Titik buta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kendaraan biru bisa melihat kendaraan hijau tetapi tidak bisa melihat kendaraan merah (di titik buta) melalui cermin yang ada di kendaraan

Titik buta dalam berkendara adalah bagian dari sekeliling kita yang tidak bisa kelihatan pada saat mengemudikan kendaraan, karena beberapa alasan seperti jangkauan pandangan yang terbatas cermin[1], terhalang oleh muatan yang dibawa. Titik buta mobil penumpang adalah di sebelah kiri dan kanan pengemudi seperti ditunjukkan dalam gambar. Untuk kendaraan box, truk dan truk peti kemas, pandangan melalui cermin tengah tidak ada jadi mereka tergantung kepada cermin pintu. Kendaraan yang tinggi seperti bus, truk tidak bisa melihat di sekitar mereka yang rendah.

Letak titik buta[sunting | sunting sumber]

Letak titik buta tergantung kepada jenis kendaraan yang digunakan. Titik buta mobil penumpang adalah di sebelah kiri dan kanan pengemudi seperti ditunjukkan dalam gambar. Untuk kendaraan box, pandangan melalui cermin tengah tidak ada jadi mereka tergantung kepada cermin pintu. Kendaraan yang tinggi tidak bisa melihat di sekitar mereka yang rendah.

Titik buta truk trailer[sunting | sunting sumber]

Truk dengan kereta gandengan dan truk dengan kereta tempelan juga mempunyai kelemahan dalam melihat kaca sepion terutama pada saat membelok, yang mengaikibatkan dia tidak bisa melihat apa yang terjadi di belakangnya, selain itu kendaraan lain juga bisa berjalan terlalu dekat di belakang truk trailer untuk berlindung dari terpaan angin, dan hal ini sangat berbahaya sebab kendaraan yang di belakang tidak mengetahui kalau tiba-tiba truk trailer yang di depan mengerem kendaraannya. Sangatlah penting agar pengemudi trailer mengetahui anda berada di belakang.

Langkah untuk mengurangi pengaruh titik buta[sunting | sunting sumber]

Tiga buah cermin yang dipergunakan untuk memperluas pandangan pengemudi

Ada beberapa langkah yang dilakukan untuk menghilangkan pengaruh titik buta antara lain dengan:

  • menggunakan cermin cembung untuk memperluas pandangan,
  • menggunakan beberapa cermin sekaligus,
  • cermin di belakang yang biasa digunakan pada minibus,
  • ataupun yang modern adalah penggunaan kamera video[2] sehingga dapat melihat kondisi di belakang kendaraan secara lebih jelas, bahkan ada layar yang ditempatkan didashboard dilengkapi dengan lintasan yang akan dilewati.
  • sensor jarak yang dipergunakan pada saat kendaraan mundur.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ [1] Memasang Blindspot Mirror
  2. ^ [2] Kaca spion di mobil mungkin sudah tidak diperlukan lagi di masa depan

Pranala luar[sunting | sunting sumber]