapat bahwa Perjanjian Lama telah dikacaukan karena berbagai terjemahan dan koreksi ketika disampaikan dari mulut ke mulut secara lisan. Ia menekankan, dalam kata-katanya, “berbagai ketidakcocokan dan pengulangan”, dalam Perjanjian Lama dan Injil-injil. Dalam analisisnya, Bucaille mengklaim ia menggunakan banyak pendapat-pendapat kritik Alkitab, seperti hipotesis dokumen.

Bucaillism[sunting | sunting sumber]

"Bucaillism" adalah istilah yang digunakan oleh akademika untuk gerakan yang mengkaitkan ilmu pengetahuan modern dengan agama, khususnya Islam.[3] Sejak penerbitan The Bible, the Quran and Science, para pengikut Bucaillism, yang dikenal sebagai "Bucaillists", telah mempromosikan ide bahwa Qur'an mempunyai asal ilahi, dengan pendapat bahwa kitab itu mengandung fakta yang benar secara ilmiah.[4][5]

Sanggahan[sunting | sunting sumber]

Pendangan Maurice Bucaille yang mencocokkan fakta dengan agama ("concordist theories") menghadapi sejumlah kritikan. William F. Campbell menyatakan bahwa Maurice Bucaille tidak mengevaluasi Qur’an dengan standar yang sama dengan yang dipakainya untuk menilai Alkitab. Sesungguhnya, Bucaille menuntut agar Alkitab sesuai dengan bahasa ilmiah abad ke-20, sedangkan ia menerima bahwa Qur’an tidak ditulis dengan semangat ilmiah yang demikian, karena Qur’an, menurut tulisan Bucaille sendiri: “dinyatakan dalam bahasa yang sesuai untuk petani atau pengelana di semenanjung Arab”.[6] Dengan demikian, ia mengklaim Bucaille tidak obyektif.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Episode 3: The Islamic world is witnessing a trend for seeking 'scientific miracles' in the Qur'an". Islam and Science. Episode ke-3. 2nd March 2009.  Periksa nilai tanggal di: |= (bantuan)
  2. ^ Lihat Keluar dari Mesir
  3. ^ Encyclopaedia of the history of science, technology, and medicine in non-western cultures, ed. Helaine Selin, retrieved 28 March 2011
  4. ^ Explorations in Islamic science Ziauddin Sardar, (1989), retrieved 28 March 2011
  5. ^ An illusion of harmony: science and religion in Islam (2007) Taner Edis, retrieved 28 March 2011
  6. ^ (William F. Campbell 1994, hlm. 32.)
  7. ^ (William F. Campbell 1994, hlm. 29.)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]