Angka signifikan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Angka signifikan merupakan banyaknya digit yang diperhitungkan di dalam suatu kuantitas yang diukur atau dihitung.Ketika angka signifikan digunakan, digit terakhir dianggap tidak pasti. Ketidakpastian dari digit terakhir tergantung pada alat yang digunakan dalam suatu pengukuran.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Dalam suatu pengukuran dibutuhkan hasil pengukuran yang tepat dengan dilakukan penghitungan secara kuantitatif. Akan tetapi,untuk memperoleh nilai yang tepat untuk kuantitas yang tinggi adalah tidak mungkin, kecuali semua bilangan yang terlibat merupakan bilangan bulat. Untuk mengurangi batas kesalahan dalam menentukan hasil pengukuran diperlukan angka signifikan yang jelas. Untuk memperoleh angka signifikan yang lebih banyak dapat menggunakan alat ukur yang memiliki ketepatan yang lebih tinggi. Seperti contoh, dalam mengukur volume sejumlah cairan digunakan tabung volumetrik dengan skala yang memberikan ketidakpastian sebesar 1 mL dalam pengukuran. Jika dalam pengukuran dihasilkan volume 6 mL, maka volume sebenarnya berada dalam rentang 5 mL hingga 7 mL. Jadi penulisannya adalah (6±1). Dalam hal ini, hanya terdapat satu angka signifikan yaitu digit 6 dengan ketidakpastian plus atau minus 1 mL. Untuk mendapatkan hasil pengukuran dengan ketepatan yang lebih tinggi, bisa menggunakan tabung volumetrik yang memiliki skala yang lebih kecil, agar hasil pengukuran volume hanya memberikan ketidakpastian sebesar 0.1. Jika hasil pengukuran volume adalah 6.0 mL, maka dapat dinyatakan dengan kuantitas (6.0 ± 0.1) mL. Sehingga dapat diperoleh hasil pengukuran sebenarnya berada di antara 5.9 mL dan 6.1 mL[1].

Aturan Angka Signifikan[sunting | sunting sumber]

Dalam penelitian ilmiah, untuk menuliskan jumlah angka signifikan harus ditulis secara hati-hati. Untuk menuliskan angka signifikan dapat mengikuti aturan berikut:

1.Setiap angka yang tidak nol merupakan angka signifikan. Seperti 2304 dan 4,001 memiliki angka signifikan berturut-turut tiga dan empat.

2.Angka-angka nol yang terletak di antara angka bukan nol merupakan angka signifikan. Seperti 2,008 memiliki empat angka signifikan.

3.Angka nol terakhir di sebelah kanan koma desimal merupakan angka signifikan. Seperti 10.070 memiliki lima angka signifikan.

4.Angka nol di sebelah kiri dari angka pertama bukan nol merupakan angka tak signifikan. Seperti 0.00008 memiliki satu angka signifikan.

5.Nol yang terdapat di ujung dari deret angka dan disebelah kiri dari koma desimal dapat atau tidak dapat menjadi angka signifikan.[2]

Beberapa aturan diatas dapat memberikan cara menentukan angka signifikan dalam perhitungan, yaitu:

a.Dalam penambahan dan pengurangan, jawaban tidak boleh memiliki jumlah digit di kanan koma desimal yang lebih banyak daripada bilangan-bilangan yang ditambahkan atau dikurangkan.

b.Dalam perkalian dan pembagian,jumlah angka signifikan dari hasil kali atau hasil baginya yang ditentukan oleh bilangan awal yang memiliki jumlah angka signifikan yang lebih sedikit.

c.Bilangan eksak yang diperoleh dari definisi atau lewat perhitungan dari banyaknya suatu benda dapat dianggap memiliki jumlah angka signifikan yang tak berhingga.

Dalam membahas pengukuran dan angka signifikan, diperlukan membedakan antara ketepatan dan ketelitian.Ketepatan menunjukkan pada seberapa dekat suatu hasil pengukuran dengan hasil sesungguhnya dari kuantitas yang diukur.Sedangkan ketelitian menyatakan seberapa dekat dua atau lebih hasil pengukuran dari kuantitas yang sama sesuai satu dengan yang lain[1].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Chang R., 2003, General Chemistry: The Essential Concepts, alih bahasa: Indra Noviandri dkk, 2004, Kimia Dasar Jilid 1, Jakarta: Penerbit Erlangga.
  2. ^ Petrucci R. H., 1985, General Chemistry: Principles and Modern Application Fourth edition, alih bahasa: Suminar Achmadi dkk, 1987, Kimia Dasar Jilid 1, Jakarta: Penerbit Erlangga