Tanda titik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Titik)
Langsung ke: navigasi, cari
.

Tanda baca

titik .
koma ,
titik koma ;
titik dua :
hubung -,
pisah , , ,
elipsis , ...
tanda tanya ?
tanda seru !
kurung ( ), [ ], { }, < >
tanda petik ‘ ’, “ ”
garis miring /
penyingkat '
Pemisah kata
Spasi ( ) () () ( ) () () ()
interpunct ( · )
Tipografi umum
guillemets « »
solidus
tanda dan &
at sign @
asterisk *
backlash \
bullet
pangkat ^
hak cipta ©
mata uang generik: ( ¤ )
spesifik: ฿, ¢, $, , ƒ, , , , £, , ¥, , ,
dagger ( , )
derajat ( ° )
ditto ( )
seru terbalik ( ¡ )
tanya terbalik ( ¿ )
pagar ( # )
numero sign ( )
(ordinal (º, ª)
persen ( %, ‰, )
pilcrow ( )
prime ( )
merk ( ® )
section ( § )
service mark ( )
gelombang ( ~ )
trademark ( )
umlaut ( ¨ )
Garis bawah ( _ )
Garis vertikal ( |, ¦ )
Tipografi tak umum
asterism ( )
index ( )
"Jadi" ( )
"Sebab" ( )
interrobang ( )
ironi ( ؟ )
lozenge ( )
Jepang ( )
tie ( )

Tanda titik adalah tanda baca yang digunakan untuk menandai akhir dari sebuah kalimat dalam berbagai bahasa. Tanda ini terdiri atas titik kecil yang ditempatkan di akhir suatu baris dari sebuah kalimat, seperti di akhir kalimat.

Tanda titik juga digunakan dalam singkatan.

Tanda titik juga digunakan sebagai representasi desimal di Amerika Serikat, Britania Raya, dan negara lain yang menuturkan bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia, representasi desimal dilambangkan dengan koma.

Dalam komputer, tanda titik sering digunakan sebagai delimiter yang biasa disebut dot, sebagai contoh dalam lookup DNS dan nama berkas, seperti:

www.wikipedia.org
document.doc
192.168.0.1

Dalam bahasa pemrograman, tanda titik berhubungan dengan karakter 46 di Unicode dan ASCII, atau 0x2E. Tanda titik digunakan dalam sejumlah bahasa pemrograman sebagai bagian penting dari sintaksis.

Tanda titik di Asia[sunting | sunting sumber]

Dalam sejumlah bahasa di Asia, khususnya Tionghoa dan Jepang, lingkaran kecil digunakan alih-alih titik padat: "。" (U+3002 "Tanda Henti Ideografik").

Dalam aksara Devanagari yang biasa digunakan untuk menulis bahasa Hindi, bahasa Sanskerta, dan sejumlah bahasa lain di India, garis tegak (“।”) (U+0964 “Devanagari Danda”) digunakan untuk menandai akhir kalimat. Bahasa Hindi mengenalnya sebagai poorna viraam (henti penuh). Beberapa bahasa India juga menggunakan tanda titik seperti Marathi,

Dalam bahasa Thai, tidak terdapat simbol yang setara dengan tanda titik untuk menandai akhir kalimat. Kalimat ditulis tanpa spasi dan spasi biasanya digunakan untuk menandai akhir klausa atau kalimat.