1 Timotius 4

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 3       1 Timotius 4       pasal 5
Uncial 015, abad ke-6

Lembaran yang memuat 1 Timotius 2:2-6 pada Codex Coislinianus, yang dibuat sekitar tahun 550 M.
Kitab: Surat 1 Timotius
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 15
Kategori: Surat-surat Paulus

1 Timotius 4 (disingkat 1Tim 4) adalah bagian dari Surat Paulus yang Pertama kepada Timotius dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Digubah oleh rasul Paulus[3] dan ditujukan kepada Timotius.[4]

Teks[sunting | sunting sumber]

Fragmen-fragmen 7Q4, 7Q5 dan 7Q8. 7Q4 memuat 1 Timotius 3:16-4:3

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal:

Ayat 12[sunting | sunting sumber]

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.[5]

Ini merupakan salah satu syarat yang paling penting untuk seorang pemimpin gereja. Kata Yunani yang diterjemahkan "teladan" adalah tupos (atau typos; bahasa Inggris: type) yang berarti "model", "gambar", "ideal" atau "pola". Seorang gembala sidang, terutama, harus menjadi contoh dalam kesetiaan, kekudusan, dan ketekunan dalam kesalehan. Jabatan penilik hanya boleh diisi oleh mereka yang dari halnya gereja dapat mengatakan, "Orang ini telah menjalankan hidup saleh yang layak dicontoh".[6]

Ayat 16[sunting | sunting sumber]

Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.[7]

Menjalankan kehidupan yang kudus (1 Timotius 4:12), tetap peka terhadap pekerjaan dan karunia Roh Kudus (1 Timotius 4:14), mengajarkan ajaran yang benar (1 Timotius 4:13,15-16), memelihara iman (1 Timotius 6:20; 2 Timotius 1:13-14) dan memperhatikan kehidupan rohani pribadi (1 Timotius 4:16) adalah lebih dari sekadar tanggung jawab pelayanan bagi Timotius. Semuanya ini penting bagi keselamatannya sendiri (yang sekarang dan yang kemudian) dan bagi mereka yang dilayani olehnya (bandingkan 2 Timotius 3:13-15).[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ 1 Timotius 1:1
  4. ^ 1 Timotius 1:2
  5. ^ 1 Timotius 4:12
  6. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  7. ^ 1 Timotius 4:16

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]