4Bia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
4Bia
4bia.jpg
Poster Resmi Thailand
SutradaraYoungyooth Thongkonthun
Banjong Pisanthanakun
Parkpoom Wongpoom
Paween Purijitpanya
ProduserJira Maligool
PenulisYoungyooth Thongkonthun
Banjong Pisanthanakun
Parkpoom Wongpoom
Paween Purikitpanya
Eakasit Thairatana
PemeranLaila Boonyasak
Maneerat Kham-uan
Apinya Sakuljaroensuk
SinematografiEakasit Thairatana
PenyuntingPaween Purikitpanya
Perusahaan
produksi
DistributorGMM Tai Hub
Tanggal rilis
25 April 2008
Durasi
240 menit
NegaraThailand
BahasaBahasa Thailand

4bia atau Phobia (bahasa Thai: สี่แพร่ง atau See Prang) film horor Thailand yang terbagi atas empat segmen yang masing-masing segmen ditulis dan disutradarai oleh Youngyooth Thongkonthun, Banjong Pisanthanakun, Parkpoom Wongpoom, and Paween Purijitpanya.

Plot[sunting | sunting sumber]

1. Kebahagiaan/Kesendirian (Judul asli - Ngao/Loneliness; Sutradara: Youngyooth Thongkonthun)

Pin adalah seorang gadis muda yang tinggal sendirian diapartemennya. Kecelakaan yang menyebabkan kakinya harus digips sukses menyabotase kesehariannya, dan membuatnya terus berada dikamarnya. Kesehariannya hanya melihat internet dan kirim sms dengan temannya, sampai suatu ketika ada sebuah sms dari nomor tak dikenal yang ingin kenalan dengan Pin. Awalnya Pin merasa sangsi, tetapi karena ia benar-benar tidak ada pekerjaan, ia akhirnya melayani pengirim itu. Pin pun senang ketika tahu bahwa pengirim sms itu adalah seorang pria.

Keseharian Pin berubah menjadi lebih ceria, karena pria itu membalas sms-sms Pin cepat sekali, tidak seperti teman-temannya. Sesuai judul segmen ini, Pin akan merasa bahagia jika sms-nya langsung direspon, tetapi sangat kesepian kalau sms-nya tak kunjung direspon. Pria itu pun minta Pin mengirimkan fotonya, dan Pin meminta sebaliknya. Setelah mengirimkan fotonya, Pin dikejutkan karena pria tadi hanya mengirimkan kembali foto yang Pin kirimkan padanya. Pin merasa si pria mempermainkannya, sampai pria itu meminta Pin untuk melihat lebih jelas difotonya, dan ketika dilihat, terlihatlah siluet seorang pria sedang ikut berfoto dengan Pin.

Ketakuan, Pin pun memilih untuk tidak selalu membalas sms pria itu. Tapi anehnya, pria itu selalu tahu dan selalu minta Pin membalas smsnya. Pin tambah terkejut ketika pria itu bilang akan datang. Lampu-lampu pun mulai mati dengan sendirinya, dan ketika pria itu bilang ia sudah sampai, hantunya muncul dan membuat Pin terlontar dari jendela. Lalu flashback dimulai. Pria itu ternyata bunuh diri karena diputuskan sepihak oleh pacarnya. Ia pun menabrakkan diri kedepan taksi yang kebetulan sedang ditumpangi Pin, dan menyebabkan kecelakaan yang mematahkan kaki Pin. Kamera kembali ke Pin dan handphone-nya yang ikut terjatuh. Handphone yang tadinya mati itu hidup kembali, dan layarnya menampilkan wajah Pin dan pria itu, karena keduanya yang sama-sama kesepian telah bersama selamanya.

2.Mata Ganti Mata (Judul Asli - Yan Sang Tai/Deadly Charm; Sutradara: Paween Purikitpanya)

Pink adalah siswi SMU yang juga anggota dari geng sekolah yang paling berkuasa. Suatu hari, gengnya kecuali Pink dan Chieko, anggota lain, dilaporkan oleh seorang siswa nerd bernama Ngid karena ketahuan sedang menghisap ganja. Ngid pun dihajar habis-habisan oleh geng itu. Beberapa hari setelah malam "penghajaran" Ngid, ia kembali kehadapan geng itu, dengan membawa buku yang jika sebuah gambar dilihat, yang melihatnya akan segera mati. Geng itu kembali menangkap Ngid, tetapi Chieko melihat gambar itu dan terjatuh kederetan besi tajam yang melubangi lehernya. Pemimpin geng yang marah karena Chieko terluka pun mendorong Ngid dan secara tidak sengaja membuatnya melihat gambar itu sendiri. Ngid pun ketakutan karena ia sekarang terkena kutukan, dan karena tidak hati-hati ia pun terjatuh dari jendela dan tertusuk tiang bendera di luar.

Disaat siswa-siswi lain sibuk dengan mayat Ngid, geng itu pun membawa Chieko keapartemennya, tetapi terlambat. Geng itu pun sedih karena salah satu anggotanya meninggal, tetapi salah satu anggota lain melihat kertas yang menyebabkan kutukan itu, dan ia pun meninggal karena tertimpa AC dan meledak. Baling-baling AC pun melayang dan menebas salah satu kepala anggota lain. Kertas itu pun sekarang didapatkan oleh ketua geng, dan ia pun meninggal karena terjatuh dari apartemen. Sekarang tersisa Pink sendirian. Ia pun berusaha untuk tidak melihat kertas itu, tetapi arwah Ngid tetap berusaha memaksanya. Akhirnya, Pink berhasil diselamatkan polisi sebelum melihat kertas itu.

Polisi menginterogasi Pink dan tidak percaya dengan semua ceritanya. Karena sebuah keributan terjadi, polisi harus meninggalkan Pink sendirian. Disaat itulah Pink didatangi arwah Ngid yang kembali memaksanya melihat kertas itu. Monster-monster pun berdatangan dan memegangi kepala Pink agar ia tidak bisa menutup matanya. Setelah mengatasi keributan, polisi pun teringat pada Pink dan kembali kepadanya, namun polisi itu sangat terkejut terhadap kondisi Pink. Satu persatu tetesan darah mulai mengalir dari wajahnya, dan ada dua buah bola mata berlumuran darah di atas meja. Pink hanya tertawa dan mengatakan dengan mencabut kedua bola matanya, hantu itu tidak akan pernah bisa memaksanya untuk melihat kertas itu.

3.Orang Ditengah (Judul asli - Kon Klang/Person or Persons Unknown; Sutradara: Banjong Pisanthanakun)

Aey, Puak, Shin dan Ter adalah pemuda yang menyukai rafting. Sebelum tidur, mereka saling bercerita dan mengejek, namun salah satu di antaranya, Aey, bercanda bahwa jika ia mati disana, ia akan mengajak orang yang tidur di tengah untuk tidur bersamanya. Keesokan harinya, ketika sedang bermain arung jeram, karena kebodohan Puak yang berdiri di atas kapal, kapal mereka pun sukses terbalik dan menjatuhkan semua penumpangnya. Aey, Puak dan Shin berhasil sampai ketepian, tetapi Ter masih tenggelam. Aey pun berinisiatif menolongnya, tetapi ketika Ter sampai ketepian, Aey sudah tidak terlihat lagi.

Malamnya ketika akan tidur, Ter pun teringat terhadap candaan Aey malam sebelumnya, yang diikuti dengan persetujuan dari Shin. Puak yang awalnya tidak peduli, akhirnya memutuskan bahwa mereka akan tidur dengan posisi segitiga agar tak ada yang tidur di tengah. Belum tertidur lama, sesuatu datang ketenda mereka. Grup itu ketakutan sebelum menyadari bahwa sesuatu itu adalah Aey. Mereka pun dengan lega bisa melanjutkan rafting, tetapi Shin dan Ter menyadari keanehan Aey yang diam saja sejak kembali. Mereka membangunkan Puak dan berdiskusi di luar, namun saat kembali ketenda, Aey yang tadinya tidur sudah tidak ada disana.

Mereka pun berasumsi bahwa Aey sudah meninggal dan kembali sebagai hantu, namun ia muncul kembali dan meminta ditemani buang air kecil. Ter pun menemani Aey, namun disungai, Ter terkejut menemukan mayat Aey dan meninggalkan Aey yang sedang buang air disana. Shin dan Puak memutuskan bahwa mereka harus pergi dari sana menggunakan perahu. Ditambah lagi, mereka menemukan mayat Aey disebelah perahu. Tapi Ter merasa lain, dan ia memanggil nama-nama Aey dengan harapan Aey akan muncul dan melihat mayatnya sendiri, sehingga ia tidak akan menghantui mereka bertiga lagi. Aey pun muncul, dan Ter mengangkat mayat itu kepada Aey. Shin menyadari bahwa mayat yang diangkat Ter bukanlah mayat Aey, tetapi mayat Ter sendiri.

Ter terkejut setengah mati ketika menyadari bahwa itu adalah mayatnya. Shin dan Puak tambah terkejut lagi ketika melihat mayat Aey dan mayat mereka berdua. Ternyata setelah jatuh dari kapal, mereka sebenarnya tidak pernah kembali kedaratan dan meninggal karena tenggelam. Aey pun tersenyum senang karena akhirnya teman-temannya mengerti bahwa mereka semua sudah meninggal.

4.Penerbangan 224 (Judul asli - Teaw Bin 224/Flight 224; Sutradara: Parkpoom Wongpoon)

Pim, seorang pramugari dikejutkan bahwa ia harus mengudara pada hari liburnya untuk menjemput seorang putri dari kerajaan Vanistan, Sophia. Awalnya ia akan berdua dengan temannya, Tui, tetapi Tui sedang ada masalah dan Pim pun sendirian bersama putri Sophia dipesawat itu. Suami putri Sophia, pangeran Albert sudah terlebih dahulu berada di Thailand. Selama dipesawat, putri Sophia bertindak semena-mena pada Pim, mulai dari menjatuhkan kopi panas ketangan Pim sampai menceritakan bagaimana hukuman bagi yang berselingkuh dikerajaannya, yaitu wanita itu akan disiksa, dan sebelum meninggal, ia harus berlutut pada istri dari pria yang diselingkuhinya untuk minta ampun. Pim pun berniat balas dendam, yaitu kopi yang baru dibuatnya ia aduk dengan hak sepatunya. Namun sialnya, putri Sophia tidak ingin lagi minum kopi.

Putri Sophia pun sadar bahwa Pim memakai cincin yang sama dengannya, cincin yang diberikan pangeran Albert. Setelah menginjak cincin itu, Pim pun pergi kebelakang dan menelepon kapten pesawat dengan harapan ia bisa mengerjakan sesuatu daripada hanya disuruh dengan semena-mena oleh putri itu. Sayang, sang kapten tidak membutuhkan apa-apa. Ketika waktu makan siang, Pim pun menyediakan makan siang untuk putri Sophia, namun ia menolaknya. Putri Sophia tidak kehilangan akal untuk menyusahkan Pim, ia meminta makan siang Pim untuk dimakannya. Pim lalu membuka makan siangnya, yaitu mi dengan sayur dan udang, namun ternyata putri Sophia punya alergi terhadap udang. Pim sempat tidak ingin menyediakan makanan itu, tetapi ketika putri Sophia terus menerus memanggilnya, ia pun menyingkirkan udang-udangnya dan menyediakan mienya saja untuk putri Sophia.

Di luar dugaan Pim, putri Sophia terlihat menikmati mienya itu. Namun ketika ia kembali kebelakang, putri Sophia terlihat batuk-batuk keras. Saat Pim menawarinya minum, putri Sophia langsung menyerobot ketoilet. Pim pun menyadari bahwa ada beberapa foto dikursi sebelah kursi putri Sophia, dan terkuaklah bahwa sebenarnya Pim pernah berselingkuh dengan pangeran Albert selama ia berada di Thailand, dan kehadiran putri Sophia kesana hanyalah untuk membuktikan apakah Pim benar-benar seorang pramugari dipenerbangan itu. Pim yang akan meninggalkan kursi putri Sophia bertemu dengannya dari toilet, dan sekarang jelas bahwa putri Sophia telah memakan udang yang menyebabkannya alergi.

Sore itu pun putri Sophia langsung dikabarkan meninggal, dan akan langsung dibawa kembali kekerajaannya. Sialnya lagi, Pim harus kembali menjadi pramugari seorang diri dipesawat itu menemani mayat putri Sophia. Pim mulai mendapatkan penglihatan-penglihatan tentang mayat yang bergerak sendiri. Pim melaporkannya pada kapten pesawat, namun tidak direspon karena kurang bukti. Mayat putri Sophia kembali hidup, dan Pim yang terkunci di WC bersama mayat itu pun menjadi tidak terkendali. Kapten pesawat pun mendudukkannya tepat di depan mayat putri Sophia dan mengikat tangannya agar ia tidak bisa ke mana-mana. Pim histeris ketika mayat putri Sophia mulai hidup di depan matanya sendiri, dan layar menjadi gelap.

Ketika sampai di kerajaan Vanistan, para penjemput mayat putri Sophia dari kerajaan pun terkejut melihat keadaan. Sesuai cerita putri Sophia tentang perselingkuhan sebelumnya, Pim terlihat sedang bersujud di depan mayat putri Sophia yang sebenarnya tidak bergerak sama sekali, hanya saja kepala Pim sudah terpelintir kebelakang.

Kronologi[sunting | sunting sumber]

Film 4Bia atau Phobia mempunyai beberapa petunjuk kronologi secara tidak langsung, kronologi itu acak dalam peruntunan cerita.

  • Cerita ketiga, In the Middle atau Orang Ditengah. Yaitu seorang remaja bernama Ter.
  • Cerita keempat, Flight 224 atau Penerbangan 224. Pramugari yang seharusnya ikut bersama Pim, Tui, tidak bisa meninggalkan pengurusan pemakaman Ter.
  • Cerita kesatu, Happiness/Loneliness atau Kebahagiaan/Kesendirian. Pin melihat berita Putri Sophia di Internet.
  • Cerita kedua, Tit for Tat atau Mata Ganti Mata. Foto kutukan yang digunakan adalah foto mayat Pin.

Rilis[sunting | sunting sumber]

Film ini pertama kali rilis pada 25 April 2008 dan ikut berpartisipasi di Toronto After Dark Film Festival, dan Festival film Rotterdam. Di Inggris, film ini dirilis langsung ke video pada 10 Mei 2010.[1] Sementara di Indonesia, film ini didistribusikan dan ditayangkan oleh Blitz Megaplex dan distribusi videonya oleh Jive Entertainment.

Sekuel[sunting | sunting sumber]

Phobia 2 dirilis tahun 2009.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]