Bermain korban

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Bermain korban (Victim playing, playing the victim, victim card, self-victimization) adalah sikap seseorang yang seolah-olah berlagak sebagai seorang korban untuk berbagai alasan seperti membenarkan pelecehan terhadap orang lain, memanipulasi orang lain, strategi penjiplakan atau mencari perhatian.

Untuk penyalahgunaan[sunting | sunting sumber]

Bermain korban oleh para penyalah guna adalah:[1][2]

  • Dehumanisasi, menyangkal bahwa tindakan yang ia lakukan adalah tindak pelecehan dengan mengklaim bahwa tindakan tersebut dibenarkan dengan alasan orang lain (biasanya korban) berperilaku buruk
  • Melakukan tindak dan kontrol abusif dengan meminta simpati dari orang lain dalam rangka meraih bantuan untuk mendukung atau melakukan tindak pelecehan terhadap korban (dikenal sebagai pelecehan proksi)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Bailey-Rug C (2015) Life After Narcissistic Abuse
  2. ^ Bailey-Rug C (2016) It's Not You, It's Them: When People Are More Than Selfish7
  • Anthony C. Mersino, Emotional Intelligence for Project Managers; The People Skills You Need to Succeed (2012) p. 60 and p. 43

Pranala luar[sunting | sunting sumber]