Keterjangkauan
Keterjangkauan atau aksesibilitas (juga disebut keteraksesan, ketercapaian) adalah derajat kemudahan dicapai oleh orang, terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan. Dalam pengertian yang lain bahwa keterjangkauan merupakan ukuran kemudahan lokasi untuk dijangkau dari lokasi lainnya melalui sistem pengangkutan. Ukuran keterjangkauan meliputi kemudahan waktu, biaya, dan usaha dalam melakukan perpindahan antara tempat atau kawasan.[1] Kemudahan jangkauan tersebut diterapkan pada bangunan, lingkungan dan fasilitas umum lainnya. Keterjangkauan juga difokuskan pada kemudahan bagi penyandang disabilitas untuk menggunakan fasilitas seperti pengguna kursi roda harus bisa berjalan dengan mudah di trotoar ataupun naik angkutan umum.
Penyandang disabilitas
[sunting | sunting sumber]Penyandang disabilitas, baik pengguna kursi roda maupun penyandang disabilitas netra, harus bisa menggunakan semua fasilitas umum seperti tulisan braille untuk menjelaskan fasilitas umum seperti di pengundak (lift), stasiun, dan trotoar bagi pejalan kaki yang menggunakan ubin pemandu (guiding block).[2] Demikian pula bagi pengguna kursi roda yang harus bisa berpindah tempat di trotoar, naik dan turun ke angkutan umum, dan memasuki kantor-kantor pelayanan umum dengan atau tanpa dibantu.
Pengangkutan
[sunting | sunting sumber]
Di bidang pengangkutan atau transportasi, keterjangkauan adalah kemudahan mencapai suatu tujuan, dengan tersedianya berbagai laluan alterneatif menuju satu tempat.
Ukuran yang biasa digunakan dalam analisis lalu lintas i adalah
Di mana:
- = indeks zona asal
- = indeks zona tujuan
- = fungsi biaya perjalanan
Model keterjangkauan tersebut bisa dibuat untuk pengguna kendaraan pribadi maupun pengguna kendaraan umum. Secara lebih mudah keterjangkauan bisa dihitung atas dasar panjang jalan per kilometer persegi, semakin panjang berarti semakin terjangkau.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Muta'ali,Lutfi.(2015).Teknik Analisis Ragional Untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang, Dan Lingkungan.Yograkarta:Badan perbit Fakultas Gegrafi (BPFG) Universitas Gajah Mada
- ↑ Thohari, Slamet (2014). "Pandangan Disabilitas dan Aksesibilitas Fasilitas Publik bagi Penyandang Disabilitas di Kota Malang". Indonesian Journal of Disability Studies. 1 (1): 27–37.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Tips dan Trik ala Abie: Kartunet kampanye aksesibilitas tanpa batas