Tragedi Simpang KKA

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tragedi Simpang KKA
Tanggal 3 Mei 1999
Lokasi Dewantara, Aceh Utara, Indonesia
Tewas 46
Hilang 10
Luka-luka 156

Tragedi Simpang KKA, juga dikenal dengan nama Insiden Dewantara atau Tragedi Krueng Geukueh, adalah sebuah peristiwa yang berlangsung saat konflik Aceh pada tanggal 3 Mei 1999[1] di Kecamatan Dewantara, Aceh. Saat itu, pasukan militer Indonesia menembaki kerumunan warga yang sedang berunjuk rasa memprotes insiden penembakan sebelumnya tanggal 30 April di Cot Murong, Lhokseumawe.[2]

Simpang KKA adalah sebuah persimpangan jalan dekat pabrik PT Kertas Kraft Aceh di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Insiden ini terus diperingati masyarakat setempat setiap tahunnya.[3][4]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Awalnya, masuk laporan ke TNI bahwa seorang anggota dari Kesatuan Den Rudal 001/Pulo Rungkom hilang. Aparat TNI langsung menyisir desa-desa dan membuat warga ketakutan. Dalam penyisiran itu, aparat menganiaya beberapa warga sipil. Warga dari beberapa desa kemudian berkumpul di Krueng Geukueh untuk memprotes aksi TNI. Aksi memanas dan tentara yang ikut mengawal massa melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah kerumunan hingga korban berjatuhan.[5]

Koalisi NGO HAM Aceh mencatat sedikitnya 46 warga sipil tewas, 156 mengalami luka tembak, dan 10 orang hilang dalam peristiwa itu. Tujuh dari korban tewas adalah anak-anak.[6][5][7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]