The Raid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
The Raid
The Raid Poster.JPG
Poster rilis di TIFF 2011
Sutradara Gareth Evans
Produser Ario Sagantoro
Penulis Gareth Evans
Pemeran Iko Uwais, Ray Sahetapy, Joe Taslim, Donny Alamsyah, Yayan Ruhian, Pierre Gruno, Tegar Satrya
Musik Fajar Yuskemal, Aria Prayogi (edisi TIFF 2011 dan perdana Indonesia); Mike Shinoda, Joseph Trapanese (edisi Sundance 2012 dan perdana AS/internasional)
Sinematografi Matt Flannery
Penyunting Gareth Evans
Studio PT Merantau Films
XYZ Films
Distributor Celluloid Nightmares
(Seluruh dunia)
Sony Pictures Classics
(Amerika)
Tanggal rilis
Durasi 101 menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Bahasa Indonesia

The Raid (sebelum diedarkan: Serbuan Maut[1]) adalah film aksi seni bela diri dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais. Pertama kali dipublikasi pada Festival Film Internasional Toronto (Toronto International Film Festival, TIFF) 2011 sebagai film pembuka untuk kategori Midnight Madness, para kritikus dan penonton memuji film tersebut sebagai salah satu film aksi terbaik setelah bertahun-tahun[2][3][4][5][6][7] sehingga memperoleh penghargaan The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award[8]. Terpilihnya film ini untuk diputar pada beberapa festival film internasional berikutnya, seperti Festival Film Internasional Dublin Jameson (Irlandia), Festival Film Glasgow (Skotlandia), Festival Film Sundance (Utah, AS), South by Southwest Film (SXSW, di Austin, Texas, AS), dan Festival Film Busan (Korea Selatan), menjadikannya sebagai film komersial produksi Indonesia pertama yang paling berhasil di tingkat dunia.

Film The Raid sebenarnya adalah ide lanjutan dari keseluruhan cerita yang diinginkan sutradara Gareth Evans. Proyek awalnya, Berandal, diumumkan tahun 2011 sebelum film "The Raid" dibuat pada tahun yang sama yaitu tahun 2011, namun baru dirilis pada 2014 dengan judul The Raid 2: Berandal.[9][10]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Jauh di jantung daerah kumuh Jakarta berdiri sebuah gedung apartemen terlantar yang tak tertembus dan menjadi rumah aman bagi gangster, penjahat dan pembunuh yang paling berbahaya. Blok apartemen kumuh tersebut telah dianggap tak tersentuh oleh para rival gembong narkoba terkenal Tama Riyadi (Ray Sahetapy), bahkan untuk perwira polisi paling berani sekalipun. Semuanya berubah ketika sebuah tim polisi senjata dan taktik khusus berjumlah 20 orang ditugaskan untuk menyerbu bangunan tersebut dan mengakhiri teror Tama untuk selamanya.

Di bawah kegelapan dan keheningan fajar, Rama (Iko Uwais), seorang calon ayah dan perwira polisi elit baru, dalam regu yang dipimpin oleh Sersan Jaka (Joe Taslim), tiba di blok apartemen Tama dengan petunjuk Letnan Wahyu (Pierre Gruno). Setelah berpapasan dengan Gofar (Iang Darmawan) salah seorang penghuni apartemen tersebut, mereka menerobos masuk dan dengan hati-hati mengamankan para penjahat penghuninya. Mulai dari lantai dasar dan bergerak naik, dengan terencana mereka menyusup sampai mencapai lantai enam, namun kemudian mereka terlihat oleh seorang anak pengintai, yang lari meneriaki temannya yang kedua sebelum dia tertembak mati oleh peluru senapan serbu Letnan Wahyu. Peringatan tersebut mencapai Tama dan algojonya, Mad Dog (Yayan Ruhian) lewat interkom. Tama segera memanggil bala bantuan. Dua penembak runduk di gedung samping menembak anggota regu polisi di lantai dasar. Seorang anggota regu polisi lain segera tewas ditembak oleh penembak runduk setelah melihat keluar dari jendela. Dalam kekacauan tersebut tahanan mereka lolos dan membunuh dua polisi lain, mendapatkan kontrol di lantai 5. Sebuah serangan mendadak berhasil melumpuhkan satu-satunya mobil angkut regu Polisi. Tama mematikan listrik di seluruh gedung, mengumumkan terdapatnya "tamu tak diundang" terjebak di lantai 6, dan menjanjikan sewa gratis untuk yang berhasil membunuh mereka.

Regu polisi Jaka masuk dalam perangkap anak buah Tama di lantai 7 yang menembak mati banyak anggota regu polisi. Jaka segera mengetahui bahwa misi tersebut ternyata hanya diprakarsai Letnan Wahyu, sehingga tidak akan ada bala bantuan. Setelah baku tembak, regu Jaka pun kalah jumlah maupun amunisi dan diburu oleh anak buah Tama yang kejam dan beringas. Jaka, Wahyu, Bowo (Tegar Satrya), Dagu (Eka Rahmadia) dan Rama berhasil selamat, namun terpisah menjadi dua: Jaka, Wahyu dan Dagu di lantai 5, sedangkan Rama dan Bowo di lantai 7.

Memapah Bowo, Rama bertarung menerobos koridor lantai 7 dan tiba di apartemen 726 yang dihuni Gofar dan istrinya, memohon tempat persembunyian dari kejaran anak buah Tama. Geng parang dan pimpinan mereka (Alfridus Godfred) memeriksa apartemen Gofar, menusuk dinding tempat persembunyian Rama, melukai pipi Rama, namun mereka tidak menemukan Rama dan akhirnya pergi. Rama meninggalkan Bowo dalam perawatan Gofar untuk mencari jalan keluar. Dia bertempur sengit dengan geng parang, namun kembali dikejar oleh anak buah Tama yang lain. Rama akhirnya tertangkap oleh Andi (Donny Alamsyah), tangan kanan dan otak bisnis narkoba Tama. Pada saat yang sama, Jaka berseteru dengan Wahyu karena Wahyu menolak untuk mencari Rama dan Bowo, membuat Jaka marah dan mempertanyakan integritas kepolisian Wahyu di balik misi naas tersebut. Jaka segera ditemukan oleh Mad Dog. Letnan Wahyu melarikan diri dan diikuti Dagu, namun Jaka harus tewas setelah beradu nyali dengan Mad Dog. Sementara itu, Andi terungkap sebagai kakak Rama yang terasing setelah meninggalkan keluarganya tanpa jejak. Andi menolak pulang ke keluarganya, namun berjanji mengeluarkan Rama dari gedung maut tersebut. Dia tak menyangka, Tama ternyata telah mengetahui pengkhianatannya melalui kamera tersembunyi yang tersebar di seluruh gedung, menyerahkan Andi ke tangan Mad Dog (yang sudah membenci Andi) untuk dihabisi.

Rama bergabung kembali dengan Letnan Wahyu dan Dagu, memutuskan untuk menangkap dan menggunakan Tama sebagai tiket keluar mereka. Mereka bertiga bertempur melewati laboratorium narkotika menuju ke markas Tama di lantai 15. Dalam perjalanan, Rama membebaskan Andi dan bersama-sama bertarung sengit melawan Mad Dog. Rama dan Andi akhirnya mengalahkan Mad Dog dengan sepotong pecahan dari tabung lampu neon. Sementara itu, Wahyu dan Dagu membekuk Tama, tapi Wahyu tiba-tiba menembak Dagu. Di tangga, Rama dan Andi berpapasan dengan Wahyu dan Tama, tapi Wahyu mengancam mereka untuk tidak ikut campur. Tama menggertak Wahyu bahwa ia telah mengetahui misi tersebut dari Reza, atasan Wahyu, dan bahwa Wahyu dikirim atasannya untuk dihabisi, karena Wahyu hanyalah seorang polisi kotor dalam sebuah kepolisian dengan petinggi-petinggi yang sudah dibayar oleh Tama.

Wahyu pun kalap dan menembak gembong narkoba tersebut di kepala. Putus asa, Wahyu mencoba bunuh diri, namun gagal karena kehabisan peluru dan ditangkap tanpa perlawanan oleh Rama. Dengan matinya Tama, Andi pun kini berkuasa di gedung tersebut, menyuruh para penghuninya untuk kembali ke kamar mereka masing-masing. Andi memberikan Rama kotak berisi rekaman daftar hitam polisi-polisi korup. Andi kemudian mengawal Rama, Bowo dan Wahyu, namun tetap menolak tawaran Rama bergabung dengan mereka, dan masuk kembali ke gedung, sementara Rama berjalan ke luar gerbang menuju masa depan yang tak pasti.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Film ini adalah kerja sama kedua antara Gareth Evans dan Iko Uwais setelah film aksi pertama mereka, Merantau, yang diluncurkan pada tahun 2009. Sama halnya dengan Merantau, dalam proyek ini, mereka juga menonjolkan seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat, dalam tata laga mereka. Penata laga untuk The Raid adalah Iko Uwais dan Yayan Ruhian, sama seperti pada Merantau, dengan sejumlah ide dari Gareth Evans sendiri. Proses pengerjaan film ini dikerjakan selama tiga bulan. Selain kedua aktor laga tersebut, The Raid juga dibintangi oleh aktor kawakan di antaranya Ray Sahetapy, Donny Alamsyah, Pierre Gruno, dan Joe Taslim.

Penggarapan musik latar rilis versi asli Indonesia dikerjakan oleh komposer Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi. Penggarapan skoring musik The Raid yang rilis di wilayah Amerika Utara, Amerika Latin dan Spanyol juga melibatkan musisi Mike Shinoda, (personil Linkin Park) dan Joseph Trapanese, seorang komposer yang menggarap musik untuk film Tron: Legacy (2010) dari Walt Disney Pictures.

Hak distribusi internasional dipegang oleh Nightmare Distribution. Pada saat showcase di Festival Film Cannes 2011, Sony Pictures Classic Worldwide Acquisition membeli hak pendistribusian film ini untuk kawasan Amerika Utara dan Amerika Latin. Untuk kepentingan mempertinggi popularitas, Sony Pictures meminta Mike Shinoda bersama Joseph Trapanese untuk menciptakan musik latar bagi film versi mereka ini. Akibat permasalahan hak cipta dan rencana pembuatan trilogi, film ini dirilis di Amerika Utara oleh Sony Pictures dengan judul The Raid: Redemption. Hak pendistribusian untuk negara-negara lainnya juga telah dijual kepada Alliance (untuk Kanada), Momentum (Inggris), Madman (Australia dan Selandia Baru), SND (kawasan berbahasa Prancis), Kadokawa (Jepang), Koch (kawasan berbahasa Jerman), HGC (Tiongkok), dan Calinos (Turki).[11] Kesepakatan juga telah dibuat dengan para distributor dari Russia, Skandinavia, Benelux, Islandia, Italia, Amerika Latin, Korea Selatan, dan India ketika film ini sedang dipertunjukkan pada Festival Film Internasional Toronto (TIFF), Toronto, Kanada pada September 2011.[12]

Selain pengambilan gambarnya, olahan koreografi seni bela diri film ini juga menuai decak kagum dari para juri dan penonton di berbagai festival fim Internasional. Film ini setelah dirilis sempat bertengger di posisi 15 besar top box office bioskop Amerika. Di Indonesia sendiri film ini telah di tonton oleh 1.844.817 orang. Dengan kesuksesan itu, The Raid berhasil meraup penghasilan sekitar US$ 15 juta di seluruh dunia.

Inspirasi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar ide cerita keluar dari Gareth Evans. Evans mengatakan di dalam blognya dia sejak kecil terobsesi dengan film "Peace Hotel" (1995) yang dibintangi Chow Yun Fat. Dia tidak pernah bisa menemukan film ini di Inggris dan hanya memiliki gambar poster di bawah ini serta sinopsis yang samar-samar.

Evans mengatakan bahwa dia menyukai konsep sebuah bangunan terisolasi yang menawarkan perlindungan kepada penjahat, tetapi ketika Evans akhirnya melihat film tersebut lebih dari 15 tahun kemudian "khayalan" Evans mengenai film ini benar-benar berbeda dengan apa yang dia lihat. Saat dia menonton film ini yang dia bayangkan dari film ini adalah gelap noirish dengan bahaya pada setiap lantai dengan aksi terbatas pada ruang interior dipenuhi dengan bayangan dan ketakutan. Evans juga membayangkan akan memiliki lebih banyak action, bukan hanya dari sudut hati yang manis dan romantis seperti yang ditampilkan pada film ini.

Setelah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk "Merantau", keinginannya untuk membuat film yang latarnya 95% berada di dalam ruangan. Evans mulai menonton banyak film untuk inspirasi, seperti Assault on Precinct 13 (1976) dan Die Hard (1988) untuk mencari struktur cerita, bagaimana mengembangkan adegan aksi ke dalam cerita sealami mungkin.

Evans mengatakan bahwa selalu ingin menemukan cara untuk mencampur genre bersama-sama, untuk membawa lebih ke film seni bela diri daripada sekedar murni tindakan. Itulah yang sebagian besar fans dari genre action ingin lihat.

Dengan Serbuan Maut, Evans dan tim produksi Merantau Films berencana untuk mengeksplorasi gaya pengambilan gambar yang berbeda dan atmosfer film tersebut untuk memungkinkan pergeseran tonal dan perubahan genre. Konsep utama film ini adalah tim SWAT yang terjebak di dalam gedung dengan penjahat di sekitar mereka yang membuat banyak pilihan bagi tim produksi untuk tidak hanya untuk mengeksplorasi koreografi aksi tetapi juga untuk memberikan berbagai sensasi dari ketegangan yang tercipta dari film ini, bahkan juga sensasi horor.

Pembuatan ulang di Amerika[sunting | sunting sumber]

Beberapa bulan setelah Sony mengakuisisi hak distribusi film ini untuk Amerika Utara, The Hollywood Reporter mengumumkan bahwa anak perusahaan Sony, Screen Gems, sedang dalam negosiasi untuk menghasilkan sebuah pembuatan ulang oleh Hollywood.[13] Kesepakatan ini diputuskan pada November 2011 dengan penulis-sutradara Gareth Evans akan menjabat sebagai produser eksekutif dari pembuatan ulang ini. XYZ Films, produser eksekutif pada versi asli Indonesia, akan menjadi produser pada versi Amerikanya.[14] Screen Gems juga menginginkan koreografer yang sama dari The Raid terlibat dengan pembuatan ulang tersebut.[15]

Sekuel[sunting | sunting sumber]

Saat mengembangkan The Raid dalam bentuk naskah, Evans mulai bermain dengan gagasan untuk menciptakan hubungan antara film ini dan proyek awalnya; Berandal. Kemudian dikonfirmasi bahwa Berandal akan menjadi sekuel The Raid.[16][17] Evans juga menyatakan niatnya untuk membuat sebuah trilogi.[18]

Sony telah membeli hak distribusi film ini untuk AS, Amerika Latin dan Spanyol untuk sekuel ini. Alliance/Momentum telah membeli dahulu hak distribusi untuk Inggris dan Kanada; Koch Media telah mengakuisisi film untuk wilayah berbahasa Jerman; Korea Screen telah membeli hak untuk Korea; dan HGC telah membeli hak untuk China. Penawaran untuk wilayah utama lainnya juga telah dinegosiasi.[19]

Sekuel ini secara tentatif berjudul Berandal untuk pasar Indonesia dan sebagai The Raid: Retaliation untuk pasar AS, sekuel ini direncanakan untuk memiliki anggaran yang "secara signifikan lebih besar" dari pendahulunya, dan jadwal syuting adalah untuk menyertakan sekitar 100 hari produksi fisik.[20] Pra-produksi diperkirakan akan dimulai pada bulan September 2012, sementara syuting film ini dimulai pada Januari 2013.[21][22]

Dalam media lain[sunting | sunting sumber]

Versi komik resmi film The Raid dirilis di Indonesia pada 14 April 2012 oleh Penerbit Mizan Pustaka. Komik adaptasi ini adalah karya dari tim CAB, yang dipimpin Roni Amdani, digambar oleh John Reinhart, dan produksinya didukung oleh Gareth Evans, sutradara dan penulis naskah The Raid. CAB menyatakan bahwa komik 120 halaman ini menampilkan adegan yang tidak terdapat dalam film, dan menampilkan kisah serangan maut itu dari sudut pandang para penjahat dan bagaimana mereka melindungi wilayah mereka. Komik ini diterbitkan dalam format hitam putih untuk mereduksi nuansa kekerasan yang tergambar dalam film. Menurut produser The Raid, Ario Sagantoro, adaptasi dari film ke komik ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.[23]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Adhie Ichsan. Alasan Produser Tak Lagi Pakai Judul 'Serbuan Maut'. - detikhot. Edisi Rabu, 28 Sept. 2011. Diakses 26 Maret 2012.
  2. ^ "Toronto 2011: 'The Raid' Starts Midnight Madness on a Butt-Kicking Note". Hollywood Reporter. Diakses 2011-09-12. 
  3. ^ "TIFF 2011: THE RAID WILL KICK YOU IN THE HEAD AND MAKE YOU LIKE IT". Twitch Film. Diakses 2011-09-09. 
  4. ^ "Watch: Red Band Trailer For ‘The Raid’ – The Best Kick-Ass Action Movie I’ve Seen in Years [TIFF 2011]". /Film. Diakses 2011-09-12. 
  5. ^ "Toronto Review: 'The Raid' - One of the Best Action Movies in Years!". firstshowing. Diakses 2011-09-12. 
  6. ^ "Anton Sirius With His First TIFF 2011 Report, Asskicking Edition! THE RAID! KILLER ELITE!". AICN. Diakses 2011-09-14. 
  7. ^ "TIFF 2011 Review: 'The Raid', Quite possibly the action film of the year". MSN Entertainment. Diakses 2011-09-14. 
  8. ^ The Raid. Gareth Evans. Winner: The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award
  9. ^ Hasibuan, Andrei (2012-12-27). "‘The Raid’ coming back, this time much, much bigger". Jakarta Post. Diakses 2013-05-10. 
  10. ^ "Twitter: Killers - October / The Raid 2: Berandal - sometime next year still undecided. @ghuwevans" (Twitter). 2013-05-05. 
  11. ^ "Sony Picks Up THE RAID For US Distribution, Leading A Wave Of International Distribution Deals". Twitch Film. Diakses 2011-09-15. 
  12. ^ "Toronto 2011: Hot Indonesian Action Movie 'The Raid' Sells Out the World (Exclusive)". The Hollywood Reporter. Diakses 2011-09-15. 
  13. ^ Park, Joann (2011-09-26). "Hollywood remake of The Raid in the works". Asia Pacific Arts. 
  14. ^ Brown, Todd (2011-11-09). "Screen Gems Takes Remake Rights To Gareth Evans' THE RAID". Twitchfilm.com. Diakses 2012-03-26. 
  15. ^ Trumbore, Dave (31 January 2013). "First Images from THE RAID 2 Which Officially Began Production Today and Will Shoot for Over 100 Days – Collider.com". Diakses February 01, 2013. 
  16. ^ Evans, Gareth (2011-03-05). "The Raid: Camera testing, the press conference, Berandal and sometimes this happens". Theraid-movie.blogspot.com. Diakses 2012-03-26. 
  17. ^ "‘The Raid: Redemption’ Director Talks Sequel Film, ‘Berandal’". Screen Rant. 2012-03-12. Diakses 2012-03-26. 
  18. ^ Jagernauth, Kevin (2012-02-01). "Gareth Evans Spills Details On 'The Raid' Sequel 'Berandal'; Has Trilogy In Mind | The Playlist". Blogs.indiewire.com. Diakses 2012-05-12. 
  19. ^ Brooks, Brian (2012-02-12). "Sony Nabs U.S. Rights For ‘The Raid’ Sequel". Deadline. Diakses 2012-03-19. 
  20. ^ Gilchrist, Todd (2012-03-12). "Gareth Evans Set for 'The Raid' Sequel 'Berendal'". Hollywood Reporter. Diakses 2012-03-26. 
  21. ^ "‘The Raid’ Director Gareth Evans Discusses His Sequel Plans | /Film". Slashfilm.com. 2012-03-12. Diakses 2012-03-26. 
  22. ^ Ford, Rory (2012-02-17). "Interview: Gareth Evans brings The Raid to GFF 2012". List.co.uk. Diakses 2012-03-19. 
  23. ^ The Raid Merambah Dunia Komik di Antaranews.com, diakses 7 Agustus 2013.
  24. ^ Laman FrightFest 2012
  25. ^ Winners at the 2012 Jameson Dublin International Film Festival
  26. ^ 6ème édition du Festival international de cinéma de genre de Tours du 4 au 9 avril 2012
  27. ^ 28th Imagine Film Festival results
  28. ^ Daftar lengkap Pemenang Indonesian Movie Awards 2013

Pranala luar[sunting | sunting sumber]