Universitas Bale Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Universitas Bale Bandung (UNIBBA)


Motto No
Didirikan 22 Mei 2008
Jenis Perguruan Tinggi
Ketua Prof.Awan Mutakin, M.Pd.
Lokasi Baleendah, Bandung, Kota Bandung Indonesia

Yayasan Pendidikan Bale Bandung atau disingkat YPBB, merupakan salah satu yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah UNIBBA[sunting | sunting sumber]

Universitas Bale Bandung (UNIBBA) didirikan atas dasar Surat Ijin Penyelenggaraan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 80/D/0/2008 tanggal 22 Mei 2008 adalah Lembaga Pendidikan Tinggi yang berlokasi di wilayah Kabupaten Bandung tepatnya di Jl. R.A.A Wiranatakusumah No.7 Baleendah.

Universitas Bale Bandung (UNIBBA) merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Bale Bandung (terakreditasi BAN PT) yang sekarang menjadi Fakultas Pertanian (Faperta) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bale Bandung (terakreditasi BAN PT) yang sekarang menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), di bawah binaan Yayasan Pendidikan Bale Bandung (YPBB) yang didirikan oleh Bapak R.H. Lily Sumantri (beliau pernah manjadi Bupati Kabupaten Bandung pada tahun 1980).

Universitas Bale Bandung (UNIBBA) sesuai dengan Visi dan Misi memiliki komitment untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang bisa menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan globalisasi serta memenuhi kebutuhan lapangan kerja pada lembaga pemerintah dan institusi swasta khususnya di wilayah Kabupaten Bandung umumnya untuk di wilayah Indonesia serta mampu memberikan kontribusi positif untuk pembangunan di masyarakat.

Universitas Bale Bandung (UNIBBA) menyelenggarakan 7 (tujuh) Fakultas dengan 13 Program Studi Sarjana (S1), bertujuan : Membantu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung, memenuhi kebutuhan berbagai instansi pemerintah dan institusi swasta akan tenaga ahli yang terampil dan memiliki kompetensi dibidangnya serta meningkatkan perannya dalam masyarakat untuk pembangunan khususnya di wilayah Kabupaten Bandung.

Yayasan Pendidikan Bale Bandung[sunting | sunting sumber]

Yayasan Pendidikan Bale Bandung didirikan pada tanggal 1 Juni 1980 berdasarkan akte notaris Ny. Soemantria Sanitioso, SH Nomor 123 Jo Nomor 48 tahun 1980 dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri Bale Bandung pada tanggal 29 Maret 1993 Nomor. W8.DO.HT.01.03-36.Th.1993.

Pimpinan Yayasan Pendidikan Bale Bandung

  • Ketua Pembina : R.H. Lily Sumantri (Mantan Bupati Bandung)
  • Ketua Umum : H. Bunyamin Dudih, S.H.(Mantan Bupati Purwakarta)

Sampai dengan saat ini Yayasan Pendidikan Bale Bandung telah berupaya berperan serta aktif dalam bidang pendidikan, khususnya dengan berdirinya Universitas Bale Bandung sebagai penggabungan dan pengembangan dari dua sekolah tinggi yaitu Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Bale Bandung dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bale Bandung.

Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Bale Bandung merupakan sekolah tinggi pertama yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Bale Bandung. Sekolah tinggi ini didirikan pada tanggal 26 November 1984 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0711/O/1986. STIPER Bale Bandung merupakan pengembangan dari Akademi Perkebunan Bandung (APB) yang didirikan pada tanggal 1 Maret 1970 dengan menyelenggarakan program pendidikan Budidaya Tanaman Perkebunan.

Sekolah tinggi kedua yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Bale Bandung adalah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bale Bandung yang didirikan pada tanggal 8 Oktober 1986 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0680/0/1986. STKIP Bale Bandung mengelola tiga jurusan/program studi, yaitu Jurusan/Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan/Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Jurusan/Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah.

Fenomena yang terjadi di era globalisasi menunjukkan bahwa upaya pembangunan hampir selalu merupakan padanan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang terdidik, yang mampu mengikuti corak dan dinamika yang berkembang secara cepat, ekstensif dan mendunia. Dalam konteks ini upaya pembangunan pendidikan merupakan upaya peningkatan daya saing bangsa. Hal ini karena dengan adanya peningkatan mutu sumberdaya manusia melalui pembangunan pendidikan dipandang sebagai upaya peningkatan kemampuan daya saing bangsa dalam era globalisasi, sehingga bangsa Indonesia mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia.

Adanya dinamika yang berkembang begitu cepat, ekstensif dan mendunia menimbulkan tantangan dan kesempatan yang harus diantisipasi oleh setiap penyelenggara pendidikan, khususnya penyelenggara pendidikan tinggi. Dengan menciptakan organisasi perguruan tinggi yang mempunyai fleksibilitas dan akomodatif, maka setiap perubahan yang ada akan dapat diantisipasi. Strategi-strategi pengembangan perguruan tinggi merupakan jawaban atas tantangan yang muncul di dalam masyarakat. Dengan demikian strategi yang akan dilakukan harus mengarah kepada penciptaan basis keunggulan berkompetisi dari perguruan tinggi bersangkutan.

Pembaharuan-pembaharuan konsep pendidikan tinggi perlu dilakukan untuk menciptakan basis keunggulan berkompetisi secara berkesinambungan oleh para penyelenggara pendidikan tinggi. Pembaharuan-pembaharuan tersebut antara lain berupa inovasi organisasi yang memiliki keterpaduan yang baik sehingga akan memperoleh ketajaman pandang untuk mewujudkan cita-cita organisasi.

Dengan adanya inovasi organisasi maka dimungkinkan penempatan sumberdaya manusia yang memiliki relevansi dan kompetensi yang tinggi dapat dialokasikan dan didistribusikan. Hal ini mengingat pendayagunaan sumberdaya manusia dan sarana dan prasarana yang efektif dan efisien merupakan salah satu syarat untuk mencapai keunggulan berkompetisi di era globalisasi.

Adanya tuntutan kualitas out put perguruan tinggi selain juga tuntutan produktivitas merupakan salah satu pertimbangan untuk melakukan reorganisasi perguruan tinggi. Dengan menjadikan wadah yang menyatu maka dimungkinkan terjadinya interaksi antara satu dengan yang lain, penggunaan fasilitas secara bersama, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi semakin lengkapnya bekal yang dimiliki para lulusannya.

Dengan adanya pertimbangan di atas yaitu menciptakan sinergi organisasi yang lebih baik, dan juga merespons kebijakan pemerintah, khususnya Departemen Pendidikan Nasional untuk menciptakan integrasi antara berbagai perguruan tinggi sebagai upaya peningkatan kualitas out put perguruan tinggi, maka Yayasan Pendidikan Bale Bandung telah melakukan penggabungan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Bale Bandung dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu pendidikan (STKIP) Bale Bandung yang merupakan pendidikan tinggi yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Bale Bandung untuk melebur menjadi Universitas Bale Bandung.

Dengan terbentuknya Universitas Bale Bandung, maka organisasi akan dapat menjadi terpadu dan lebih terkendali. Selain itu, alokasi sumberdaya yang dimiliki akan dapat didistribusikan ke tiap-tiap fakultas sehingga akan terjadi spesialisasi yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi. Segala tantangan dan perubahan yang akan terjadi akan dapat relatif mudah untuk diakomodasikan. Begitu juga dengan pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat akan dapat dikelola oleh suatu lembaga di bawah Universitas Bale Bandung sehingga lebih mudah dalam pengendaliannya.

Pengembangan dan perubahan bentuk sekolah tinggi menjadi Universitas Bale Bandung juga dimaksudkan sebagai implementasi Kepmendiknas Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi, yaitu : untuk pengembangan dan keseimbangan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian yaitu mewakili tiga kelompok bidang pengetahuan alam dan dua kelompok bidang ilmu pengetahuan sosial atau lebih, dengan mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan alam (IPA) dan penerapannya,untuk pengembangan peta pendidikan di suatu wilayah yang menggambarkan jumlah dan bentuk perguruan tinggi yang sudah ada, jenis program studi yang diselenggarakan, sebaran lembaga dan daya dukung wilayah yang bersangkutan,untuk pengembangan bidang ilmu yang strategis, dengan membatasi bidang ilmu yang telah dianggap mencukupi kebutuhan

Fakultas[sunting | sunting sumber]