Abu Yasid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Prof. Dr. H. Abu Yasid, M.A., LL.M (lahir 10 Oktober 1967) adalah seorang akademisi dan intelektual muslim berlatar pondok pesantren dan berkebangsaan Indonesia.[1]

Kehidupan Awal[sunting | sunting sumber]

Abu Yasid lahir dan dibesarkan di perkampungan Mong-mong yang terletak di desa Glagga, kecamatan Arosbaya, kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Di kampung itu terdapat Pondok Pesantren Darul Mannan yang didirikan oleh kakek buyutnya, yakni Almarhum K.H. Abdul Mannan, puluhan tahun silam. Di pesantren itulah ia ditempa dasar-dasar ilmu pengetahuan agama sebelum oleh kedua orang tuanya (H. Abd. Mughni dan Hj. Asun Sunnati) dikirim untuk belajar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur pada tahun 1981.[2][3]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Abu Yasid menempuh pendidikan tingkat dasar di Pondok Pesantren Darul Mannan Desa Glagga Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan (1974-1980). Ia kemudian melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur (1981-1987). Selanjutnya, kuliah program sarjana (S1) Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Ibrahimy (1987-1992) dan Ma'had Aly (1990-1993) Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Kemudian melanjutkan studi program magister (S2) dalam bidang syari’ah dan hukum di International Islamic University Islamabad Pakistan (1994-1998). Selanjutnya ia mendapatkan beasiswa Sasakawa Young Leaders Fellowship Fund (Sylff) untuk studi program doktor di Academy of Islamic Studies, University of Malaya Kuala Lumpur Malaysia (1999-2004).[4][1]

Karier[sunting | sunting sumber]

Kesehariannya, Abu Yasid berkarier sebagai dosen dengan jabatan akademik Profesor (Guru Besar) di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Selain di UINSA Surabaya, ia juga mengajar di almamaternya, Universitas Ibrahimy dan Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur.[2][5] Gelar guru besar-nya dalam bidang ilmu Filsafat Hukum Islam diperoleh pada tanggal 1 Januari 2015 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 9879/A4.3/KP/2015.[6][7] Tugas tambahan (jabatan struktural) yang pernah diembannya, menjadi Direktur Program Pascasarjana Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo periode 2012 – 2016, menjadi Rektor Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo periode 2016 – 2018, dan menjadi Rektor Universitas Ibrahimy Situbondo periode 2018 – 2021.[2][8] Secara berkala ia sering diundang menjadi visiting lecture (dosen tamu) dan External Examiner (Penguji luar) disertasi di beberapa perguruan tinggi Malaysia, khususnya Universitas Malaya Kuala Lumpur.[2][8] Di bidang sosial kemasyarakatan, aktif berkhidmah di Jam'iyyah Ijtima'iyyah (Organisasi Kemasyarakatan) Nahdlatul Ulama' (NU) dan tercatat sebagai Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama' (PCNU) Kabupaten Situbondo Periode 2021-2026.[2] Pada tahun 2022 ini ia me-release dua monograf tentang paham Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) yang dianggap moderat dan sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia.[2] Kedua monograf tersebut masing-masing bertajuk Paham Keagamaan Ahlussunnah Wal Jama'ah dan Prinsip Moderat Paham Ahlussunnah Wal Jama'ah.

Penelitian[sunting | sunting sumber]

Sebagai dosen, Abu Yasid aktif melaksanakan kegiatan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk kegiatan penelitian dan studi banding, baik di dalam maupun di luar negeri. Pada bulan April 1997 ia pernah melakukan penelitian dan rihlah ilmiyyah di Mesir dan Palestina. Pada bulan November dan Desember 2013 mengikuti Postdoctoral Fellowship Program For Islamic Higher Education Kementerian Agama RI selama dua bulan di Negara Maroko. Pada bulan Januari 2015 ia berkesempatan mengikuti program Riset Kolaboratif Kementerian Agama RI di Negara Spanyol, Prancis dan Maroko selama dua minggu. Penelitian ini dipusatkan di Universitas Al-Qarawiyyin dengan judul riset: Penerapan Konsep Maqashidus Syari’ah di Muassasah Darul Hadith al-Hasaniyah Universitas Al-Qarawiyyin Maroko. Pada bulan Maret 2017 ia mengadakan kunjungan ilmiah dan kerjasama akademik di sejumlah lembaga pondok pesantren dan perguruan tinggi di Turki dan Yordania. Di antaranya di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Sulaimaniyyah Istanbul, Universitas Yarmouk yang terletak di kota Irbid wilayah utara Yordania, dan Universitas Al al-Bayt di pinggiran kota Mafraq sekitar 65 km ke arah timur laut dari ibu kota Amman. Pada bulan Desember 2018 mengikuti program riset terapan dan pengembangan global Kementerian Agama RI di Belanda, Jerman dan Maroko. Pada tahun 2022 mengikuti Program Sabbatical Leave and Visiting Professor Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI di Western Sydney University Australia[3][4] Pada tahun ini pula ia memublikasikan hasil penelitian kepustakaannya bertajuk Maqashidus Syari'ah versus Qiyas.[5]

Publikasi Karya Ilmiah[sunting | sunting sumber]

  • "Pondok Pesantren and Islamic Sciences Development: A Case Study on The Development of Fiqh Studies of Ma’had Aly Situbondo East Java", Journal of Southeast Asian Studies, University of Malaya Kuala Lumpur, Vol 17 (2012).[6]
  • "The Islamic Perspective of Changes in Government Administration and Law: With Special Reference to The Development of Legal Political System in Post-Reformasi Indonesia", Journal of Indonesian Islam, UIN Sunan Ampel Surabaya, Vol. 6, No. 1 (2012).[7]
  • "Discourse of Islamic Jurisprudence in Indonesian Ma'had Aly between Taqlidy and Manhajy" [التفكيرالفقهي بين الطريقة التقليدية والمنهجية في المعاهد الإسلامية المثالية في إندونيسيا], Journal of Indonesian Islam, UIN Sunan Ampel Surabaya, Vol. 10, No. 1 (2016).[8]
  • "The Revitalization of Maqasid al-Mu ‘amalat According to Abdullah bin Bayyah and Its Implications on Islamic Law", Journal of Research, Society and Development, Vol. 10, No. 14 (2021).[9]
  • "How to Increase Social Fund Income During The COVID-19 Pandemic in Indonesia? (A Case Study on The Great Mosque of Kediri City, East Java, Indonesia)", Journal of Management and Entrepreneurship: Trends of Development, Vol. 3, No. 17 (2021).[10]
  • "Pancasila and Transnational Ideology in the Maqāṣid al-Sharī‘ah Perspective", Islamica: Jurnal Studi Keislaman, UIN Sunan Ampel Surabaya, Vol. 16, No. 1 (2021).[11]
  • "Maqashid Syariah on Hajj Insurance in Indonesia", Technium Social Sciences Journal, Vol. 29 (2022).[12]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ https://lecturer.uinsby.ac.id/index.php/example/detaildosen/253
  2. ^ a b c d e https://orcid.org/0000-0003-4837-5939
  3. ^ http://gufronraifa.blogspot.com/2015/03/kisah-anak-petani-peraih-gelar-profesor.html
  4. ^ Zain, Zaini (2019-09-22). "Profil Singkat Rektor UNIB Sukorejo". bhasafm.co.id. Diakses tanggal 2020-03-22. 
  5. ^ Zain, Zaini (23 September 2019). "Profil Singkat Rektor UNIB Sukorejo". Bhasafm. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  6. ^ "Prof Dr. Abu Yazid Dikukuhkan Sebagai Guru Besar IAI Ibrahimy Sukorejo Situbondo". 2015-11-30. Diakses tanggal 2020-02-17. 
  7. ^ https://issuu.com/alsod/docs/30_november_1caba12600184d/3
  8. ^ a b "Rektor". ibrahimy.ac.id. Diakses tanggal 2020-02-17.